Mentok

Ryandi Pratama
Sep 3, 2018 · 1 min read

Setelah aku rasa-rasa, aku coba-coba, sejatinya buntu adalah kondisi mula; default. Dalam menulis, melukis, mencipta, mengolah bahan-bahan yang ada menjadi sebuah ke-ada-an yang berbeda, aku selalu bermula dari buntu. Bingung. Tidak tahu apa-apa. Kosong. Lalu perlahan-lahan mengisinya dengan hal-hal yang aku temukan di dalam dan luar kepala. Proses menemukan yang melelahkan. Seringkali terlalu lelah, hingga enggan bertemu, bila tidak dipaksa, dengan sekeras-kerasnya. Batas selalu ada; selalu berusaha aku lewati. Sayang, di akhir ceritanya, aku masih saja manusia. Perlu tidur. Perlu rehat. Perlu dan pasti mati. Aku jengkel dengan batas; aku memakinya dengan sebutan malas.

dumbfounded

dumber diary of @ryandipp

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade