8 Tips Agar Clodi Tidak Bocor

Banyak Bunda yang mengeluhkan kenapa clodi yang dipakai babynya gampang bocor. Padahal, baru dipakai 1–2 jam saja. Kondisi kebocoran ini makin mengusik terutama untuk Bunda yang baru pertama kali mencoba nikmatnya clodi. Ditambah sebelumnya memakai popok sekali pakai tanpa kebocoran walau dipakai lebih dari 8 jam!

Pengalaman kebocoran clodi tampak sangat menyiksa batin serasa rugi luar dalam. Namun, tahukah Bunda, terjadinya kebocoran pada clodi selain disebabkan oleh kualitas clodi yang buruk, juga bisa jadi akibat perawatan yang salah!

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kebocoran pada clodi, Bunda harus melakukan hal-hal berikut ini:

1. Beli Clodi yang Berkualitas

Clodi yang berkualitas memiliki desain dan bahan kain yang mampu menyerap dan menahan pee sekaligus mencegah terjadinya kebocoran, baik dari belakang, dari samping, maupun dari depan.

Di bawah ini adalah beberapa contoh desain dan bahan clodi yang berkualitas.

2. Lakukan Prewash Terhadap Clodi yang Baru Dibeli

Pastikan clodi baru dicuci terlebih dahulu (pre wash) sebelum digunakan. Lakukan pre wash sesuai dengan petunjuk yang diberikan pabrikan clodi tersebut. Tujuan pre wash ini adalah untuk membuang residu zat-zat yang menempel saat produksi clodi tersebut.

Selain itu, manfaat lainnya adalah prewash dapat memaksimalkan fungsi insert untuk menyerap dan menampung pee baby. Clodi yang tidak di-pre wash dan langsung digunakan bisa berpotensi mengalami kebocoran.

Saat mencuci clodi, disarankan menggunakan sabun cuci yang aman dan direkomendasikan oleh pabrikan clodi, yaitu yang bebas dari bahan pemutih dan pelembut. Pastikan Anda mencuci clodi dengan menggunakan sabun cuci yang cocok untuk clodi sehingga kualitas clodi tetap terjaga.

3. Gunakan Liner Kalau Kulit Pantat Baby Menggunakan Cream / Lotion

Pastikan saat menggunakan cream / lotion (misalnya saat ruam popok), Bunda juga menggunakan liner (di indonesia disebut fleece liner) di atas permukaan inner clodi. Fungsi liner ini untuk menghindari paparan cream pada inner clodi. Karena inner clodi yang terpapar cream / lotion akan bersifat repellent (menolak air) sehingga menyebabkan clodi menjadi bocor.

Fleece Liner merk GG beserta cara pemakaiannya :)

4. Posisikan Clodi Secara Benar Saat Menjemur

Untuk proses pengeringan clodi yang basah setelah dicuci, maka clodi HARUS dijemur dengan memposisikannya secara benar. Posisi yang benar ialah clodi harus diposisikan secara horisontal (memanjang dari kanan ke kiri, atau kiri ke kanan / bukan memanjang dari atas ke bawah atau bawah ke atas), lalu dijemur dengan menekuk bagian tengahnya.

Begini cara menjemur clodi yang benar. Dengan cara menjemur yang seperti ini, karet clodi tidak akan mengalami pengenduran yang bisa mengakibatkan kebocoran pada clodi.

Bila salah memposisikan clodi saat menjemur, yaitu memposisikan clodi secara vertikal (memanjang dari atas ke bawah atau bawah ke atas) lalu menjemurnya dengan menekuknya di bagian tengahnya, maka clodi akan rusak akibat karet yang terus-menerus tertarik ke bawah akibat adanya gaya gravitasi. Bila karet terus-menerus tertarik maka karet akan longgar sehingga memungkinkan terjadinya kebocoran pada clodi!

Intinya, memposisikan clodi secara salah saat menjemur akan menyebabkan karet clodi menjadi tidak elastis lagi alias longgar dan kelonggaran pada karet itulah yang menyebabkan clodi menjadi bocor.

Di bawah ini adalah foto cara-cara menjemur yang salah, yang harus Bunda hindari agar karet clodi tidak longgar.

5. Ganti Clodi Setelah Pemakaian 3–4 jam

Kapasitas daya tampung insert sangat terbatas. Karena itu, maksimal pemakaian clodi adalah 3–4 jam saja. Kalau Bunda terus memaksakan baby harus memakai clodi lebih dari 4 jam, maka akan menyebabkan kebocoran akibat cairan yang ada sudah melebihi kapasitas dari yang bisa ditampung oleh clodi.

Jangan lupa untuk mengganti clodi setiap 3–4 jam sekali atau ketika baby selesai BAB :)

Adapun saat baby sedang tidur malam hari, boleh digunakan selama lebih dari 4 jam, karena biasanya saat baby tidur, pipis baby lebih sedikit dibandingkan saat ia aktif beraktivitas di siang hari.

6. Pakaikan Clodi Secara Rapi

Memakaikan clodi secara rapi adalah keharusan. Pasalnya, kalau Bunda memakaikan clodi pada baby secara tidak rapi (misalnya, melonggarkan clodi), maka clodi memiliki potensi kebocoran.

Pemakaian clodi secara rapi akan mencegah terjadinya kebocoran pada clodi :)

Jangan khawatir baby akan kesempitan karena clodi sudah memiliki karet elastis di bagian lingkar paha yang bisa menyesuaikan dengan tubuh ukuran paha baby. Justru kalau Bunda memakaikan clodi pada baby secara longgar, maka baby tidak akan merasa nyaman saat memakainya.

7. Patuhi Aturan dalam Mencuci dan Merawat Clodi

Pelajari cara merawat clodi yang benar agar clodi yang Bunda miliki awet dan tahan lama serta terjaga kualitasnya.

Perawatan dan pencucian clodi harus sesuai dengan yang disarankan oleh pihak produsen. Panduan cara mencuci clodi yang benar bisa Bunda baca di sini.

8. Lakukan Stripping Rutin Sebulan Sekali

Stripping adalah cara untuk menghilangkan residu dari clodi. Residu ini dapat disebabkan karena timbunan deterjen, sabun, atau pelembut. Timbunan residu ini dapat menyebabkan bau dan menyebabkan clodi menjadi bersifat repellent (menolak air). Clodi yang bersifat repellent adalah salah satu penyebab terjadinya kebocoran pada clodi.

Untuk mengatasinya, lalukan stripping. Caranya adalah sebagai berikut, yaitu cuci dan bilas dengan air bersih tanpa deterjen sampai tidak muncul busa. Setelah itu lakukan proses pengeringan seperti biasa.

Jangan lupa untuk melakukan stripping minimal sebulan sekali :)

Demikian 7 Cara Mencegah Terjadinya Kebocoran pada Clodi. Lakukan 7 langkah di atas agar clodi kita tetap terjaga kualitasnya dan tahan lama.

Selamat mencoba!(*)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.