Mentok
Sep 3, 2018 · 1 min read
Setelah aku rasa-rasa, aku coba-coba, sejatinya buntu adalah kondisi mula; default. Dalam menulis, melukis, mencipta, mengolah bahan-bahan yang ada menjadi sebuah ke-ada-an yang berbeda, aku selalu bermula dari buntu. Bingung. Tidak tahu apa-apa. Kosong. Lalu perlahan-lahan mengisinya dengan hal-hal yang aku temukan di dalam dan luar kepala. Proses menemukan yang melelahkan. Seringkali terlalu lelah, hingga enggan bertemu, bila tidak dipaksa, dengan sekeras-kerasnya. Batas selalu ada; selalu berusaha aku lewati. Sayang, di akhir ceritanya, aku masih saja manusia. Perlu tidur. Perlu rehat. Perlu dan pasti mati. Aku jengkel dengan batas; aku memakinya dengan sebutan malas.

