Menyapa Pagi di Suku Bajo Torosiaje

Menikmati langgam kehidupan perkampungan Suku Bajo Torosiaje yang sudah berusia 115 tahun bisa jadi pengalaman mengesankan.

PERKAMPUNGAN di tengah laut. Itulah destinasi wisata luar biasa cantik yang dipunyai Gorontalo. Tepatnya, perkampungan Suku Bajo Torosiaje yang sudah berusia lebih dari satu abad. Perkampungan itu terletak di tengah laut, sekitar 600 meter dari daratan di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Butuh waktu sekitar delapan sampai sembilan jam menuju Dermaga Torosiaje dari Kota Gorontalo. Dari situ perjalanan dilanjutkan dengan perahu dayung yang memakan waktu sekitar 15 menit. Ketika petualangan dilakukan malam hari, gelap gulita benar-benar melingkup sempurna. Cahaya hanya datang dari pendar jutaan bintang di langit malam. Kerlip lampu dan musik dangdut baru terlihat saat mendekati perkampungan.

Bajo Torosiaje, menuju perkampungan (dok. Destinasi Indonesia)

Bajo Torosiaje, menuju perkampungan (dok. Destinasi Indonesia)

Ada beberapa kamar milik pemerintah daerah yang bisa digunakan para tamu menginap. Sementara untuk urusan makan, tidak perlu khawatir. Perkampungan di atas laut itu juga memiliki beberapa warung makan. Tak pelak, tinggal di rumah-rumah kayu di atas laut menjadi pengalaman dahsyat luar biasa yang sulit dilupakan.

Berperahu di Bajo Torosiaje

Berperahu di Bajo Torosiaje

Saat pagi menyingsing, semburat keemasan di ufuk Timur sungguh indah, berbaur dengan lalu lalang perahu dayung. Menjelajahi perkampungan, berkeliling naik perahu, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat menjadi kegiatan yang wajib dilakukan. Suku Bajo Torosiaje menjadi salah satu bukti kemahiran nenek moyang Indonesia dalam menaklukkan ganasnya samudera. Namun, di zaman modern, beberapa hal mesti disesuaikan, terutama terkait sampah plastik rumah tangga yang masih banyak dibuang ke laut lepas.

Menatap dari kejauhan perkampungan Suku Bajo yang berbentuk huruf U, sungguh menyenangkan. Apalagi, menyaksikan matahari terbit dan aktivitas masyarakat yang mulai bergerak. Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, memancing, berangkat ke laut, ke kota, dan lain sebagainya. Paduan keindahan alam dan kesibukan yang sungguh unik. (Aryani/D-1)


Originally published at Destinasi Indonesia.