<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Bazzahra on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Bazzahra on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@bazzahra379?source=rss-12daac24d891------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*axWXdkPbuFYUxJBp</url>
            <title>Stories by Bazzahra on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379?source=rss-12daac24d891------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 19:29:42 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@bazzahra379/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Pensi day dan sesi membuka hati pada mantan]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/pensi-day-dan-sesi-membuka-hati-pada-mantan-682bac8823ad?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/682bac8823ad</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 16 May 2026 18:08:11 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-16T18:08:11.498Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Selesai sikrap terbitlah makrab dan inilah malam yang mereka tunggu-tunggu dimana setiap kelompok akan menampilkan pensi terbaik mereka dan syukur-syukur mereka bisa menang dan membawa pulang hadiah. Nah hadiahnya apa? Ya ndak tahu kok tanya saya. Maaf, kita lihat saja nanti siapa yang berhasil memenangkan pensi dan membawa pulang hadiah.<br><br>Kelompok empat semuanya sudah hadir di kampus daritadi pagi, mereka mempersiapkan semuanya untuk tampil nanti malam. Mereka gladi resik dulu, membantu dekorasi di aula K dan juga makan siang di kantin.<br><br>Sore harinya, mereka semua siap-siap untuk make up dan pakai kostum sesuai dengan peran masing-masing di drama Romeo dan Julio sebuah cerita adaptasi dari Romeo dan Juliet karya William Shakespeare dengan sentuhan baru, yaitu menggabungkan elemen lokal, jokes yang tidak tahu apakah lucu atau garing dan juga musik karena konsep dari drama ini adalah drama musikal. Nah, Mahesa sang sutradara, penulis naskah sekaligus pemeran utama nya membuat terobosan baru dimana ending dari Romeo dan Julio ini happy ending. Berbeda dengan kisah asli Romeo dan Juliet yang harus berakhir tragis hanya karena kurangnya komunikasi. Itu jugalah yang melatarbelakangi Mahesa untuk membuat happy ending itu.<br><br>Tetapi bagaimana dengan hubungan asmara Mahesa sendiri? Apakah berakhir seperti Romeo dan Juliet yang asli atau berakhir dengan ending yang Mahesa buat sendiri? Sampai sekarang, Mahesa belum menemukan jawabannya.<br><br>Hayden membagikan line up giliran tampil dan urutannya sesuai kelompok. 5 menit sebelum kelompok tiga selesai, mereka sudah harus bersiap untuk tampil. Sekarang masih pembukaan, lalu dimulai dengan sambutan, laporan ketua pelaksana lalu tari pembukaan. Dilanjutkan dengan penampilan dari kelompok satu lalu kelompok dua. Lanjut lagi kelompok tiga.<br><br>5 menit terakhir, kelompok empat bersiap untuk baris di pintu luar sambil menunggu kelompok 3 alias kelompoknya Thomas selesai.<br><br>“Deg-degan guys,”ucap Jimmy.<br><br>“Bisa-bisa, semangaaaatt,”balas Mahesa. “Inget kata dokter Indosiar.”<br><br>“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin,”sambung Tyo.<br><br>“Fuck anjing.”Mahesa tidak bisa menahan tawa nya lagi dan Tyo juga senang melihat Mahesa yang tertawa lepas seperti itu, padahal yang Tyo lakukan hanyalah memperagakan bagaimana akting dari dokter Indosiar yang biasa Tyo tonton kalau lagi gabut.<br><br>“kalau polisi kayak gini: saudara kami tangkap!”Jimmy malah menyambungkan jokes nya Tyo.<br><br>“Template banget lagi kata-kata nya.”<br><br>Sementara itu Hayden menyuruh mereka untuk bersiap-siap untuk tampil. Setelah penampilan kelompok tiga selesai, kelompok empat mulai tampil. Mahesa menarik nafas dan fokus dengan peran yang dia mainkan dan semua berjalan dengan baik. Banyak tepukan tangan dari semua yang menonton.<br><br>Drama mereka berjalan sampai di akhir cerita, Tyo menarik pinggang Mahesa dan wajahnya saling dekat dan berhadapan. Sebagai adegan penutup, Tyo menutup matanya dan bibirnya mulai menyentuh sedikit bibir bawah Mahesa dan Mahesa menarik dasi nya Tyo untuk lebih dekat lagi.<br><br><em>Aku ingin mempersunting mu tuk yang pertama dan terakhir<br>Jangan kau tolak dan buatku hancur ku tak akan mengulang tuk meminta<br>Satu keyakinan hatiku ini akulah yang terbaik untukmu</em><br><br>Iringan lagu janji suci itu menjadi penutupan dari ending cerita Romeo dan Julio. Selesai tampil, mereka keluar sebentar untuk istirahat di belakang panggung.<br><br>“Serius ciuman!?”Tirta begitu terkejut setelah melihat penampilan Tyo dan Mahesa di bagian akhir tadi.<br><br>“Kata gue sih beneran ya, gak ada harapan dah lu Ta. Ecaa mah milihnya Tyok,”ucap Nara menepuk pundak Tirta.<br><br>“OH NO MY MBG GWEHH! TIDAAAAK!”<br><br>“alay anjing.”Jaka menghela nafas dan menatap Tirta dengan tatapan malas. Iyaa, malas menanggapi alpha yang patah hati itu</p><p>Di ruang ganti hanya ada Tyo dan Mahesa saja. Teman-teman yang lain sedang berada di dalam aula menonton penampilan dari kelompok selanjutnya. Tyo melepas dasi nya dan Mahesa juga melakukan hal yang sama.