Google Design Sprint

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Apa kabar guys? Udah lama ngak tulis artikel lagi di medium. Hari ini saya ingin membagikan sebuah ilmu baru (bagi saya). Namun tidak ada hubungan dengan dunia technical di Android. Tapi mengenai cara membangun atau pun validasi ide untuk pembuatan fitur aplikasi yang akan kita buat. kebetulan kemarin saya bersama teman-teman dari CodeLabs Unikom mengadakan workshop dengan tema “Google Design Sprint” bareng komunitas UXID Bandung. Lalu, apa sih Google Design Sprint?

“Google Design Sprint adalah sebuah kerangka kerja untuk sebuah tim untuk memecahkan dan mengetest sebuah masalah design dalam waktu 2–5 hari”

Secara umum ada 6 tahapan yang harus dilewati. Namun kita bisa menyesuaikan langkah tersebut dengan kebutuhan team. Namun jauh sebelum itu saya memperkenalkan suatu rule yang berperan sangat penting menjalankan Google Design Sprint yaitu “Sprint Master”. Sprint Master memiliki peran mirip seperti Scrum Master dalam dunia scrum yaitu untuk memanajemen pekerjaan serta mengatur fokus tim untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu seorang Sprint Master harus berusaha untuk mengatur tim yang dimiliki dan memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana.

Diawal workshop kami disuruh untuk berdikusi untuk mencari masalah dari aplikasi yang ingin kami coba perbaiki. disini kami mengambil sebuah masalah pada aplikasi LINE. Pada aplikasi terutama di chat grup kita tidak bisa mengetahui siapa saja orang yang telah membaca pesan yang kita sampaikan sehingga orang cenderung tidak menggunakan LINe untuk chat group. sehingga goal yang kami tentukan adalah “Design fitur look people read untuk mengetahui siapa saja yang telah membaca pesan kita pada aplikasi LINE”. Dimana challenge yang kami hadapi yaitu “How might we (HMW) design a feature look people read to know who people read our message?”. Adapun tahap pertama yang kami lalui yaitu :

Understand

Ditahap ini adalah tahap yang sangat penting. Sebab ketika kita salah di tahap ini maka tahap berikutnya akan dipastikan salah. Kita dituntut untuk menentukan kebutuhan user, kebutuhan bisnis dan kapasitas teknologi. Disini kami menentukan kebutuhan user yaitu “user membutuhkan penyampaian informasi yang tepat sasaran dalam suatu chat group dan juga menghindari miscomunication karena tidak membaca chat. ”. adapun business goals dan success metrics kami yaitu meningkatkan tingkat keaktifan chat di aplikasi LINE dimana kami mengestimasi sabanyak 10% peningkatan keaktifan user di group chat sehingga user tetap menggunakan LINE sebagai media komunikasi group chat. Seteah itu kami mengambil 3 aplikasi sejenis yitu WhatsUp, BBM, dan Facebook Messanger. dan menentukan apa yang kami sukai dan yang tidak kami sukai utnuk memberikan inspirasi.

Define

Disini kami menentukan fokus elemen yang akan kami perbaiki. Disini fokus kami pada balon chat bagaimana cara menampilkan daftar orang yang telah membaca chat kita dengan Informative,Easy dan Fast. Lalu berikutnya kami menentukan target user dari fitur tersebut. Kami menentukan target user kami yaitu User di usia sekitar 13 -35 tahun serta aktif diorganisasi sebab rata-rata pengguna LINE disekitar usia tersebut dan rata-rata grup chat digunakan untuk media komunikasi organisasi atau komunitas. Dan mereka membutuhkan deliver informasi kepada orang yang tepat agar tidak miscommunication. Sebenarnya ada beberapa metode yang harus dilakukan namun kami lewati karena kurang sesuai kebutuhan. Yaitu metode Design Principles dan The First Tweet.

Diverge

Pada tahap ini kami untuk mengexplore banyak ide untuk merancang fitur tersebut. Disini kami disuruh untuk bekerja secara individu untuk merancang fitur tersebut pada kertas A4 yang dibagi 8. Dari 8 ide tersebut nantinya akan dibangun sebuah big idea.

Decide

Disini kami memilih ide terbaik untuk membuat 1 big idea. Cara menyatukan semua ide tersebut menjadi satu yaitu melakukan zen voting. Dimana kita melakukan voting secara cepat tanpa banyak berargumen. voting bisa dilakukan berdasarkan elemen atau lainnya. Disini peran sprint master sangat penting karena harus menyatukan banyak ide menjadi satu. ada satu metode yang unik yaitu kita bisa mereview dengan metode thingking hats. Dimana setiap orang menilai dengan peran masing masing seperti Optimist,Pesimist,Ide Generator,Technical dan Uder Advocate.

Note :
Tahap berikutnya yaitu Prototipe dan validate tapi kami tidak melakukannya karena kekurangan waktu :D

Prototype

Dari sketch tersebut kita buat sebuah prototype baik itu berupa mock up ataupun physical prototype yang “real enough to feel” utnuk mendapatkan feedback dari user.

Validate

Uji protipe yang kalian buat kepada user yang sesuai dengan taget user kalian atau pun business stakeholder dan expert dibidang tersebut. Cara untuk validasi ide tersebut yaitu Usability Testing. Untuk mengetahui feedback dari user. Mungkin untuk usability testing tidak bisa saya jelaskan sacara detail disini.

Mungkin ini saja yang bisa sampaikan. Sebelumnya saya mohon maaf jika ada yang salah dalam penulisan ini. Sebab saya masih awam dibidang UX ataupun User Research. Adapun slide yang digunakan ada di bawah ini. Namun bukan beliau yang menyampaikan sebab beliau berhalangan hadir. Stay Hungry Stay Foolish ^_^