Angin di Pucuk Partai Beringin Terlalu Kencang bagi Airlangga

Indra Buwana
Binokular
Published in
3 min readAug 15, 2024

Airlangga Hartarto menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) melalui sebuah video. Video yang lantas diunggah di kanal YouTube beberapa media nasional pada 11 Agustus 2024 itu berisi rekaman pernyataaan Airlangga yang mundur.

“Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dan dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan bismillahhirrohman nirrohim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Pengunduran ini terhitung sejak semalam, Sabtu, 10 Agustus 2024,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.

Ia melanjutkan, Golkar akan mempersiapkan penggantian kepengurusan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku di Partai Golkar. Semua proses tersebut akan dilakukan secara damai, tertib, dan menjunjung tinggi marwah Partai Golkar.

Golkar Siapkan Pengganti

Setelah ditinggalkan Airlangga, Partai Golkar segera melakukan proses organisasi untuk menyiapkan penggantinya. Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar digelar pada hari Selasa (13/8/2024) untuk menentukan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Partai Golkar. Keputusan dari rapat tersebut menetapkan Wakil Ketua Umum Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita menjabat sebagai Plt. Ketua Umum Golkar.

“Secara musyawarah dan mufakat saya diberikan amanah untuk memimpin partai Golkar sebagai Plt Ketum Golkar dan tugas utama saya sebagai Plt Ketum Golkar adalah mengantarkan Golkar menuju Rapimnas dan Munas ke-11,” kata Agus.

Agus yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian tersebut turut menyebut tentang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar pada 20 Agustus 2024 pagi di Jakarta. Pada malam hari masih di tanggal yang sama, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar diagendakan untuk dibuka.

Jadwal Munas Golkar itu dimajukan dari rencana semula pada Desember 2024. Urgensi itu muncul untuk mengisi kekosongan posisi Ketua Umum yang ditinggalkan Airlangga sejak 10 Agustus lalu. Munas yang menjadi luar biasa itu didahului Rapimnas untuk membahas sejumlah isu strategis terkait arah partai ke depan.

Jelang Munas, sejumlah nama mencuat untuk menduduki posisi Ketua Umum Golkar. Beberapa nama yang muncul antara lain Bahlil Lahadalia, Bambang Soesatyo, hingga Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah menjabat sebagai Plt. Ketua Umum.

Golkar di Bawah Airlangga

Golkar memiliki prestasi mentereng di bawah kepemimpinan Airlangga. Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu, Golkar berhasil mendapatkan 23.208.654 suara pemilih atau 15,29 persen dari jumlah suara total.

Raupan suara itu menempatkan Golkar di posisi kedua, hanya di bawah PDI-P dengan raihan 25.387.279 suara atau 16,72 persen. Golkar dikalkulasi akan menempatkan 102 kadernya untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Performa Golkar dalam Pileg 2024 tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan capaian Pileg 2019. Golkar yang telah dipimpin Airlangga sejak tahun 2017 tersebut mencatatkan 17.229.789 suara atau 12,3 persen dari total suara sah pemilih. Capain tersebut menempatkan Golkar di peringkat ketiga pemenang Pileg 2019 setelah PDI-P dan Gerindra. Golkar menduduki 85 kursi di DPR kala itu.

Golkar di bawah Airlangga pun selalu dekat dengan penguasa. Posisi Airlangga sebagai Menko Perekonomian tidak lepas dari peran Golkar yang turut mengusung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Belum lagi posisi Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Di Pilpres 2024 pun, Golkar secara strategis menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang berhasil keluar menjadi pemenang. Peran Golkar berpotensi membawa keuntungan pada Golkar pada saat pemerintahan baru telah berjalan.

Anomali Mundurnya Airlangga

Lalu, apa yang menyebabkan Airlangga mundur? Sebelum Airlangga mundur, Golkar tengah dibayangi isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Munaslub digadang-gadang akan digelar untuk melengserkan Airlangga dari kursi ketua umum.

Dalam sebuah video yang diunggah beberapa hari sebelum mundurnya Airlangga, Luhut sebagai Ketua Dewan Penasihat mengaku terkejut dengan adanya wacana Munaslub. “Apa yang salah dengan Ketua Umum Golkar, Saudara Airlangga? Saya di kabinet sama-sama dengan dia dan dia melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan menurut saya, Golkar dalam kepemimpinan dia itu juga mencapai prestasi yang cukup baik,” kata Luhut dalam video tersebut.

Selengkapnya baca di sini.

--

--