<br><br>“Yang tadi nempel doang ye anjir.”Tyo duduk di sofa samping Mahesa.<br><br>“Ya terus mau nya apa? Kan di naskah emang adegannya begitu.”<br><br>“Ohh khusus drama doang nih berarti kalau bukan karena naskah, bisa lebih brutal dari ini?”<br><br>“Ngomong apasih lu! Gak nyambung.”Mahesa menoleh kearah Tyo dengan tatapan herannya.<br><br>“gini ya, gue orangnya sabar tapi sabar gue juga ada batasnya. Lo berulang kali minta maaf karena kesannya lo gantungin gue dan itu faktanya emang bener begitu.”Tyo melepas kancing kemeja nya satu persatu lalu mulai melanjutkan pembicaraan tadi. “gue udah diem loh ya tapi kali ini—<br><br>“Saya akan lawan.”<br><br>“Anjing lah, ganggu moment cok.”<br><br>“Diem, tapi kali ini gue udah gak bisa nunggu setelah kaderisasi ini berakhir, ini waktu yang tepat gak sih.”Tyo menarik dagu Mahesa dan mencium bibirnya perlahan sampai ke tahap, Tyo melumat bibir omega itu dengan laparnya.<br><br>Hmhggh....hhhhh<br><br>Feromone Tyo menguar yang membuat Mahesa menjadi jauh lebih sensitif. Mahesa mengatur nafasnya dan dia melepas kancing baju lalu menarik baju Tyo dan mencium bibirnya juga. Tyo membalasnya sampai ke bagian dada. Dia mainkan bibirnya di dada Mahesa lalu ke bagian tulang selangka.<br><br>“Tyooook...hmhgghh ahhh.”<br><br>“jangan berisik, kedengeran nanti.”Tyo mengatur posisi nya. Jadi dia yang menindih Mahesa sambil duduk dan Mahesa mengalungkan kedua tangannya di leher Tyo.<br><br>Bibir keduanya saling bertautan dan Tyo menghisap tulang selangka Mahesa begitu juga dengan Mahesa yang melakukan hal sama. Feromone keduanya saling bertautan antara feromone dark chocolate dan musik vanilla.<br><br>“Gak usah denial kalau kita masih seks begini, gue janji gue gak akan nyakitin lu lagi.”<br><br>“Tyo...”panggilnya dengan lirih. Mahesa menyentuh rahang Tyo dan air matanya mengalir begitu saja. “maaf kalau gue banyak gak yakinnya.”<br><br>“Sekarang lo harus yakin, kalau hati lo berlabuh di tempat gue layaknya kapal yang singgah di pelabuhan nah lo kapal gue pelabuhannya. Mau gimana pun lo menghindar, lo selalu ada di hati gue begitu juga gue dan mau selama apapun gue nunggu gue gak akan kemana-mana pelabuhan ini.”Tyo menujuk ke hati nya. “menjadi tempat lo buat stay.”<br><br>“tapi apa lo bisa jamin kalau lo gak akan mengulangi kesalahan yang sama dan berakibat nyakitin gue?”<br><br>“Gue janji, kita komitmen sama-sama.”Tyo mengusap air mata Mahesa. “Jelek banget ah kalau lu nangis.”<br><br>“Bajingan,”umpat Mahesa sambil mengembangkan senyum kecilnya. Senyum yang Tyo sukai.<br><br>“keparat,”sambung Tyo. “Lagi yok?”<br><br>Seolah mengerti maksud Tyo, Mahesa langsung memulainya. Dia memulai dengan melumat bibir Tyo dan memainkan lidahnya. Tidak lama setelah itu, pintu terbuka dan mereka langsung terkejut dan reflek menoleh kearah pintu. Tidak ada siapapun dan Mahesa langsung menyudahi permainannya untuk sementara. Masih ada hal yang harus mereka lakukan</p><p>“yaudalah ya, gak ada harapan lagi gue abis lihat mereka. Kayaknya Eca cuma buat Tyo. Emang iya sih hahahahaha.”<br><br>“Ngomong sendiri kayak orgil lo.”reflek Tirta menoleh kearah alpha yang bicara tentu saja, Rio datang ke acara ini juga.<br><br>“Oh lu dateng.”<br><br>“Nyerah gitu aja lu sama Ecaa?”<br><br>“Gue abis lihat dia ciuman sama Tyok,”ucap Tirta apa adanya. Rio menghisap rokoknya dan Tirta mengambil satu batang, meminjam korek dari bang Rio lalu menghisapnya juga.<br><br>“Tapi, selama omega itu belum ditandai sama si alpha, artinya masih ada kesempatan kan.”Rio menyeringai tipis yang membuat Tirta langsung waspada.<br><br>“Mau ngapian lu anjing!? Gak usah bikin kacau deh.”<br><br>“gue gak ngomong kayak gitu ya Ta. Lu lihat aja nanti.”Rio pergi meninggalkan Tirta begitu saja yang membuat Tirta langsung menelpon seseorang.</p><p>Pengumuman pemenang pensi pun dimulai dan diumumkan kalau yang menang juara 1 itu dari kelompok empat dan Hayden sebagai perwakilan kelompok maju paling depan untuk menerima hadiah yang nantinya akan mereka unboxing.<br><br>Setelah pensi selesai, acara bebas pun dimulai. Mereka unboxing kado dulu. Jimmy membuka kardus nya dan langsung membuka isi di dalamnya. Ternyata hadiahnya jajanan ringan seperti momogi, go potato dan juga juga kacang Sukro. Mereka berbagi jajanan itu dan Tyo langsung membuka bungkus kacang Sukro yang berwarna kuning. Dia menggigitnya kecil dan dia tahan di gigi nya lalu Tyo mendekati Mahesa yang sibuk mengobrol dengan Jimmy dan menarik leher belakang Mahesa untuk mendekat dan Tyo memasukan sisa kacangnya ke mulut Mahesa dan Mahesa yang terkejut malah langsung dihabiskan kacangnya dilanjut dengan Tyo yang mencium sekaligus melumat bibir Mahesa dengan laparnya dan lidahnya bermain untuk merasakan kacang yang ada di mulut Mahesa.