User Centered Design

User centered design (UCD) adalah proses desain yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Produk yang dikembangkan dengan pendekatan UCD, dioptimalkan untuk end-user serta ditekankan pada bagaimana kebutuhan atau keinginan end-user terhadap penggunaan suatu produk. Desain dirancang dengan adaptasi terhadap behavior atau perilaku pengguna dalam menggunakan produk sehingga produk yang dikembangkan tidak memaksa pengguna untuk mengubah perilakunya ketika menggunakan produk tersebut. Tujuannya adalah agar produk yang dikembangkan dapat bermanfaat serta mudah digunakan bagi pengguna.

User Centered Design vs Human Centered Design

User Centered Design dan Human Centered Design banyak digunakan untuk saling menggantikan dalam konteks yang berbeda namun dianggap sama. Walaupun kedua istilah ini sebenarnya memiliki akar yang sama, gagasan yang hadir dilihat dari perspektif yang sedikit berbeda. Perbedaan tersebut secara sederhana, dapat dikatakan seperti berikut: pengguna suatu produk adalah manusia, namun tidak semua manusia merupakan pengguna produk tersebut

Berdasarkan gagasan yang dikutip oleh Tubik Studio, Human Centered Design adalah proses menciptakan hal-hal yang sangat berdasar pada karakteristik alami dari psikologis dan persepsi manusia. Di dalamnya tidak hanya terkait perancangan desain aplikasi, namun juga termasuk merancang furnitur, kendaraan, alat tulis, elektronik, dan sebagainya. Setiap desain objek dapat dibuat berpusat pada manusia berdasarkan psikologi, fisiologi, sosiologi dan sains lainnya yang menganalisis kehidupan manusia dan interaksi dengan lingkungan hidup. Dapat disimpulkan bahwa Human Centered Design menjadikan desain yang dirancang sesuai dengan sifat dan fitur psikologis yang khas untuk kelompok pengguna yang besar. Sedangkan User Centered Design, terfokus berdasarkan desain yang berpusat pada manusia dengan analisis target audiens yang lebih mendalam. Hal ini tidak hanya berkonsentrasi pada karakteristik dan persepsi manusia secara umum namun juga sifat dan fitur spesifik dari target pengguna. User Centered Design memperhatikan detail tentang target pengguna yang menjadi objek desain, seperti memperhitungkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan potensial, latar belakang profesional, environment penggunaan produk, ciri emosional dan persepsi fisik serta tingkat kesadaran teknologi dan faktor-faktor lainnya.

Aktivitas dalam User Centered Design

User Centered Design Activity — Credit : UX Mastery

UX Mastery mengatakan bahwa label untuk setiap fase dari aktivitas UCD mungkin saja berbeda dalam setiap perusahaan atau agensi. Mereka juga dapat membuat kesepakatan untuk fase tambahan di antara fase analysis dan design. Namun secara umum setiap proses UX dapat ditunjukkan seperti pada gambar di atas.

Strategy — Mengartikulasikan brand, prinsip panduan, dan visi jangka panjang dari sebuah organisasi. Strategi yang mendasari akan membentuk tujuan, apa yang diharapkan, bagaimana ukuran keberhasilannya (success metric), dan prioritas apa yang seharusnya ada dalam skema besar.

Contoh metode atau teknik yang digunakan: Competitor Analysis, Stakeholder Interview

Research — Proyek yang kompleks akan terdiri dari aktivitas user research dan competitor research yang signifikan, sementara proyek yang terbilang kecil aktivitas research dapat dilakukan dengan interview informal dan survei. Fase research merupakan kunci untuk menciptakan pengalaman pengguna yang tepat.

Contoh metode atau teknik yang digunakan: User Interview, Diary Study, Heuristic Review

Analysis — Tujuan dari tahap ini adalah untuk menarik wawasan dari data yang dikumpulkan selama fase research. Pada aktivitas ini, UX designer juga mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada end-user untuk membantu mengkonfirmasi valid atau tidaknya asumsi apa pun yang dibuat.

Contoh metode atau teknik yang digunakan: Persona, Affinity Diagramming, Experience Map

Persona Example — Credit: Pinterest

Design — Pada fase ini, UX designer meminta feedback dari pengguna mengenai ide-ide yang dirancang untuk diperbaiki secara iteratif. Ide-ide tersebut dapat diwakili oleh paper prototype, wireframe, dan sebagainya yang semuanya sengaja dibuat dengan low-fidelity untuk menunda percakapan yang berkaitan dengan identitas grafis, pencitraan brand atau detail visual.

Contoh metode atau teknik yang digunakan: Paper Prototype, Wireframe, Mood Board, Collaborative Design, Design Sprints

Paper Prototyping — Credit: Lynda.com

Production —Fase ini adalah ketika desain high-fidelity berperan, aset konten dan digital diciptakan, dan versi high-fidelity produk divalidasi dengan stakeholder dan end-user melalui sesi user testing. Pada fase ini UX designer berkolaborasi dengan developer untuk mendiskusikan ide rancangan yang dibuat.

Contoh metode atau teknik yang digunakan: Usability Testing, Beta Testing