DERA CIDERA

Selama di UGM ku mencoba bisa memiliki kontribusi terhadap kampus dengan menjadi atlet-mahasiswa. Ada dua olahraga yang turut ku ikuti dan alat pendukung dengkul ini menjadi saksi berkeringat aktivitasku bergulat dengan nyeri dan trauma.

Kejadiannya 2012 saat tanding antar fakultas. Pertandingan yang memang seru dan adrenalin sangat dipacu. Hingga satu titik aku yang berada di plate home ditabrak pemain lawan yang besarnya dua kali. Saat kejadian benturan tersebut ada bunyi “krak” yang sepersekian detik membuatku agak panik.

Cedera itu masih ada hingga sekarang. Akan agak reda sebenarnya kalau sering digunakan tuk olahraga. Apalagi kalau beratku bisa lebih ringan.

Mangkanya tuk saat ini aku sedang dalam program pengurangan berat badan hingga hanya dua digit. Sekarang 111 Kg dan dalam upaya mencapai 99 Kg di bulan Februari. Mungkin terlihat mustahal namun selama desember aku tlah melenyapkan 4 Kg, mungkin dua bulan berikutnya bisa lebih baik dan tembus target.

Meski didera cidera lutut aku tetap bisa ikut serta dalam tim softball kampus. Memang agak dipaksa, namun dengan segenap semangat yang membuncah dengan lutut yang error ku bisa dapat dua piala peringkat tiga antar kampus nasional.

Tentunya ada banyak faktor lain yang bisa mendorong ku tuk turut terus ingin bela kampus meski dalam kengiluan berlebih. Teman di lapangan, luar lapangan, pelatih dan juga.. ehm mantan.

Cedera ini memberikan banyak pelajaran. Banyak. Dan semua pelajaran yang ada sedang kupelajari kembali. Agar bisa bugar kembali, jasmani dan rohani.