<br><br>“WOI WOI GILAAA!”seru Hayden<br><br>“BUSET LAPER NIH ORANG! KAYAK GAK DI KASIH MAKAN 2 TAHUN. KONTOL-KONTOL, MANAA SI ECAA PINTER JUGA MAIN LU CAAA.”Jimmy bahkan sampai mengakui bagaimana hebatnya Mahesa dalam hal seperti ini. Bahkan urat malunya sudah putus.<br><br>“anjay balikan.”<br><br>Tidak hanya circle-circle nya bahkan, teman satu angkatan lainnya melihat dan juga para kating dan alumni jelas heboh. Mahesa langsung melepaskan ciumannya. “Malu-maluin.”<br><br>“Tapi suka kan?”<br><br>“Iyaa lagi.”<br><br>“Jadi gimana? Gue beneran dikasih lampu ijo nih?”tanya Tyo memastikan apakah benar Mahesa sudah menerima nya kembali.<br><br>“lampu kuning.”<br><br>“lah kok gitu anjing?”<br><br>“Yakan bertahap Tyo, orang mah dari lampu merah, lampu kuning baru lampu hijau.”<br><br>“Terus, kapan gue dapet lampu hijau?”<br><br>Mahesa menjawabnya dengan mencium bibir Tyo dengan wajahnya yang merona. Setelah sesi ciuman yang bikin heboh itu, sesi selanjutnya yaitu yxgc.<br><br>Nah, yxgc ini kepanjangan dari ‘yakali gak cheers’. Acara ini biasanya acara bebas antara satu angkatan, kating dan juga alumni melalui nyanyian dan juga joget-joget bebas dan tidak jarang ada pula yang sampai mabuk karena alkohol. Jadi kegiatan ini dilakukan setelah dosen-dosen pada pulang.<br><br>Bintangnya yaitu Tirta mulai memegang mic dan naik keatas panggung. Sementara itu, mereka bisa bernyanyi sambil meminta tanda tangan di baju berwarna putih polos yang mereka pakai sekarang. Mereka saling meminta tanda tangan pada teman-teman satu angkatan bahkan sampai ke kating dan alumni juga.<br><br>Pertama, Tyo tanda tangan di baju Mahesa begitu juga dengan Mahesa dan yang paling penting, Tyo mengoleskan liptin milik anak cewek ke bibirnya lalu dia kecup bibirnya di baju Mahesa dan Mahesa melakukan hal yang sama. Berpencarlah mereka untuk berburu tanda tangan kating dan alumni dimulai dari panitia acara, komdis dan lucu nya, Mahesa sempat diledek oleh Tirta perkara ciuman tadi.<br><br>“Cieee kiw kiww.”<br><br>Setelah itu Mahesa menunggu Tyo yang masih minta tanda tangan sambil mengobrol dengan bang Jefri si ketua UKM Catur itu dan Tyo yang menyadari hal itu pun memberi kode pada bang Jefri. “Tuh, bang dia juga mau.”<br><br>“Pacar lu nih sekarang.”<br><br>“omega gue bang, jangan macem-macem.”<br><br>“Galak amat Tyok.”lalu senyum bang Jefri beralih ke Mahesa. “Cakep loh, pantesan Tyok demen kebucinan banget anjir. Sini dek spidol kamu.”<br><br>Mahesa memberikan spidol hitam itu pada bang Jefri dan Jefri tanda tangan di bagian lengan kaus putihnya Mahesa. Tyo lalu mengajak Mahesa keliling lagi dan sampai diatas panggung, Mahesa menunjukan bagaimana dirinya yang sebenarnya.<br><br>Kebetulan lagu yang diputar itu garam cina dan itu lagu kesukaan Mahesa dan Jimmy juga. Jimmy paling aktif jika sudah disetel musik dj ini. Mereka semua yang diatas panggung itu—Tirta, Jimmy, Mahesa dan juga beberapa kating lainnya pun pada joget-joget. Hayden juga ikut tipis-tipis tidak seheboh Mahesa dan Jimmy. Tyo bahkan ikutan bernyanyi juga.<br><br>Lanjut dengan spesial lagu-lagu nya NDX bahkan, Mahesa kebagian memegang mic untuk bernyanyi sambil joget.<br><br><em>Gedene cintaku luar biasa<br>Jelas paling tulus sak dunia<br>Walau kadang nggawe aku kelaran<br>Opo wae tak tabrak yang menjadi penghalang</em><br><br>Tyo pun menarik tangan Hayden dan berbisik di telinganya. “Serius itu si Ecaa?”<br><br>“Ya kayak gitu dia.”<br><br>“Omega langka ini.”<br><br>“begitulah Yok, kelakuan Ecaa kalau di kost Jimmy.”<br><br>“Pantek, pacar gue gini amat ya.”<br><br>“Nikmatin aja dah.”<br><br>Mereka menikmati berbagai macam lagu sampai ‘seberapa pantasnya’ milik Sheila on 7 diputar. Disitu Tyo duet dengan Mahesa dilanjut lagi dengan tenda biru dan Mahesa membiarkan Tyo yang bernyanyi.<br><br><em>Tak sengaja lewat depan rumahmu<br>Ku melihat ada tenda biru<br>Dihiasi indahnya janur kuning<br>Hati bertanya pernikahan siapa</em><br><br>Lagu terus berlanjut mulai dari Nike Ardila sampai ke diary depresiku, Mahesa langsung duduk sambil bersandar di bahu Tyo bahkan satu lagi itu saja bisa membuat Mahesa tumbang alias menangis selesai lagu itu, penutupannya ada pada lagu sesi potret.<br><br><em>Ku bertamu ke rumah barumu<br>Tak ada kamu<br>Hanya papan dan namamu<br>Mana ocehan wewangian khasmu<br>Jarak ini terlalu jauh<br>Kalau rindu aku tak mampu<br>Soal ikhlas ternyata aku masih amatir<br>Gengsi menyelimutiku<br>Manusia ini kehilanganmu</em><br><br>Sebait lagu itu saja, bisa membuat Mahesa nangis kejar dan Tyo yang juga ingin menangis dia tahan dengan memeluk Mahesa erat.<br><br>Mahesa membenamkan wajahnya di pelukan hangat Tyo dan mereka berdua juga berbagi feromone. Mahesa masih nangis kejar dan masih berharap mama nya kembali hidup dan melihat bagaimana Mahesa tumbuh seperti sekarang dan Mahesa bersyukur karena masih ada teman-teman yang menyayangi Mahesa dan sekarang, Tyo adalah alpha yang membuat Mahesa merasa aman, nyaman, merasa dicintai dan mencintai Tyo.