Newton dan Pemikirannya

Beberapa pemikiran yang mampu dicetuskan Newton telah membuka pandangan manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari peradaban sebelumnya. Tentunya juga membuat siswa dan mahasiswa ─seperti saya─ dibuat pusing bukan main dengan pemikirannya. Misalnya dalam bidang matematika, Newton berhasil menemukan kalkulus yang telah banyak berguna di kehidupan manusia. Walaupun sampai kepergiannya, kalkulus belum menjadi sesuatu yang matang karena kata Richard Courant, “Kalkulus adalah perjuangan intelektual dramatik yang berlangsung selama 2500 tahun.” Kita berhutang banyak pada penemuan kalkulus yang membantu kehidupan kita, baik di bidang yang berhubungan dengan teknologi sampai ke bidang ekonomi. Memang catatan sejarah mengatakan bahwa Newton bukan satu-satunya orang yang pertama kali mengembangkan kalkulus, mengingat masih ada Leibniz yang secara bersamaan mengembangkan hal yang sama. Tetapi Newton memiliki nilai lebih karena dia berhasil menginterpretasikan kalkulus ke ranah fisik dengan ketiga hukumnya. Newton telah berhasil membuka pandangan kita mengenai pergerakan benda. Hal ini membawa sebuah kemajuan besar di bidang sains dan rekayasa yang berkaitan dengan sistem statis dan dinamis.

Kemampuan Newton untuk merumuskan pergerakan benda telah mengubah cara pandang manusia. Manusia mulai merasa bisa memprediksi segala hal dengan hukum-hukum Newton. Hukum-hukum Newton mengenai pergerakan bertahan selama beratus tahun dan tidak ada yang membantahnya. Meskipun hal ini pada akhirnya dikoreksi ketika kita menelisik ke ranah kuantum yang membuat hukum Newton seakan tak berarti.

Satu hal lain yang benar-benar menjadi gebrakan besar yang dilakukan Newton adalah merumuskan hukum Gravitasi. Newton sendiri mendefinisikan gravitasi sebagai sebuah gaya non kontak antara dua benda bermassa. Ini adalah sebuah jawaban dari pertanyaan filosofisnya, “Mengapa benda jatuh ke bawah?” Mungkin, kalau saya hidup di masa yang sama dengan Newton dan mendengarnya bertanya seperti itu, saya akan tertawa dan berkata, “Jatuh ya memang ke bawah, kalau ke atas namanya terbang.” Saya sangat kagum dengan kemampuan Newton untuk mengungkapkan pertanyaan filosofisnya dan mencari jawaban atas pertanyaannya sehingga tercetuslah hukum Gravitasi Newton. Meskipun pada akhirnya hukum ini dikoreksi dan dipertajam dengan gagasan Albert Einstein yang mendefinisikan gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu yang disebabkan massa. Baik hukum Newton mengenai gravitasi maupun hukum Newton mengenai pergerakan, tidak dinyatakan runtuh meskipun telah ada hal yang menyanggahnya karena dua pemikiran Newton tersebut masih bisa diaplikasikan dalam kasus yang lebih mudah teramati dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi saya, sebuah pemikiran tetaplah pemikiran dan tak akan mati. Pemikiran yang baik adalah pemikiran yang mampu memberikan pencerahan kepada banyak orang. Seperti halnya pemikiran Newton yang tak mati, masih terus diajarkan dan dikaji hingga sekarang.

Like what you read? Give Muhammad Jihadil a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.