Docker Registry di Google Cloud Platform

Arjuna Tantri
Feb 15 · 3 min read

Kamu sudah menyiapkan Docker Image dan ingin menyimpannya ke Container Register?

Artikel ini akan mengenalkan docker image registery yang tersedia di Google Cloud Platform sebagai alternatif yang dapat kamu pertimbangkan.

Apa Itu Docker Registry?

Docker Registry merupakan pusat penyimpanan docker images agar dapat didistribusikan kepada pengguna yang membutuhkannya dengan mudah. Di dalam registry, terdapat docker repository yaitu penyimpanan 1 atau lebih versi dari docker image tertentu. 1 docker image dapat saja memiliki beberapa versi. Layanan Docker Registry biasanya menawarkan baik public ataupun private repository:

  • public repository: repository yang dapat diakses oleh publik, biasanya digunakan untuk menyimpan project open source.
  • private repository: repository yang hanya dapat diakses secara terbatas.

Perbandingan Layanan Docker Registry

Tersedia banyak penyedia layanan docker registry. Di sini, saya akan membahas dua diantaranya.

hub.docker.com

Dimiliki oleh Docker, Inc. dan merupakan registry yang paling banyak digunakan, terutama untuk project open source. Di situs tersebut kamu dapat menemukan banyak docker image official yang dapat kamu download secara gratis. Registry ini memberikan layanan gratis untuk public repository dan berbayar untuk private repository. Harga private repository-nya cukup terjangkau dan sederhana, mulai dari $5/bulan.

Google Container Registry

Merupakan registry milik google sebagai bagian dari Google Cloud Platform. Harga layanan ini ditentukan oleh seberapa besar media penyimpanan yang digunakan oleh docker image dan sebarapa banyak bandwidth yang dikonsumsi oleh docker image tersebut. Dengan demikian harga layanan ini dapat berubah-ubah setiap bulannya.

Menggunakan Google Container Registy

Sebelum dapat menggunakan Google Container Registry, pastikan kamu sudah:

  • memiliki akun Google Cloud Platform. Jika kamu belum punya, silahkan daftar di sini dan dapatkan akun gratis $300.
  • mengaktifkan Container Registry API
  • instalasi gcloud command line tool
  • instalasi docker
  • melakukan otentikasi untuk menggunakan container registry melalui statement berikut: gcloud auth configure-docker

Setelah itu, kamu dapat menggunakan perintah docker pada umumnya. Berikut adalah contoh perintah-perintah yang sering digunakan:

  • mengambil image dari registry: docker pull gcr.io/google-samples/hello-app:1.0
    Untuk membuat docker image, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih sistem operasi (OS) yang akan digunakan. Hampir semua OS sudah tersedia di hub.docker.com. Karena itu, statement docker yang paling awal akan kamu temui, adalah docker pull.
  • menambahkan image ke registry: docker push gcr.io/PROJECT_ID/quickstart-image:tag1
    Kamu mungkin sudah familiar dengan git untuk source control di projectmu, konsep yang serupa juga ditemui di docker. Setelah membuat docker image, kamu perlu menyimpan imagemu ke dalam registry dengan statement docker push. Dengan demikian, kamu dapat lebih mudah menggunakan image tersebut dalam proses CI/CD.

Terima Kasih. Semoga informasi ini berguna buat pembelajaran kita bersama dan tetap semangat!

References

DSF Web Services Engineering

Development Center by PT. Dipo Star Finance

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store