<br><br> “<em>Mama, ecaa udah gede sekarang, Mahesa punya banyak temen yang sayang sama Ecaa udah punya pacar yang sayang sama Ecaa dan mencintai dan menyayangi Ecaa selayaknya mama menyayangi Ecaa. Ecaa kangen sama mama Ecaa selalu sayang sama mama Ecaa ga bisa bohong kalau Ecaa masih belum ikhlas sama kepergian mama, soal ikhlas ecaa masih khawatir tapi, Ecaa coba buat berdamai sama diri Ecaa mulai menjalani hidup dan buka hati Ecaa sama orang-orang yang sama sayang sama Ecaa, termasuk Tyok.”</em></p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=682bac8823ad" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Sikrap Day]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/sikrap-day-4c99f0a014b3?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/4c99f0a014b3</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 16 May 2026 16:26:44 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-16T16:26:44.091Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar pukul 03.30 mereka—kelompok empat sudah mempersiapkan alat-alat sikrap nya mulai dari tas dari kardus dan juga tali rafia untuk digendong di bahu, lalu ada sepatu tali tafia, mahkota daun yang bertuliskan Kopat (kelompok empat), juga ada pita ungu untuk ditempel di pakaian hitam yang akan mereka pakai.<br>Semua itu mereka kerjakan bersama-sama semalaman tanpa tidur dan jelas mata mereka sudah 5 watt. Hayden memeriksa kelengkapan dari perlengkapan yang mereka pakai. Sampai, Bang Jefri datang menghampiri kost nya Jimmy untuk mengawasi mereka.<br>“Beneran nih udah lengkap?”<br><br>“Udah bang,”jawab Hayden singkat.<br><br>“Yaudah, gue tinggal nih yaa, cepetan kelompok lain dah pada dateng.”Jefri langsung menstaterkan motornya dan melaju cepat menuju kampus.<br><br>“Ayoo guys, semangaat!”Hayden menyemangati teman-teman kelompoknya.<br><br>“Gas jalan.”Tyo menutup pagar kost nya Jimmy dan bersiap jalan paling depan disusul oleh Hayden, Mahesa, Nafil juga Jimmy dan Leon.<br><br>Leon mengambil hp nya dan membuat sedikit dokumentasi untuk kenang-kenangan, karena percaya lah suatu saat nanti moment seperti ini tidak dapat terulang lagi dan cukup dilakukan sekali seumur hidup.<br><br>“kitaa mau sikrap guysss, tuh lihat langitnya masih gelep dan ini tuh udah jam 04.00. ini kita jalan cepet-cepet soalnya takut telat,”ucap Leon dalam mini vlog nya. Lalu, kamera hp Leon mengarah ke Hayden, Jimmy yang ada disampingnya lalu Nafil yang masih memakai inhalernya. Setelah itu barulah kamera beralih lagi ke dua pasangan yang sedang mengobrol entah apa yang mereka berdua bicarakan, sepertinya cukup serius. Siapa lagi kalau bukan Tyo dan Mahesa.<br><br>“Sehat ca?”tanya Leon sambil mengarahkan kamera ke wajahnya.<br><br>“Sehaaat dong, semangat sikrap.”<br><br>“Kalau gak kuat bilang, jangan di pendem sendiri.”Tyo menggandeng tangan Mahesa dengan menautkan jarinya dengan jari Mahesa. Gandengannya begitu erat.<br><br>“Buset dahh, bukannya jalan cepet malah pegangan,”ucap Jimmy.<br><br>“Tau ih, lebay banget dah,”sambung Mahesa. Tetapi dia tidak menolak saat Tyo menggandeng tangannya erat bahkan dia sempat mengalihkan wajahnya hanya untuk tersenyum.<br><br>“berisik taik.”<br><br>“Aneh, katanya bukan siapa-siapa tapi tingkahnya kok begitu ya,”komen Hayden.<br><br>“emang kita ini apa sih Ca?”Tyo malah bertanya pada Mahesa dan Mahesa menatap mata Tyo.<br><br>“Kita ini manusia.”<br><br>Tyo menghela nafas. Habis sudah kesabarannya menghadapi mantan disampingnya yang suka asbun itu. Tyo pu menunjukan botol minum berukuran besar itu ke wajah Mahesa. “ini botol minum loh ca.”<br><br>“Ya terus kenapa!?”<br><br>“kalau gue lempar ke kepala lu sakit pasti.”<br><br>“Dih, bayi baru lahir juga tahu kali,”balas Mahesa tidak kalah sewotnya. Melihat Tyo dan Mahesa yang tengah berdebat, Leon langsung mematikan kamera nya karena melihat drama ini langsung jauh lebih menyenangkan.<br><br>“Bayi baru lahir mah gak ngerti apa-apa njir, sama kayak kita yang gak tahu apa status kita sekarang.”<br><br>Mahesa menginjak kaki Tyo yang membuat alpha itu mengaduh kesakitan. Hayden menegur Tyo dan Mahesa agar tidak terus bertengkar. “Ya dia duluan,”Mahesa menunjuk pundak Tyo yang menandakan kalau Tyo yang membuatnya kesal terlebih dahulu.<br><br>“Aduh caaa, jangan mayah-mayah terus dong.”<br><br>“eek lah. Fokus dulu sama sikrap, nanti kita obrolin lagi baiknya kita gimana.”<br><br>“Okeey siap sayangkuu cintakuu, omegakuu.”<br><br>“dih, berak sana lu di wc.”setelah berkata seperti itu, Mahesa tidak dapat menyembunyikan senyumnya lagi dan Tyo notice akan hal itu dan saat mereka saling bertatapan, Mahesa langsung menyembunyikan senyumnya lagi. Tetapi, Mahesa tidak bisa menapikan perasaannya kalau dia masih menyayangi alpha disampingnya ini dan keputusan untuk membuka hatinya pada Tyo lagi terlintas di pikirannya tetapi, Mahesa masih takut akan satu hal: apakah nantinya masalah yang sama akan terulang lagi. Walaupun masalah itu sudah lama tetapi kedepannya tidak ada yang tahu.