Product Manager Life

Kesalahan yang Dilakukan oleh Product Manager

Apa saja kesalahan yang sering dilakukan dan cara menanganinya

Fitra Akbar
Sep 22 · 3 min read

Kalau mencari artikel tentang bagaimana menjadi seorang Product Manager yang baik, atau ciri seorang Product Manager maka banyak sekali ditemukan.

Tetapi jarang sekali ditemukan artikel yang membahas bagaimana ciri seorang Product Manager yang tidak kompeten, atau membahas kesalahan yang sering dilakukan oleh Product Manager.

Image for post
Image for post
Photo by John T on Unsplash

Untuk itu, pada tulisan kali ini, saya akan mencoba berbagi beberapa poin tentang kesalahan yang dilakukan oleh Product Manager, khususnya terhadap timnya berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika terjun ke dunia Product Management.

Tidak Bertanggung Jawab!

Salah satu tugas Product Manager adalah menjawab masalah yang dihadapi oleh user dan kemudian dijadikan sebagai solusi. Kesalahan yang sering terjadi adalah Product Manager tidak jelas dalam mendefinisikan solusi tersebut. Baik dari ruang lingkup (scope) atau penjelasan dari kebutuhan (requirements) yang akan dikerjakan seperti apa. Hal ini akan membuat tim ketika membangun solusi akan kebingungan dan seringkali akan menambah waktu dalam pengerjaan karena diawal tidak dijelaskan apa yang akan dilakukan oleh tim.

Kalaupun penjelasan mengenai solusi yang akan dibangun sudah jelas, kesalahan lainnya adalah tidak adanya dokumentasi yang menjelaskan mengenai fitur yang akan dikembangkan.

Pernah suatu kali di tempat saya bekerja, ketika itu tengah dilakukan re-organisasi tim (tribe) dan berdampak terhadap produk yang dibawahi dari masing masing tim (tribe) karena ada beberapa produk yang kepemilikannya berpindah.

Katakanlah produk A sebelumnya dipegang oleh tribe X, kemudian setelah re-organisasi produk A tersebut dipegang oleh tribe Y, yang kebetulan saya sebagai Product Managernya. Karena saya belum familiar dengan produk A tersebut, maka saya perlu memahami terlebih dahulu apa dan bagaimana cara kerja dari produk A tersebut. Nah, yang menjadi kendala adalah ternyata belum pernah ada dokumentasi (Product Requirement Document) dari produk tersebut, yang menyebabkan saya harus meminta kepada Product Manager tribe X untuk dijelaskan mengenai produk A.

Contoh lainnya adalah ketika pembuatan task di project management tools seperti JIRA, ClickUp dan sebagainya. Seringkali task dibuat alakadarnya, maksudnya tidak ada penjelasan detail seperti “Objective, User Story, Requirements dan juga Acceptance Criteria nya” seperti apa.

Seperti Developer yang dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan nya dan juga memastikan bahwa tidak ada issue, seorang Product Manager juga selain memberikan arahan mengenai produk atau fitur yang akan dikembangkan, juga harus memastikan bahwa penjelasan produk atau fitur tersebut ter dokumentasi dengan jelas.

Ragu dalam Mengambil Keputusan

Setiap hari seorang Product Manager dituntut untuk mengambil sebuah keputusan, baik keputusan kecil seperti menambahkan satu kalimat didalam dokumen hingga keputusan penting seperti menentukan prioritas fitur yang akan dijadikan sebagai MVP (Minimum Viable Product).

Pernah beberapa kali ketika tim sedang menghadapi masalah dan Product Manager diminta untuk mengambil keputusan, dan saya rasa keputusan yang saya ambil tidak tepat dan terkesan ragu dalam mengambil keputusan. Biasanya hal ini terjadi karena kurangnya data pendukung atau belum familiar terhadap hal tersebut. Ketika hal ini terjadi secara tidak langsung akan mempengaruhi cara pandang tim kepada saya sebagai Product Manager, karena dinilai tidak kompeten dalam mengambil keputusan.

Belajar dari pengalaman tersebut, maka cukup penting bagi saya untuk mendapatkan data pendukung sebelum mengambil sebuah keputusan. Semakin banyak data yang terhimpun maka akan semakin memudahkan saya dalam mengambil keputusan. Biasanya semakin penting keputusan yang harus diambil maka akan semakin banyak pula data yang harus diperoleh.

Product Manager tidak selalu harus membuat keputusan. Yang sudah pasti adalah bertanggung jawab bagaimana keputusan tersebut dibuat, baik itu oleh tim maupun stakeholders.

Penutup

Masih banyak kesalahan — kesalahan yang biasa dilakukan oleh Product Manager yang mungkin belum disebutkan diatas.

Jika terjadi kesalahan, maka itu merupakan hal yang wajar. Dari semua kesalahan yang mungkin dilakukan oleh Product Manager, yang penting adalah ketika Product Manager tersebut mau berubah dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Easyread

Easy read, easy understanding.

Fitra Akbar

Written by

Product Management enthusiast | Currently working on B2B Digital Products

Easyread

Easyread

Easy read, easy understanding. A good writing is a writing that can be understood in easy ways

Fitra Akbar

Written by

Product Management enthusiast | Currently working on B2B Digital Products

Easyread

Easyread

Easy read, easy understanding. A good writing is a writing that can be understood in easy ways

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store