Candu Fotografi? Tuangkan Hasrat Foto di Belitung

Komunitas Foto Benk Studio menyarankan membidik keindahan Belitung antara April hingga September.

MENGABADIKAN keindahan itu seperti candu. Ingin terus berburu mendapatkan gambar-gambar memesona. Setidaknya perasaan seperti itu dirasakan anggota Komunitas Foto Benk Studio di Belitung. Mereka kerap berkumpul di sudut Dnocturn Coffee Shop di Jalan Yos Sudarso No 12, Belitung.

Suatu sore, suasana kafe terlihat meriah. Anak-anak muda berkumpul, sebagian di antaranya seru sharing tentang foto. Di salah satu ruangan kafe dipenuhi foto-foto karya anggota komunitas. “Tempat ini biasa untuk berkumpul dan memamerkan karya komunitas. Kami senangberburu spot indah Belitung,” papar Cheppy Cheever salah satu founder komunitas fotografer saat dijumpai Destinasi Indonesia.

Film Laskar Pelangi pada 2008 membawa fenomena baru. Film itu membuka mata dunia tentang keindahan Belitung. Sejak saat itu, kabupaten di Provinsi Bangka Belitung itu ramai dikunjungi wisatawan.

Apalagi ketika terjadi fenomena alam spektakuler Gerhana Matahari Total (GMT) Maret 2016. Belitung menjadi salah satu lokasi sempurna untuk melihat pertemuan bulan dan matahari. Ratusan wisatawan dan fotografer tumpah ruah menyaksikan dan memotret peristiwa langka tersebut.

“Kami dari komunitas foto Benk Studio ikut sibuk menemani banyak teman-teman dari luar kota bahkan luar negeri yang datang ingin mengabadikan event GMT. Teman-teman datang ingin memotret dari spot yang tidak biasa. Saya sampai tiga malam kurang tidur,” kisah Cheppy.

Pameran Foto

foto di belitung

Sebetulnya, sudah beberapa kali komunitas ini bongkar pasang format. Bahkan sejak 2010 berapa kali ganti nama. Pada 2015 mereka melahirkan Fotografer Belitung, namun sayangnya hanya bertahan sebentar dan akhirnya pecah menjadi banyak kelompok. Kemudian mereka mendirikan Belitung Motret yang anggotanya terdiri dari beberapa komunitas-komunitas, di antaranya Benk Studio. “Kami namakan demikian karena tempat kami memang berupa studio foto sekaligus Kafe Dnocturn. Kalau berkumpul bisa sekitar 40 orang,” kata Cheppy.

Benk Studio menantang anggota untuk unjuk gigi . “Kalau selama ini banyak orang menyimpan hasil foto dalam hardisk atau publish di sosial media, di sini karya mereka dicetak dan dipamerkan. Pengunjung kafe bisa menikmati sembari bersantai, ngobrol, makan, dan minum,” tutur Cheppy.

Komunitas itu terbuka bagi siapa saja yang tertarik fotografi. Saat ini anggotanya terdiri dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, dan fotografer. “Awalnya kami sempat memberikan materi fotografi ke sekolah-sekolah. Mereka bisa belajar, sharing, dan praktik memotret. Sayangnya saat ini belum diadakan lagi. “

Galeri foto Benk Studio sudah berdiri sejak 2014. Sampai sekarang, mereka kini masih mencari format tepat untuk galeri. Mulai dari teknis bingkai, format landscape atau portrait, foto baru, atau foto Belitung lama, dsb. “Kami juga sedang berpikir, apakah pameran akan dilakukan regular misalnya tiga bulan sekali dengan mengambil tema tertentu, dan juga berencana membuat kontes foto. Hal seperti ini yang sedang kami diskusikan,“ papar Cheppy.

Mempopulerkan Belitung

komunitas fotografi

Lewat foto, Komunitas Benk Studio ingin lebih memerkenalkan keindahan Belitung dan membuat banyak orang tertarik untuk datang. Di Belitung para fotografer akan menemukan banyak tempat dan beragam objek menarik untuk didatangi dan spot foto unik. Di antaranya Tanjung Kelayang, Pulau Lengkuas, Batu Berlayar, Pantai Penyabong, Penangkaran Tarsius di Gunung Tajam (Batu Mentas), dan dsb.

“Maret lalu ada tujuh teman dari Kalimantan datang. Mereka sempat merasa kecewa karena hujan tidak mendapat foto sunrise dan sunset. Namun, mereka tak putus asa, rela tidak tidur, mencoba mengabadikan foto dengan gugus Bima Sakti. Kami bawa mereka ke Pantai Penyabong. Di sepanjang garis pantainya bisa mendapat foto spektakuler. Kerja keras mereka terbalas,” tambah Cheppy semangat.

Sesungguhnya, Belitung menurut Cheppy masih memiliki banyak tempat yang belum dieksplor seperti keindahan bawah laut dan juga wreck ship. April hingga September merupakan waktu terbaik hunting foto di Belitung. “Kami dengan senang hati menyambut para fotografer luar daerah untuk jelajah Belitung,” tukasnya . (Ari/D-1)