<br><br>Tyo dengan isengnya langsung menjawil pipi Mahesa. “disini gak ada jamban, gak bisa cebok gue cok. Gimana kalau gue pinjem tangan kiri lu aja buat lu cebokin.”<br><br>“JOROK BANGET YE ANJING!”<br><br>“Bangsat,”umpat Jimmy. “Obrolan tuh yang bermutu dikit kek.”<br><br>“mending kita jalan cepet ye anjing! Gue gak mau telat!”balas Tyo.<br><br>“Lu yang cari gara-gara duluan,”timpal Mahesa.<br><br>“Lu diem atau bibir lu gue cium,”goda nya sambil menatap bibir Mahesa dengan lapar.<br><br>“Lu cium, gue tendang titit lu itu!”balasnya dengan tatapan galaknya.<br><br>“Lu berdua bisa diem gak sih ngentot,”tegur Hayden. “di diemin ngelunjak anjir, heran gue mah sama lu berdua. Lagian mantan mana yang ciuman.”<br><br>“Enak tuh rujak.”bukannya membuat suasana tenang dan tidak ribut, Jimmy malah malah memperkeruh suasana.<br><br>“Iya lagi,”ucap Hayden. Dia malah setuju dengan ucapan Jimmy. “ayo lah besok-besok makan rujak.”<br><br>“Kontol.”<br><br>“Maaf gue gak ikut-ikutan,”ucap Nafil. Diantara sirkel Kopat ini, hanya Nafil yang paling normal disini.</p><p>akhirnya tibalah mereka di kampus tepatnya di lapangan dekat parkiran yang terhubung dengan pelataran—bascamp nya anak sejarah. Dan kopat adalah kelompok terakhir yang sampai disini.<br><br>“CEPET BARISS!”seru Jaka pada kelompok empat yang baru saja datang.<br><br>Setelah memberikan sedikit speech kelompok satu langsung berjalan kodok untuk menuju ke pelataran disusul dengan kelompok dua dan kelompok tiga, lalu lanjut ke kelompok empat. Disinilah masalahnya dimulai.<br><br>“Jancok, petai kita ketinggalan.”Jimmy baru sadar akan hal itu.<br><br>“Nafil doang tuh yang pakai,”ucap Tyo. “bangsat lah anjing! Kenapa kita bisa gak sadar sih, kontol.”<br><br>“Ambil aja sekarang.”<br><br>“Gila lu Ca! Telat kita ntar.”<br><br>“Si kontol lah ambil aja sana, ihh.”Mahesa menggigit bibirnya. Dia hampir mau menangis karena masalah ini sampai bang Jefri panitia acara sekaligus ketua UKM Catur itu langsung notice.<br><br>“Kenapa ini kenapa?”<br><br>“Izin bang, petai nya ketinggalan.”<br><br>“KONTOL! DARITADI LU SEMUA NGAPAIN AJA NGENTOT!”<br><br>Hayden dan Tyo langsung mengambil petai itu ke kost nya Jimmy. Jefri menatap mereka dengan tatapan tajam padahal bukan komdis, Jaka juga menatapnya seperti itu. Mereka semua langsung menunduk, menyadari keteledoran mereka.<br><br>“Terus ini yang omega diem aja!? Emang gak guna anjing lu semua! Udahlah kopat gausa ikut sikrap!”tegas Jaka yang membuat mata Mahesa langsung melebar.<br><br>“udah mah orang-orangnya problematik gak kompak,”omel Jaka.<br><br>“Maaf kak!”Mahesa mengangkat tangannya. “Tyo sama Hayden lagi ngambil petai di kost nya Jimmy.”<br><br>“ECAA TOLOL! MANAA INI! MANAA INI LAMA BANGET GAK SAMPE-SAMPE!”<br><br>“ehh terakhir gue loh yang dateng ke kost Jimmy gue kan juga tanya, udah lengkap atau belum. Katanya udah, ini mana jirr.”<br><br>“Maaf kak!”<br><br>Tidak lama setelah itu Hayden dan Tyo sampai dan mereka semua kecuali Nafil langsung menggantungkan petai nya di leher.<br><br>“Gue kasih pilihan deh, Hayden lu mau sikrap sendirian atau gak usah sikrap sama kayak temen-temen lu ini? PILIH!”bentak Jaka.<br><br>Mahesa menggeleng pelan sebagai kode begitu juga dengan Nafil. Hayden dan Tyo memilih untuk tidak ikut sikrap bersama teman-teman kelompoknya.<br><br>“ahhahaha anjing! Ngapain enak ikut sikrap lu berdua dah. Orang temen-temen lu juga beban ye.”<br><br>“Sana ikut,”ucap Mahesa pelan dan Tyo dengan cepat menggeleng.<br><br>“Maaf kak izin, kita gak ikut sikrap!”jawab Tyo pada Jaka.<br><br>“Dikasih yang enak malah mempersulit diri.”<br><br>“Lama banget ah,”keluh Jefri. “dah lu semua jalan kodok sambil ngomong sejarah solid sejarah jaya sambil nyanyi mars Imase! CEPET! PENING GUE ANJING!”<br><br>Akhirnya mereka semua jalan kodok sampai ke pelataran dan di sepanjang perjalanan mereka semua dibentak-bentak oleh panitia acara dan komdis. Bahkan Mahesa benar-benar kesulitan berjalan bahkan mahkota dan jajanannya pada berjatuhan, sementara Nafil mahkota dengan lembaran daunnya juga jatuh karena lemnya yang tidak begitu menempel.<br><br>Tyo langsung membantu Mahesa untuk mengambil semua jajanan yang berjatuhan sekaligus menenangkan omega nya yang matanya sudah berkaca-kaca. Dan Mahesa berusaha untuk tidak menangis saat itu juga.<br><br>“Jalan lagi Tyok! Lu juga Ca! Manja amat lu jadi omega,”bentak Nara si ketua komdis.<br><br>“Jangan nangis caa nanti gak cakep lagi,”ucap Tirta separuh menggoda yang dimana hal itu membuat Mahesa mendecakkan lidahnya.<br><br>Mahesa hampir mennagis juga bukan karena dia lemah atau takut, melainkan karena kesal. Iyaa begitulah. Sampai-sampai, Mahesa membanting botol minumnya.<br><br>“Jangan marah geh Ca.”<br><br>Sampailah mereka di pelataran dan hari sudah terang, matahari juga sudah muncul dari ufuk timur bukan ke ufuk barat apalagi selatan dan utara karena matahari tugasnya menyinari bukannya mencari jodoh yang tidak kunjung didapatkan. Suasana sudah cukup tenang dan merek sarapan indomie bersama sebelum berangkat sembari mendengarkan speech dari pembina Imase sekaligus Bu kaprodi dan ketua pelaksana dari acara ini, yaitu Yoga.