Mengenal Istilah-istilah dalam Dunia Clodi

Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang,” maka untuk bisa menumbuhkan rasa suka terhadap cloth diapers (clodi), kita perlu mengenalnya dengan baik. Sebab, tak jarang, ditemukan beberapa ibu-ibu yang lebih memilih popok sekali pakai (pospak) dibandingkan clodi karena ketidaktahuan mereka terhadap clodi. Karena itu, bagi Bunda yang belum mengetahui tentang clodi, yuk cari tahu arti dari istilah-istilah yang berkaitan dengan clodi.


Cloth Diapers — cloth diapers atau biasa disingkat dengan sebutan clodi adalah popok yang terbuat dari kain khusus yang bisa menahan urine dan pup. Bahannya yang terbuat dari kain membuatnya bisa dicuci dan dipakai berulang kali; dan asalkan dirawat sesuai dengan cara yang dianjurkan, clodi bisa awet selama ± 3 tahun.

Cover — bagian clodi yang berfungsi sebagai lapisan luar yang bersifat waterproof (anti air) dan lapisan dalam yang memiliki bahan lembut. Bagian luar cover biasanya terbuat dari bahan polyurethane laminated (PUL), sedangkan bagian dalamnya biasanya terbuat dari suede, microfleece, dan bamboo. Pengaitnya berupa snap atau velcro.

Soaker  lapisan penyerap urine yang diletakkan di atas inner (bukan di dalam kantung / pocket).

Insert — lapisan penyerap urine yang diletakkan di dalam kantung / pocket.

Doubler — lapisan penyerap tambahan untuk memperbesar daya tampung clodi saat diperlukan perlindungan ekstra, pada saat malam hari misalnya.

Liner lapisan tipis dari kain yang ditempatkan di atas permukaan inner yang berfungsi sebagai pencegah agar pup tidak terlalu mengotori inner atau soaker, atau dalam kata lain, sebagai pencegah agar pup tidak meninggalkan noda di atas inner sehingga memudahkan Bunda dalam membersihkan inner atau soaker. Liner ini juga sama seperti clodi, yaitu bisa dicuci dan dipakai berulang kali.

Selain itu, liner juga berfungsi mencegah krim (bila pantat bayi memakai obat berbentuk krim untuk pengobatan ruam popok) mengenai inner atau soaker. Sebab, jika krim terpapar dengan inner atau soaker, maka inner atau soaker bisa berubah menjadi bersifat repellent (menolak air), sehingga untuk menghindarinya perlu diletakkan liner di atas inner atau soaker agar krim tersebut hanya mengenai liner saja dan tidak mengenai inner atau soaker.

Lantaran liner biasanya bersentuhan langsung dengan kulit bayi, maka liner biasanya terbuat dari bahan microfleece yang memang aman dan lembut untuk kulit bayi. Karena itu pula, liner terkadang juga disebut fleece liner.

Inner Gusset — jahitan kerut yang terletak di lapisan inner yang berfungsi meminimalkan peluang terjadinya kebocoran samping dan menjaga pup tidak ‘meleber’.

Leg Gusset — jahitan kerut di daerah paha yang fungsinya menjaga agar pup bayi tidak mudah tercecer keluar. Leg gusset ini menjaga agar lingkar paha tertutup sempurna untuk memperkecil peluang terjadinya kebocoran samping.

AIO — All-In-One diaper. Sesuai namanya, clodi jenis ini berdiri sendiri tanpa perlu menggunakan lapisan penyerap tambahan. Jenis ini yang paling menyerupai pospak, karena merupakan one-piece diapering system. Perbedaannya dengan pospak, kalau setelah dipakai pospak harus dibuang, maka AIO ini setelah dipakai bisa dicuci dan setelah kering bisa dipakai kembali.

Lapisan penyerap AIO dijahit menempel atau menyatu pada clodi. Kelebihannya, karena menggunakan sistem one-piece, maka sifatnya praktis dan mudah digunakan. Dengan AIO, kita tak harus membawa-bawa kain penyerap terpisah bila bepergian. Kekurangannya, AIO lebih lama kering bila dijemur karena punya lapisan penyerap yang tebal. Kekurangan lainnya, AIO lebih sulit dibersihkan dibandingkan clodi jenis lain.

AI2 — All-In-Two sebenarnya agak serupa dengan AIO hanya saja material lapisan penyerap tidak dijahit menyatu dengan clodi. Lapisan penyerapnya adalah satuan terpisah yang tidak menempel pada clodi, sehingga dalam penggunaannya, lapisan penyerap tersebut harus dilampirkan atau disampirkan di atas inner clodi.

