Situ Ciburuy Part 2
Bersama: Ghaniyyu Muhammad
Perjalanan menuju lokasi
Situ Ciburuy berada di Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat. Jalan utama yang harus dilalui adalah Jalan Utama Cimahi-Padalarang. Bila menggunakan kendaraan roda empat, beberapa titik macet yang terekam oleh Google Maps: pertigaan Jl. Cihanjuang menuju jalur utama, jalur pertokoan Cimahi mall, pertigaan Cimareme, perempatan Tol Padalarang, pertigaan pasar Gadok, dan jalur Bandung-Jakarta via Cianjur-Puncak pada segmen dari pertigaan hingga lokasi pintu utama Situ Ciburuy. Waktu tempuh bisa sejam lebih, tapi penulis menggunakan sepeda motor, sehingga rata-rata waktu menuju lapangan sekitar 45 menit.
Situ Ciburuy dikelilingi perbukitan, perbukitan endapan gunung api dan batugamping. Pekerjaan penduduk di sana umumnya penambang kapur, petani sawah, dan pekebun.

Daerah observasi geologi
Daerah observasi geologi seluas 64 km2 dengan ukuran panjang 8 km dan lebar 8 km. Batas utaranya adalah kawasan Nyalindung, batas timurnya kawasan Bojongkoneng, batas selatan jalan utama, dan batas barat Citatah. Situ Ciburuy terletak di tengah daerah observasi.

Lintasan geologi
Jumlah lintasan geologi yang telah dilalui oleh penulis berjumlah kurang lebih 7 buah dengan total singkapan berjumlah 38 titik (lihat tabel di bawah ini). Sebanyak 11 titik berada di luar daerah penelitian sebagai data tambahan. Saat melintasi area perlu konsentrasi tinggi di atas motor, karena jalannya tidak rata, terbuat dari kerikil hingga batu besar, berdebu, serta sering dilalui truk tambang.
Dari total 38 singkapan, ditemukan ada 20 singkapan batugamping dan 18 singkapan batuan volkanik. Memang kalu diperhatikan tidak semuanya merupakan singkapan batuan yang masih segar. Ada juga yang telah lapuk.

Catatan: Gambar-gambar di atas masih dalam penyempurnaan