<br><br>Setelah selesai makan-makan barulah mereka langsung naik bis untuk perjalanan menuju pantai. Dan prodi menyewa dua bis. Kelompok empat ada di bis pertama, dimana Hayden memilih duduk dengan Nafil, Jimmy dengan Leon dan Tyo dengan Mahesa.<br><br>Mahesa bersandar di pundak Tyo dan Tyo mengusap rambut mantannya itu sekali lagi hanya untuk menenangkan Mahesa dan Mahesa merasa aman dan nyaman berada di samping Tyo.<br><br>“gue takut sikrap nanti kayak mana? Katanya kita dapet giliran terakhir terus gatau itu bakalan ditanya apa terus ngapain aja. Terus, gue takut salah jawab.”<br><br>“ca, yang gue tahu lu itu omega pemberani dan gue rispek sama lu. Dengan kepercayaan diri lu gue suka gimana lu jawabin pertanyaan dari para kating—<br><br>“Meskipun gue salah jawab?”<br><br>“Lebih baik begitu daripada kosong dan cuma diem aja dan masalah sikrap nanti gimana ya kita gak akan tahu. Tapi, kita semua termasuk gue disamping lo ini, bakalan jalanin semuanya sama-sama karena itu kan guna nya kita di kader.”<br><br>“sekarang lu malah setuju sama adanya kaderisasi.”<br><br>“Ya gue akuin deh awalnya gue emang menentang keras, tapi gue sadar semua hal yang kita lakuin sekarang pasti ada hal-hal baik yang bisa kita ambil dan yang buruknya, kenapa gak dijadikan pelajaran buat penerus selanjutnya.”Mahesa tersenyum tipis setelah mendengar ucapan bijak dari seorang alpha seperti Tyok. Sisi inilah yang Mahesa sukai dari Tyo, kata-kata nya selalu tenang dan cukup dewasa.<br><br>“Kita juga gak ada pilihan selain ngejalanin fase yang berat ini. Justru bukann sistemnya yang dihilangkan tapi kita bisa perbaiki sistemnya kan.”<br><br>“Gemess ihh.”Tyo menyentuh hidung Mahesa yang membuat omega itu tertawa kecil. “Ngantuk,”rengeknya. Dan ini kali pertama Mahesa bermanja-manja di depan Tyo dan Tyo jelas menyukainya.<br><br>“Tidur aja, nanti kalau udah sampai gue siram pake terus gue bangunin.”<br><br>“Tyo anak anjing,”umpatnya sambil menutup matanya dan kepala nya bersandar di pundak Tyo sebagai bantal tidurnya.</p><p>Sampailah mereka semua di Pantai dan mereka langsung berbaris sesuai kelompok menunggu giliran untuk sikrap. Dan tanpa disangka, kelompok empat lah yang lebih dulu untuk di sikrap pertama. Mereka sudah siap untuk berjalan di tengah air laut yang pasang surut. Mereka mulai jalan ke pos pertama sambil menyanyikan yel-yel kelompok dan pos pertama ada di angkatan 22. Tidak banyak yang mereka sampaikan, hanya pembukaan dan penyambutan saja lalu mereka berjalan ke pos selanjutnya di angkatan 20. Disini, mereka sedikit menyindir kalau ada salah satu dari mereka yang DM dan mereka. Setelah itu mereka jalan lagi ke angkatan 21 bagian panitia komdis dan mereka benar-benar memeriksa semua kelengkapan termasuk buku tanda tangan sampai, Tirta berkomentar, “sejak kapan lu semua pake foto gue di ig angkatan anjir, emang ada yang nyuruh!?”<br><br>“Gak ada,”jawab Mahesa.<br><br>“Anah!”<br><br>“WOI TALI SEPATU LU COPOT! BETULIN DULU COBA!”seru Jonathan yang membuat Nafil langsung mengikat tali rafia nya yang copot.<br><br>“Nama npm, dosen udah hapal belum!?”<br><br>“udah bang!”jawab Tyo<br><br>“Nama komdis ini juga udah pada tahu belum!?”<br><br>“Siap sudah bang!”jawab Hayden.<br><br>“SEMJAA GEHH NGOMONG!”<br><br>“Siap sudah bang!”jawab mereka serempak.<br><br>“Nama panjang gue tahu gak?”tanya Willliam.<br><br>“Izin kak nama kakak William Satria Permana,”jawab Mahesa dengan percaya dirinya.<br><br>“Emang iya?”<br><br>Mahesa mengangguk pelan dan William menyuruh mereka untuk berbalik kearah laiit. “Kalau salah, berenang dah lu semua.”<br><br>“bercanda! Bener kok itu, dah sana jalan ke pos selanjutnya.”<br><br>Mereka semua berjalan beriringan sambil menyanyikan yel-yel nya menuju pos ketiga yaitu pos di angkatan 19 dan benar saja, orang yang membuat Mahesa hampir gila pun datang. Tyo yang sadar akan hal itu langsung berdiri di samping Mahesa. Disitu Tyo sengaja mengeluarkan feromone nya sampai Rio langsung menegurnya. “Gak usah pakai feromone lah, kasihan omega di samping lu. Kelihatan takut dia.”<br><br>Mahesa masih menunduk, tidak berani menatap alpha itu dan satu alpha angkatan 19 yang lain langsung memulai acara nya dengan menanyakan nama-nama dosen, menyanyikan yel-yel dan ajakan untuk makan petai bersama. Tetapi Mahesa tidak bisa memakan petai dan mereka yang awalnya skeptis mulai memaklumi. Lalu, bang Rio memberikan bubuk kopi ke wajah mereka satu persatu dan saat Mahesa menutup matanya saat tangan Rio mulai mengoleskan bubuk kopi Hitam itu ke wajahnya. “Jangan takut, gue gak gigit. Setidaknya engga sekarang gatau nanti.”<br><br>Mahesa hanya diam dan Tyo menatap alpha itu dengan sinis. “Fokus woi! Lu juga Rio! Jangan main-main dulu sama omega,”ucap salah satu alpha menegur Rio.