Pengen bikin startup? Serius??

Guy Kawasaki, summary of The Art of Start 2.0

Sekarang di Indonesia lagi booming banget tech-startup. Melihat keberhasilan startup besar di Indonesia macam Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan masih banyak lagi, Jumlah anak muda yang ingin bikin startup juga semakin bertambah.

Setiap orang memiliki pemahaman dan definisi tentang startup. Ada yang bilang startup itu harus memiliki hyper growth, harus punya business model yang unik, dan masih banyak lagi. Startup itu bisnis, dengan hyper growth. Umumnya sih, karena mengincar laju pertumbuhan yang eksponensial, startup biasanya di dukung dengan aplikasi atau website agar proses bisnis bisa jalan secara otomatis tanpa harus dikerjakan manual satu per satu.

Terlepas dari itu semua, bikin startup yang kayaknya gampang itu, gak gampang loh. Beneran. Kalau diliat, profil dari founder-founder startup besar di Indonesia itu juga bukan main-main. Lulusan universitas ternama di US, mantan konsultan, dan pernah bekerja di perusahaan lain juga dulunya. Terus, Apasih alasan kamu bikin startup?

Gak cocok kerja sama orang

Seriusan ini salah satu alesan kamu bikin startup? Sini, dibisikin dulu yah…

Emang kamu kira, jadi founder atau CEO gak perlu laporan ke pemegang saham atau investor?

Serius deh, kalau kamu sebenernya cuma kesel dan denial gara-gara berkali-kali ngelamar kerja dan gak dapet panggilan, coba, belajar dulu cara apply kerja yang bener.

Kalo cuma jadi karyawan, kapan kaya nya?

Ya bener sih.

Tapi kalau bikin startup yang monetizing strategy nya gak jelas.

Cashflow nya mandek

Business model gak jelas

Dan demand nya gak ada.

Emang startup kamu bakal profit? Bakalan divaluasi jadi triliunan rupiah?

Tajir enggak. Bangkrut iya. Nama kamu jadi jelek, lagi.

Kebetulan ada ide keren, kenapa enggak?

Bener sih. Ide emang segalanya.

“Gila, padahal jaman dulu gue udah kepikiran bikin ojek online kayak gojek! Coba gue garap beneran yah, bisa kayak Nadiem deh gue sekarang.”

Lah, yakin? Ide itu segalanya? Enggak juga. Eksekusi lah segalanya.

Emang kamu punya tim yang bisa bangun infrastruktur IT dan aplikasinya? Kamu punya tim yang rela terjun ke lapangan, panas-panasan ngenalin produk kamu ke tukang ojek pangkalan buat gabung?

Kalau enggak, yaudah, silakan gigit jari aja.

Mark zuckerberg sama steve jobs aja bisa, kenapa saya enggak bisa?

Ehm.

Mereka itu kasus langka. Banget. Dan… mereka juga bukannya bikin perusahaan karena gak laku di pasar ya. (Baca: gak ada yang mau rekrut)

Mereka bikin karena mereka punya ‘cause’ punya ‘why’ yang kuat banget. Kamu punya gak?

— —

Kalau memang hal-hal tersebut bukan alasan kamu untuk membuka startup, mungkin, kamu memang memiliki misi mulia untuk membuka startup.

Ketika akan membuat startup, ada beberapa hal mendasar yang harus kamu punya.

Problems to solve

Pastikan produk atau jasa yang kalian tawarkan adalah solusi. Dan untuk menawarkan solusi, jelas ada pertanyaan dan ada masalah yang harus kamu selesaikan.

Pastikan produk kamu adalah jawaban dari derita orang-orang akan permasalahan tersebut.

Memiliki tim dengan spesialisasi masing-masing dan saling melengkapi.

Jangan bikin baru mau mulai bikin startup udah langsung ber 19. Mau bikin kesebelasan sepak bola apa bikin perusahaan?

Idealnya, sebuah startup secara fungsi awal, butuh beberapa spesialisasi seperti;

The hustler, the hacker, dan the hipster.

Business Modelnya Jelas, pada dasarnya memang bisnisnya menghasilkan uang.

Ini dia yang sering jadi salah kaprah untuk mereka yang mau buka startup.

Terus, nanti dapet duitnya dari mana dong?

Kalau jawaban kamu “dari investor”.

Ehm. Coba deh, di review ulang bisnisnya. Pada dasarnya, startup itu harusnya menghasilkan duit. Istilah ‘bakar duit’ itu cuma diperlukan untuk akselerasi. Kalau pada dasarnya bisnis kamu sudah oke, ketika investor masuk dan kamu mulai bakar duit, itu sebenernya kamu udah di jalan yang benar.

Startup kamu bisa menjawab ini?

Dari salah satu bukunya, Guy Kawasaki bilang, bisnis model yang bagus, itu harus bisa menjawab 2 pertanyaan;

  1. Who has your money on their pocket?
  2. How are you going to get it into your pocket?

Terkesan simpel, tapi kalau ditelaah, penjabaran dari pertanyaan tersebut banyak banget.

Mulai dari monetizing strategy, target market, product market fit. Wah, banyak banget deh.

Bikin startup itu, gak selalu manis

Jadi, setelah membaca beberapa paragraf artikel di atas, kamu beneran, pengen bikin startup? Atau mau kerja dulu?


Gilang Gibranthama is a startup enthusiast and self-proclaimed himself as a futurist.

Currently working as Head of GO-MASSAGE at GO-JEK.

Just opened Thana, a side project of pro-bono consultancy for career and personal goals.

Reach me at gibranthama@gmail.com