Batik Loji Pekalongan, Penuh Warna dan Dinamis

Pekalongan, kota kecil di tepian jalur pantai utara (Pantura) memang pantas menyandang predikat Kota Batik atau City of Batik and Creativity. Tak hanya pusat grosir, berbagai butik batik berkelas banyak tersebar di kota tauto ini.

PADA 2 Oktober 2009 Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Indonesia pantas berbangga dan menetapkan tanggal sama sebagai Hari Batik Nasional.

Pekalongan tak bisa dipisahkan dalam perjalanan batik tampil mendunia. Jauh sebelum UNESCO mencanangkan hal itu, Pekalongan bersama beberapa kota lainnya telah menjadikan batik sebagai kekayaan budaya tak ternilai. Kendati, baru mempatenkannya pada 2003. Tak pelak, Pekalongan memang pantas tampil dengan branding mentereng, World City of Batik.

Saat ini Pekalongan tampil sebagai kota industri batik baik dalam skala besar, menengah, maupun kecil. Ibaratnya, tak ada sudut kota yang tak tersentuh batik. Laiknya industri, batik Pekalongan tampil makin penuh warna dan dinamis.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan menyebut positioning Pekalongan sudah jelas, yakni sebagai Kota Fashion, Kota Kreatif, serta Kota Jasa dan Produksi Batik. Tak hanya menjanjikan wisata belanja, namun pengalaman luar biasa bagi para pengunjung untuk lebih berakrab-akrab dengan batik.

Batik Modern Untuk Pesta (bajubatikmodel.com)

Batik Modern Untuk Pesta (bajubatikmodel.com)

Sungai Loji, Lambang Peradaban

Kota kecil yang berbatasan dengan Batang dan Pemalang itu tak bisa dipisahkan dari keberadaan Sungai Loji terkait perkembangan batik. Bahkan, sungai kecil ini disebut-sebut sangat berperan dalam menopang peradaban masyarakat Pekalongan.

Pada masanya, di kawasan sekitar Sungai Loji inilah dinamika kehidupan masyarakat Pekalongan berdenyut. Terutama terkait perkembangan batik yang telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Akulturasi budaya berbagai etnis seperti India, Arab, Cina, dan Eropa turut mewarnai perkembangan batik, baik dari sisi gaya berbisnis maupun motif. Jadi jangan heran jika penampilan batik Pekalongan begitu dinamis, penuh warna, dan berani menabrak pakem-pakem. Hasilnya, batik di kota pesisir ini tampil lebih atraktif, stylish, fashionable, dan dinamis.

Batik Pekalongan (id.indonesia.travel)

Batik Pekalongan (id.indonesia.travel)

Pasang surut industri lazim terjadi. Seiring kiblat batik yang makin diterima dunia, batik Pekalongan pun makin bergairah. Berbagai sentra industri batik bermunculan. Bahkan, Museum Batik kini menjadi ikon destinasi wisata Pekalongan yang wajib dikunjungi. Tak kurang 1.149 koleksi batik dari berbagai daerah tersimpan di museum ini.

Spirit dan dinamika Sungai Loji sebagai pusat peradaban pun menginspirasi hadirnya batik loji yang mengusung tagline tampil elegan dengan batik Pekalongan. Penampilan batik loji tak kalah dibanding brand-brand batik terkemuka di Nusantara.

Saat kebanggaan berbusana batik makin tinggi, batik loji tak mau ketinggalan berinovasi. Apalagi, saat batik menjadi busana wajib dikenakan pada sejumlah institusi pemerintah atau pun swasta dan sekolah-sekolah. Bahkan, batik menjadi busana resmi berbagai acara seremoni pemerintahan atau pun swasta. Batik kian berkibar dan benar-benar jadi primadona.

Inovatif, Mewah, dan Elegan

Karnaval Batik Pekalongan (karnavalpekalongan.blogspot.com)

Karnaval Batik Pekalongan (karnavalpekalongan.blogspot.com)

Jasa besar kota pesisir ini selain inovasi motif dan desain adalah suksesnya batik masuk di berbagai kalangan. Dulu, batik hanya menjadi busana kalangan priyayi kraton. Kini, batik sudah menjadi gaya hidup banyak kalangan.

Inovasi-inovasi yang dilakukan kian tanpa batas. Dalam berbagai acara dan kesempatan batik pantas dikenakan. Desain batik terus berkembang, baik untuk busana sehari-hari, pesta, atau pun acara formal. Begitu pun dengan materi dan bahan dasar untuk menyesuaikan daya beli. Hasilnya, batik menjelma sebagai trend fashion massal namun tetap gaya dan berkelas dengan sentuhan seni tinggi.

Batik loji Pekalongan tak mau ketinggalan hadir dalam berbagai pilihan, menyesuaikan selera dan daya beli. Selain batik tulis dengan teknik pengerjaan yang lebih rumit, batik juga hadir dalam bentuk cetak atau cap.

Sesuai tagline tampil elegan dengan batik Pekalongan, koleksi busana batik loji juga menjanjikan penampilan yang chic dan mewah. Motif dinamis dengan warna-warna berani menghadirkan koleksi busana batik yang tidak kalah disandingkan dengan brand-brand busana lainnya.

Batik Pekalongan juga membuktikan jika penampilan dinamis, mewah, dan elegan tidak perlu mahal. Padu padan dalam desain, motif, dan keberanian pewarnaan menjadi modal awal untuk tampil beda dan gaya namun tetap berpijak pada kearifan budaya.

Selera, daya beli, dan keberanian berinovasi melahirkan trend fashion yang beda dan gaya. Begitu pun dengan busana batik. Ada banyak pilihan pada batik loji untuk menopang penampilan yang lebih mewah dan elegan. Batik kelas grosir, supermarket, butik, atau pun adibusana, segalanya berpulang kepada para penikmat setianya. (Divdit)


Originally published at Destinasi Indonesia.