<br><br>“Berisik ngentot.”Rio berbisik ke telinga Mahesa. “Gue masih belum nyerah sama lu dan yah, kayaknya cukup sampai sini dulu karena alpha di samping reseh banget.”Mahesa benar-benar menahan semua rasa takutnya saat Rio berbisik di telinga nya tadi.<br><br>Rio lalu mengambil ember dan sempak lalu menyuruh mereka untuk memberikan susu kotak dan Rio buka satu persatu susu itu dia masukan di ember dan sempak itu juga dia masukan di ember berisi susu coklat itu lalu dia peras sempaknya. Setelah itu mereka menyuruh seluruh kelompok empat untuk memakan petai kecuali Mahesa yang diberikan terasi lalu setelah menelan petai yang pahit dan bau nya cukup menyengat itu dilanjutkan dengan minum susu sempak tadi dan berbagi Oreo juga.<br><br>Lanjut lagi ke pos keempat di angkatan 18 lalu ke angkatan 17 dan sedikit ada angkatan 16 juga. Pola nya pun tetap sama sampai di pos terakhir—final bos nya ada di angkatan 15 dan 13 angkatan tua yang setiap tahunnya selalu datang untuk sikrap angkatan ini. Pertanyaannya jauh lebih deep lagi dan satu pertanyaan terakhir yang muncul yaitu, “setuju atau engga kalau kader ini dilanjutkan dan apa yang kalian dapat dari kaderisasi ini?”tanya bang Tomi dan ada tiga orang yang ingin menjawab. Dimulai dari Hayden<br><br>“izin memperkenalkan diri nama Hayden Cakrbirawa izin menjawab bang untuk kader saya setuju untuk dilanjutkan dan kalau bisa kadernya jauh lebih baik dari angkatan sebelumnya dan memberikan hal-hal dan warna baru yang berbeda untuk generasi di angkatan yang akan datang, jadi tidak hanya mengulang tradisi tetapi bagaimana membuat tradisi itu berkembang menjadi lebih menarik tanpa harus dihilangkan. Dan hal yang saya dapatkan dari kaderisasi ini, itu setiap tugas yang diberikan ada makna tersembunyi contohnya saja menulis diary itu filosofi nya kita dituntut untuk rajin menulis dan menjadikan tulisan kita itu sebagai suatu sejarah dan kenangan yang gak akan bisa terulang, lalu untuk tugas menjaga telur itu sebagai bentuk kita untuk belajar tanggungjawab dan buku tanda tangan alumni membuat kita mengenal lebih banyak senior atau alumni yang nantinya juga akan berguna untuk relasi. Selain itu, saya juga belajar bagaimana cara berorganisasi, belajar tentang jiwa kepemimpinan dan tentunya saling mengenal dan mempererat keakraban antar satu angkatan dan juga mengenal para kating, alumni juga dosen. Sekian itu yang bisa saya sampaikan terimakasih.”<br><br>Tyo menghela nafas lalu mulai memperkenalkan dirinya. “Saya Prasetyo Putra Pratama izin menjawab saya setuju kaderisasi ini dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya, hanya saja harus lebih berkembang dibanding tahun ini dan tahun-tahun kemarin, evaluasi juga diperlukan dan sama seperti yang Hayden katakan kalau kita tidak harus menghilangkan sistem yang ada melainkan memperbaiki apa yang kurang dan juga meningkatkan hal yang sudah baik dari sistem kaderisasi itu dan disini saya belajar tentang arti dari kesetaraan terutama antara alpha dan omega, belajar beradaptasi dengan lingkungan juga pertemanan seperti mengenali karakter dari masing-masing temen, mengenal dosen, kating dan alumni juga, belajar tentang bagaimana bertanggungjawab dan juga membangun kepercayaan terhadap orang lain. Walaupun kita berbeda secondary gender dan latar belakang, kita tetap satu sejarah. Bagi saya kaderisasi juga berarti belajar tentang bagaimana menghargai perbedaan dan membuat perbedaan itu bukanlah suatu hambatan melainkan suatu ciri khas yg melekat pada diri kita masing-masing. Itu yang bisa saya sampaikan selanjutnya akan disampaikan oleh Mahesa.”<br><br>“izin memperkenalkan diri saya Mahesa Rafaela omega dominant di sejarah. Hm, menurut saya ya saya setuju kalau kaderisasi ini dilanjutkan seperti yang udah disampikan oleh dua teman saya kalau bukan tradisi atau sistemnya yang dihilangkan tetapi diupgrade dan dikembangkan menjadi sesuatu yang jauh lebih baik lagi dari tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya tanpa menghilangkan esensi dari kaderisasi itu sendiri, tidak melenceng. Jadinya kaderisasi ini tetap menjadi kegiatan rutin yang serius, keras, tetapi juga menyenangkan. Lalu yang saya dapatkan dari kaderisasi ini yaitu bagaimana caranya kita mengenal karakteristik dari temen-temen kita sendiri agar kita bisa beradaptasi karena di semester-semester selanjutnya juga kita pasti banyak bekerjasama dengan mereka contohnya dalam hal kerja kelompok. Selain mengenal teman-teman, disini saya juga mengenal karakter dosen dan juga mengenal kating dan alumni, saya juga belajar tentang disiplin waktu tidak menunda-nunda tugas bahkan belajar tentang kepercayaan diri dan keberanian terutama dalam menjawab berbagai pertanyaan dari kating, belajar gimana caranya bicara di depan orang banyak karena bagi saya yang kadang kurang pede dan suka belibet kalau ngomong cukup terbantu dengan kader ini karena itu mengasah rasa berani dan percaya diri. Cukup, itu yang bisa saya sampaikan terimakasih banyak.”