Saya dan Kamu, Kenapa Memulai Untuk Menulis?



Pertama, bukanlah sekedar eksistensi personal demi self — branding. Ada hal yang lebih baik dan ampuh dari sekedar itu saja.

Kedua, setiap orang yang suka membaca, otomatis pasti bisa menulis.

Permasalahan bagus atau tidak, itu urusan ke tujuh belas. Karena dari titik ini, kita bisa melihat bagaimana setiap orang mempunyai pola — pattern dalam kemampuannya mengolah hal verbal ke dalam sebuah teks — tulisan.

Ketiga, menjadikan pola pikir otak kita lebih sistematis, detil dan sedikit disiplin dengan pola habit (kebiasaan).

Dan yang serunya adalah, menulis ternyata salah satu cara terbaik setelah meditasi, untuk memperkuat pengaruh positif dalam hidup kita sehari — hari.


Bagaimana saya mencobanya? disaat saya amat sangat sibuk?

If you want it, you will go find it. Otherwise, you will find excuses.

Hanya ada dua pilihan: mau atau tidak.

Kesalahan mendasar yang sering terjadi adalah, menunda. Delay.

Sejak manusia diciptakan memang untuk menyukai proscrastination (menunda — nunda), sifat inilah yang pelan — pelan tapi pasti membuat alasan demi alasan pasti selalu ada.

Apakah solusinya?
Tulislah sesuatu sampai dimana satu artikel yang kita tulis itu selesai!

  • Jangan menulis sedikit demi sedikit lalu menengok kebelakang untuk direvisi — edit!
  • Biarkan tulisanmu itu selesai sampai menjadi satu bagian utuh!
  • Apakah hasilnya bagus? pasti jauh dari bagus, apalagi amatiran model — model kita ini.

Dengan membiarkan satu tulisan selesai sampai akhir, menjadi satu keseluruhan cerita.

Tanpa perlu sedikit — sedikit diedit — revisi. Akan melahirkan satu tulisan yang menggambarkan apa yang sedang terjadi dalam kepala kita secara “helicopter view”, atau sudut pandang yang luas.

Dengan mengamati satu tulisan yang pasti acak kadut tidak karuan, bukanlah untuk ditertawakan dan didiamkan begitu saja. Lihatlah secara keseluruhan, kata per kata, baris per baris dari awal sampai akhir selesai.

Dari situ kamu bisa melihat dan menilai: “seperti apakah selama ini otakmu berproses, berpikir, yang kemudian ditransformasikan melalui sebuah teks kalimat demi kalimat.”

Barulah setelah itu kita lakukan metode: first draft revision.

Baca juga: Alasan dari @Larry Kim . Yang membuat mengapa saya suka berada di Medium, daripada di tempat lain?


Bagaimana biar tulisanmu bagus, keren dan tidak ‘norak’?

Jawaban ini hanya satu: tidak ada!

Disaat kita mencoba untuk menulis dan mengembangkan proses kreativitas, lakukanlah dengan gaya dan caramu.

Memang betul, ada aturan — aturan baku yang harus kita jalani dan ikuti.

Cara saya begini sejak awal saya pernah diajari metode ini (maaf, saya lupa siapa mentor dunia maya yang memperkenalkan first draft chunk ini)

Pertama, selesai kamu menulis untuk first draft, baca ulang kembali dan ucapkan tulisanmu dengan suara yang lumayan keras.

Bayangkan, setiap kamu membacanya lagi dan lagi, sesosok bayangan dirimu yang sedang berbicara kepada si pembaca: dengan gaya dan karakter khasmu!

Selebihnya, silahkan #ngulik sendiri dan just do it!

Beberapa mindset yang ada baiknya kamu juga mulai beradaptasi dengan hal — hal dibawah ini (tidak harus):

Menulis bukan untuk melabeli diri kita sebagai penulis ataupun blogger.
Menulis adalah keharusan. Ada momen atau tidak ada momen terbaik — terunik dalam keseharian.
Semua orang — orang hebat dan ‘canggih’ di bidangnya, sudah pasti aktif menulis, membaca. Medium, Quora dan situs — situs personal atau umum lainnya.
Menulis dan beberkanlah beberapa kecacatanmu, kekuranganmu dan kesalahan — kesalahanmu dalam hidup! setelahnya, level-mu pasti bertambah!
Inspired by @ James Altucher

Kok bisa? kenapa begitu?.

Someday you will know. As i said, Just do it! the key of growing and improving is not by study — reading so much time.

All you need is, consistency, continuity and enjoy the process. Forget about the goals!


// egoégi

Follow me on my personal account and TheJournal egoegi.