Kill Your WANTpreneur — This Book Can Help YOU

Di bangku kuliah, tepatnya pertengahan tahun 2010 pertama kali terlintas di benak saya untuk menjadi seorang Entrepreneur (Punya Bisnis).

Selain keinginan yang kuat untuk punya bisnis saat kuliah, keadaan lingkungan juga sangat mendukung. Lingkungan yang mendukung meliputi :

  • Ada mata kuliah tentang Entrepreneurship
  • Ada komunitas tentang Entrepreneurship
  • Banyak seminar untuk belajar Entrepreneurship
  • Banyak teman-teman sudah punya bisnis

Meski begitu, saya juga belum mempunyai sebuah bisnis hingga akhir tahun 2010. (Tetap Menjadi Wantpreneur)

Lalu apa yang mampu mendorong saya untuk memulai bisnis ?

Ada satu paragraf buku yang membuat saya berubah pikiran, berikut ini isinya:

SKENARIO 1 :

Coba bayangkan bila saat ini ada keluarga terdekat anda (Orang Tua Anda/Anak Anda) sedang sakit keras di rumah sakit.
Dokter mengatakan : Besok jam 9 pagi harus segera di operasi, jika tidak di operasi nyawanya tidak bisa di tertolong lagi. Biaya administrasi sebesar sepuluh juta rupiah harus lunas sebelum operasi dilaksanakan.
Pada saat yang sama anda tidak memiliki uang sama sekali, apa yang akan anda lakukan ?
Sebagian besar orang termasuk anda tentunya akan berusaha untuk mencari uang biaya operasi tersebut. Entah pinjam ke saudara, teman, bos dan lainnya. Anda melakukan segala macam cara untuk bisa mendapatkan biaya operasi tersebut, meskipun operasinya juga belum tentu berhasil.

SKENARIO 2 :

Ada teman anda menawarkan sebuah peluang bisnis dengan modal awal sepuluh juta rupiah. Tetapi saat itu anda tidak punya uang sama sekali untuk mengambil kesempatan investasi tersebut. Pertanyaannya, apakah anda mau berusaha meminjam uang investasi tersebut ?
Sebagian besar orang akan mengatakan tidak, mungkin juga anda. Padahal investasi tersebut berpotensi untuk mendapatkan keuntungan beberapa bulan kedepan.

Kenapa pada skenario pertama orang berani untuk pinjam uang sedangkan pada skenario kedua orang tidak berani meminjam uang ?

Jawabnya adalah karena pada skenario pertama orang dalam keadaan kepepet. Jadi kalau anda masih ragu untuk berbisnis, ciptakan keadaan kepepet dalam diri anda sehingga itu menjadi pemicu anda untuk berbisnis.

Buku yang saya baca ialah “The Power Of Kepepet anda bisa membeli buku ini di GRAMEDIA seluruh Indonesia. Sekarang buku ini sudah tersedia dalam bentuk e-book disini.

Apa yang saya lalukan setelah membaca buku The Power Of Kepepet ?

Saya langsung membuat sebuah desain poster yang berisi cara pemesanan stiker yang saya jual dan besoknya saya sebar di Asrama Kampus. Kurang dari 24 jam setelah membaca buku ini, saya meluncurkan bisnis pertama saya “jasa desain logo murah” karena pada saat itu saya hanya memiliki skill untuk membuat logo.

Anda sudah baca buku The Power Of Kepepet? silakan berikan komentar anda pada kolom di bawah ini!

#MyMind