Menurut kami, clodi model ini serupa juga dengan pocket diaper yang merupakan two-piece diapering system. Perbedaannya, clodi model pocket lapisan penyerapnya dimasukkan ke dalam kantung, sedangkan dalam AI2 lapisan penyerapnya disampirkan saja di atas inner.

AI2 memiliki satu kelebihan, yaitu lebih cepat kering bila dibandingkan dengan AIO. Adapun kekurangannya, AI2 agak kurang praktis dibanding AIO karena kita mesti membawa lapisan penyerap terpisah.

Pocket Diapers — Popok dengan sistem kantong ini hampir serupa dengan AIO atau AI2. Outer-nya terbuat dari bahan yang waterproof dan innernya terbuat stay-dry material seperti microfleece atau suede. Perekatnya bisa berupa snap atau velcro. Perbedaannya, clodi jenis ini mempunyai kantung sebagai wadah untuk memasukkan insert pada saat popok digunakan, dan insertnya bisa dikeluarkan pada saat pencucian.

Clodi model pocket memiliki beberapa kelebihan dibandingkan clodi model lain, yaitu :

  • bahan pengisi pocket bisa ditentukan sesuai keinginan;
  • lebih mudah dicuci bila dibandingkan AIO, karena insert-nya bisa dipisahkan dari cover-nya;
  • kelihatan ramping bila dipakai dengan tidak terlalu memasukkan banyak insert (agar kelihatan ramping, cukup masukkan 1 insert saja).

Walau banyak kelebihan, clodi model pocket juga memiliki kekurangan, di antaranya:

  • membutuhkan insert sehingga tidak sepraktis AIO;

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa clodi sistem pocket ini merupakan terobosan paling inovatif dalam dunia per-clodi-an. Saat ini, pocket diaper nampaknya jadi pilihan yang paling populer di antara clodi jenis lain.

Bamboo — salah satu jenis kain yang paling sering digunakan sebagai bahan inner dan insert. Selain memiliki tekstur yang lembut, bamboo juga memiliki daya serap yang tinggi. Clodi berbahan bamboo dianjurkan untuk dicuci (pre-wash) lebih dari 6 kali sebelum digunakan.

Microfleece/fleece— salah satu jenis kain yang paling sering digunakan sebagai bahan inner dan liner. Microfleece dapat menyerap air ke lapisan bawah secara efektif, sehingga dapat menjaga kulit bayi agar terasa tetap kering dan nyaman saat menggunakan clodi.

Microfiber — salah satu jenis kain yang paling sering digunakan sebagai bahan insert clodi. Daya serapnya yang tinggi bisa menyebabkan kulit menjadi kering apabila bersentuhan lama dengannya. Karena itu, microfiber biasa digunakan sebagai bahan insert untuk clodi model pocket. Kalaupun digunakan sebagai soaker untuk clodi model cover, biasanya bahan microfiber tersebut dilapisi oleh bahan microfleece sehingga kulit bayi tidak bisa bersentuhan langsung dengan bahan microfiber.

Polyurethane Laminated—bahan ini bersifat waterproof, karena itu sering digunakan sebagai bahan outer.

Snap —bagian clodi yang berfungsi mengatur ukuran clodi sehingga pas di tubuh bayi. Biasanya terbuat dari bahan plastik yang kuat sehingga aman untuk bayi (tidak seperti bahan metal yang dapat berkarat apabila terkena urine si kecil).

Velcro— bagian clodi yang berfungsi untuk mengaitkan antara dua ujung clodi. Berbeda dengan snap yang untuk pemasangannya harus ditekan dengan agak kuat sampai terdengar bunyi “klik”, velcro cukup ditempelkan saja.

Clodi model velcro bisa dipasang dengan mudah, tetapi juga bisa dilepas dengan mudah bahkan oleh bayi yang tangannya sudah aktif bergerak. Karena itu, clodi model velcro biasanya diperuntukkan untuk bayi baru lahir hingga berat badannya mencapai 10 kg. Apabila bayi tangannya sudah aktif dan mampu melepas velcro, maka disarankan agar bayi juga memakai celana tambahan untuk mencegahnya dari melepas-melepas velcro.


Demikian penjelasan arti dari beberapa istilah penting dalam dunia clodi. Semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi Anda yang belum atau baru mengenal clodi sehingga Anda tertarik untuk segera beralih ke clodi.(*)