9 Perubahan Travel Trend 2016

Penurunan harga minyak menumbuhkan kembali penerbangan jarak jauh. Travel trend di tahun 2016 ini pun kembali berkembang.
TAHUN lalu ada banyak perubahan dalam dunia traveling dengan munculnya beragam inovasi teknologi. Bagaimana travel trend tahun ini? Berikut 10 tren travel yang akan mengalami perubahan drastis seperti dilansir roadwarriorvoices.com
1. Hotel berfokus aktivitas anak-anak
Banyak Hotel akan memberi perhatian besar untuk kegiatan anak- anak (kids clubs). Westin Family Kids Club dan Rizt- Carlton seperti dikutip Starwood menyatakan akan memiliki ragam aktivitas anak dalam bentuk permainan hingga layanan spa.
2. Business traveler akan berbelanja dengan sistem points di bandara
Laporan Skift menyebutkan saat ini telah ada cara belanja di pertokoan bandara dengan sistem point. Setidaknya terlihat di United’s, sebuah popup shop di bandara Newark, Amerika. Dengan menjadi anggota Mileage Plus akan mendapatkan point di Miles Shop yang berlaku di beberapa restoran dan toko tertentu.
3. Airline passenger ikut menjadi penerbangan murah
Prediksi cheapflights.com untuk 2016 akan ada beberapa airline passenger seperti American Airlines dan Norwegian Air, yang akan ikut menjadi operator murah.
4. Kembalinya penerbangan jarak jauh
Penurunan harga minyak menurut cheapflights.com juga akan menumbuhkan penerbangan jarak jauh secara ekstrem. Sebagai awal terlihat pada Emirates yang memiliki penerbangan 17,5 jam dari Dubai ke Panama City (perdana 1 Februari 2016), Singapore Airlines akan terbang 19 jam dari Singapura ke New York (akan diluncurkan 2018), dan Qantas akan membuka penerbangan non-stop dari Australia ke Eropa (diluncurkan 2017).
5. Penambahan ruang bagasi di pesawat
Boeing 737 akan menambah hingga 50% ‘Bins Space’. Pesawat jenis ini sudah diadopsi oleh beberapa operator, termasuk Alaska Airlines, Delta, dan United Airlines.
6. Model baru bagi business traveler
Di masa lalu, pelancong bisnis tinggal di hotel berorientasi bisnis, sewa mobil, dan membawa tas mewah. Berkat startups, berbagai akomodasi alternatif, jadi diminati traveler bisnis yang menginginkan perjalan fleksibel .
7. Mencoba sebelum membeli
Perusahaan perjalanan mulai bereksperimen memakai virtual reality (VR) sebagai cara kreatif untuk menawarkan jasa mereka. Data booking.com 2016 menunjukkan peningkatan jumlah perusahaan perjalanan dan operator yang menggunakan VR. Bekerjasama dengan Google perusahaan travel memberi calon tamu pengalaman sebenarnya sebelum memilih perjalanan mereka.
8. Traveler melewati batas Negara
Data dari Booking.com menyakini dengan banyaknya informasi lokal, teknologi GPS, dan aplikasi panduan traveling akan membuat traveler berpetualang pergi ke negara-negara yang lebih jauh. Kuba, Iran, Sri Lanka, dan Myanmar menjadi lebih mudah diakses, sehingga menarik minat traveler.
9. Fenomena menginap di Rumah Kecil
Sejalan dengan teknologi gadget dan kursi pesawat semakin kecil, begitu juga dengan rumah. Setidaknya pendapat Maggie McCombs, seorang konten marketer di Creative Lodging Solution menyatakan rumah kecil akan menjadi pilihan terjangkau bagi traveler untuk menginap. (Ari/D-1)