Cerita Tentang Pria Seabad

Sebuah ulasan buku The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Dissappeared

Judul : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Dissappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Jumlah halaman : 508 hlm.

Jonas Jonasson menciptakan tokoh utama bernama Allan Karlsson, seorang pria (atau lebih tepatnya kakek-kakek) berumur 100 tahun dari sebuah kota kecil di Swedia. Pada hari ulang tahunnya yang ke-100, tokoh Karlsson tiba-tiba saja ingin kabur dari panti jompo yang selama ini jadi tempat ia menghabiskan sisa hidupnya. Ia hanya ingin pergi jauh dari sana. Tapi ia tak paham juga kenapa. Selama ini pun, perawatnya, Alice, tak kurang baik padanya. Ia hanya sering tak diperbolehkan minum minuman keras. Hanya itu kira-kira yang dibencinya dari Alice. Lalu, kaburlah Karlsson. Ia tak membawa apapun dan hanya beralaskaki sandal kamar mandi. Karena ulahnya ini, Karlsson menjadi orang paling dicari Alice hingga melibatkan jaksa, wartawan, penjahat dan walikota tempat tinggalnya itu.

Flashback. Karlsson dulunya adalah ahli peledak. Tidak, sebenarnya dia hanya amatiran yang brutal ditambah jam terbang yang cukup tinggi. Maka sebut saja dia ahli. Selain itu, di masa mudanya Karlsson juga seorang maestro dalam urusan melarikan diri. Ia cerdas tetapi brutal dan barangkali memiliki nyawa berlapis-lapis, atau lebih tepatnya keberuntungan berlapis-lapis. Akibat kemampuannya itulah, Karlsson bisa menjadi salah satu tokoh penting dalam perang dunia dengan segala kericuhannya. Barangkali cerita ini akan lebih menyenangkan lagi buat anda yang paham sejarah, terutama perang dunia dan konspirasi bom nuklir.

Bertahun-tahun berkelana di Spanyol, Amerika, Iran, Tiongkok, hingga ke Himalaya, kehidupan Karlsson benar-benar tidak pernah terlepas dari petualangan nekat. Sampai-sampai Jonasson bisa membuat cerita bahwa Karlsson berhubungan dengan Truman dan Stallin, hingga menjadi bagian dari misi mereka pada kemelut perang dunia. Karlsson bahkan sempat menjadi agen CIA hingga melalui masa berbagai generasi presiden Amerika. Agak aneh, tapi terasa nyata.


Saya kagum dengan segala koneksi pada cerita yang ditulis Jonasson. Se-ekstrim apapun, atau lebih tepatnya, se-gila apapun potongan-potongan ceritanya akan selalu berujung lucu, sehingga peristiwa sejarah dalam ceritanya menjadi mudah dikunyah, karena sangat renyah. Oh, dan satu lagi, Indonesia tidak ketinggalan ambil bagian dalam cerita yang ditulis Jonasson ini. Jonasson menceritakan sedikit kondisi indonesia pada tahun-tahun awal kepemimpinan Soeharto. Lalu, anda pasti lebih tidak habis pikir lagi dengan salah satu segmen dalam buku ini yang menceritakan pengalaman Allan Karlsson di Indonesia.

Namun, ekspektasi saya agak terbentur dengan akhir dari cerita Karlsson, sang pria seabad, yang agaknya bisa dibuat lebih baik, setidaknya menurut saya. Saya kira dunia terlalu baik pada Karlsson. Saya membayangkan dia mati dengan cara yang tragis atau menyedihkan. Ternyata tidak. Tetapi, kesan tentang keseluruhan cerita yang dibuat Jonasson ini tetap membekas dengan baik di pikiran saya dan berhasil membuat saya ingin bertemu dengan pria ini. Atau setidaknya melihat kuburannya.

Novel ini ditulis dengan alur maju mundur dan dengan tokoh pendukung yang cukup banyak. Maka anda harus bersiap-siap mengingat semuanya supaya tidak “loading” dulu ketika tiba-tiba Jonasson mengembalikan cerita kepada tokoh yang sudah hilang agak lama dari segmen-segmen cerita yang anda baca. Lalu, walaupun yang saya baca ini adalah versi bahasa Indonesianya, saya kira penerjemahnya cukup cerdas dalam menerjemahkan tulisan Jonasson dan sepertinya tidak mengurangi kelucuan bahasa yang digunakan Jonasson pada versi aslinya. Sehingga buku ini sangat recommended buat anda yang ingin membaca novel komedi yang “tidak ringan”.


Selamat membaca :)

-Icha Ludyawati