Seribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Lima Sampai di Hari Ini


“Tidak ada yang spesial. Jelas berbeda di tahun lalu, berkutat dengan keseharian kaum Khmer.” ucapnya dalam hati. Perlahan mengenang, kenangan baik — buruk di kala itu. Alhamdulillah ucapnya, selalu.


Tahun ini hanya menghasilkan margin dengan nominal sebanyak tiga puluh dua tahun. Iya, hanya, dan saja. Tiga puluh dua.


Tidak ada pencapaian yang berarti, dengan apa yang saya coba telisik. Dari sudut pandang perspektif seorang Taurus.

Terbaru, hanyalah kejadian berulang dari sisi kepongahan, sifat manusia yang ‘lumrah’. Terutama dari yang konon katanya kalangan berada.

Ternyata di tahun ini. Baru mengerti; bagaimana rasanya diludahi tepat mendarat depan banyakan. Oleh manusia yang berulang kali, sekedar merusak jalan hidup seseorang. Dua kali dibuatnya.

Enggan melanjutkan, bagaimana cerita ini dituntaskan pada baris akhirnya nanti, apalagi memikirkan susunan — padanan kalimatnya.

Membenci drama, seiring melupakan trauma, demi trauma.

Ada kalanya memperhitungkan semua dengan sikap, kenyataan. Tidak hanya cukup dengan membiarkan. Benar memang semua tidak akan kembali, apa yang sudah lewat, jauh dan jatuh.

Biarlah semuanya terjadi begitu saja, cepat — lambat. Sadar atau tidak, life has no meaning at all. Because we’ll die as our journey.

Perbedaan jelasnya, hanya terletak di bagian: kapan dan bagaimana?


Sedikit refleksi dibawah alam sadar, yang dipenuhi kekalutan menumpuk. Representasi kekalutan bukan karena hidup, ada hal yang lebih bernilai untuk segera dituntaskan.

Apapun itu. —