Mortuus Finem

Mortuus finem dalam bahasa Latin berarti jalan buntu. Begitulah, seharian ini saya asik menemani Raffii bermain. Menyuapinya makan siang. Memandikannya sejam yang lalu. Sekarang dia sudah terkapar di atas kasur diserang pasukan lelap. Keadaan ini membuat saya malas menulis, menikmati momen-momen bersama anak hihi.

Merasa buntu untuk menyampaikan bulir-bulir pemikiran kedalam blog. Mumpung cuti pikir saya. Tapi karena sudah membuat komitmen untuk menulis hasil latihan mindfulness, maka tulisan ini hadir dalam tempo menulis yang sesingkat-singkatnya.

Selama latihan dua belas menit tadi, saya kepikiran apa saja penyebab kebuntuan ide untuk menulis.

Paling tidak ada tiga sebab yang tadi sempat kepikiran. Sebab pertama adalah kosongnya teko. Pikiran ibarat teko. Jika tak ada lagi air yang bisa dikeluarkan dari dalamnya, berarti dia perlu diisi lagi.

Maka untuk menggugah ide tulisan, cara yang bisa ditempuh adalah membaca tulisan di berbagai media. Entah buku, artikel blog, portal berita, running text di televisi, sampai koran bungkus kacang rebus. Isi teko pikiran yang mulai mengering.

Penyebab kedua adalah rasa takut. Perfeksionis dalam tulisan. Ingin tulisan yang disajikan selalu sempurna. Rasa ini juga kerap menghampiri semangat saya untuk menulis.

Atau takut ide-ide yang akan disampaikan menyinggung dan menghadirkan kontroversi. Untuk mengatasi hal ini perlu latihan cu3k (mau protes yaa kenapa huruf e-nya saya ganti menjadi angka 3..? Hanya menyiratkan sisa-sisa kealayan masa lalu 😂).

Sebab terakhir adalah terlalu larut dengan kejadian yang menimpa sehari-hari. Ketika terlalu larut dengan apa yang sedang terjadi, sering kali membuat kita lepas kesabaran dan emosi.

Jika menahan kesabaran dan emosi saja tak bisa, apalagi jika harus mengambil pelajaran dari kejadian sehari-hari. Besar kemungkinan tak akan terpikirkan.

Nah, pada penyebab ketiga inilah berlatih mindfulness dapat melatih otot kesabaran dan kesehatan pikiran kita.

Mungkin sekian dulu curhat receh hari ini. Moga bermanfaat. Sebagai penutup, aplikasi Still yang saya gunakan sebagai timer latihan mindfulness, selalu memberikan kata-kata inspirasi setiap selesai sesi latihan. Kali ini aplikasi Still menyampaikan kata-kata inspirasi dari Eckhart Tolle.

Salam..
DiPtra