<br><br>Setelah menjawab pertanyaan deep itu, mereka berbagi nextar, foto bersama dan sikrap kelompok empat resmi selesai. Setelah sikrap selesai mereka mengadakan sesi foto bersama kelompok dan juga bersih-bersih, dilanjut dengan menunggu kelompok lain selesai sikrap, setelah itu makan bersama dan sore nya mereka baris perkelompok untuk berbagi PDH, melakukan pengukuhan kalau angkatan 23 resmi sudah dikader dan menjadi keluarga besar di prodi Sejarah. Setelah sesi berbagi PDH dan pengukuhan selesai, mereka semua melakukan sesi foto satu angkatan dan juga bersama dosen, alumni juga panitia lainnya.<br><br>Sekitar pukul 17.30 mereka kembali ke bis dan disitu mereka semua bisa bernapas lega karena semuanya sudah selesai. War is over intinya mah. Perjuangan angkatan 23 selama 3-4 bulan berbuah manis dan besoknya tinggal makrab—pensi.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=4c99f0a014b3" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Love and Punishmant]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/love-and-punishmant-724525a4edc2?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/724525a4edc2</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Wed, 13 May 2026 16:08:24 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-13T16:08:24.168Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p><em>My Darling, I love you, you know that i&#39;ts true</em></p><p>-the Changcuters (Parampampam)-</p><p>&quot;Interupsi pimpinan.&quot;suara Faras terdengar cukup keras sampai membuat semua orang yang ada di dalam ruang rapat itu menoleh kearah Faras yang berdiri di depan pintu. &quot;Izin mau masuk,&quot;ucapnya setengah gugup, karena tidak ada satu orangpun yang Faras kenali kecuali pacarnya yang menjadi pimpinan sidang dalam sebuah musyawarah besar.</p><p>&quot;Faras, aku bukan pimpinan loh. Panggil aku &#39;sayang&#39; <em>and i&#39;am not your leader baby.</em>&quot;</p><p>&quot;Okay, aku izin masuk sayang.&quot;Faras mengangguk dan langsung menuruti keinginan dari pacarnya itu.</p><p>&quot;<em>Good boy</em>.&quot;Kev Narendra mengembangkan senyumnya dengan puas. Mereka semua termasuk para senior yang hadir harus tahu Faras adalah kekasihnya.</p><p>Faras pun masuk kedalam dan duduk di kursi pojok. Dia melihat sekeliling barangkali teman satu angkatannya ada yang hadir, minimal satu orang. Tetapi tidak ada sama sekali. Fix. Di angkatan 23 ini hanya Faras seorang diri yang hadir dan di samping dan depannya itu kakak tingkatnya yang Faras sendiri sudah hapal wajahnya.</p><p>Musyawarah besar Imase (Ikatan mahasiswa sejarah) yang diadakan setiap satu tahun sekali ini wajib hukumnya bagi semua mahasiswa sejarah dari berbagai angkatan sampai alumni untuk datang dan mengikuti rangkaian acaranya sampai selesai. Dan Faras adalah angkatan paling termuda-angkatan 23. Faras hanya bisa memperhatikan Kev yang sedang memimpin jalannya sidang dan jujur saja Faras tidak paham apa isi dari sidang ini. Sampai satu cowok yang duduk disampingnya mulai mengajaknya bicara.</p><p>&quot;Sendirian aja dek, temen-temen yang lain kamu kemana?&quot;</p><p>&quot;Gatau kak aku udah chat tapi gak di bales,&quot;jawab Faras jujur. Malah terlalu jujur.</p><p>Pemuda itu hanya manggut-manggut mendengar jawaban kelewat jujur dari Faras. Lalu diam-diam tersenyum. Senyumannya tertuju pada Faras yang dimana hal itu membuat Kev yang tengah menengahi perdebatan dari angkatan 21 dan 22, matanya tetap tertuju pada Faras. Rahangnya mengeras dan setiap kali melihat interaksi Faras dengan cowok disampingnya itu membuat Kev ingin menghampiri dan menghajar cowok itu langsung di depan matanya. Faras itu miliknya dan senyuman cowok itu benar-benar membuat Kev berdecak kesal. Untuk apa pula cowok itu tersenyum pada Faras dan yang lebih gila nya lagi Faras membalas senyumannya. Seharusnya Faras tahu kalau Faras hanya boleh tersenyum untuknya bukan untuk orang lain. Dihalang tugas yang lebih penting, jadinya Kev hanya bisa melihat Faras dari kejauhan saja.</p><p>Sampai di jam istirahat rapat ditunda sampai pukul 1 siang. Sebagian dari mereka ada yang ngacir ke Kantin dan sebagian lainnya menetap di kelas. Faras memilih untuk ke kantin bersama pacarnya. Siapa lagi kalau bukan Kev.</p><p>&quot;Mau makan apa?&quot;tanya Kev sembari menggandeng lengan Faras.</p><p>&quot;Mau katsu aja deh.&quot;</p><p>&quot;Boleh.&quot;</p><p>Mata Faras sudah berbinar tetapi semua itu buyar saat Kev melarang keras Faras agar katsu nya tidak diberi sambal. &quot;<em>No no baby</em>.&quot;</p><p>&quot;Tapi kak...kan cuma sekali.&quot;mulutnya memberengut manja. Kev mana tahan melihat ekspresi wajah kekasihnya yang menggemaskan itu. Tetapi senyumnya langsung pudar karena Kev tidak suka dengan panggilan &#39;kakak&#39; itu.</p><p>&quot;Jangan panggil kakak, aku bukan kakak kamu. Panggil aku &#39;sayang, baby&#39; apapun yang kamu mau.&quot;</p><p>&quot;Iyaa sayang. Tadi tuh malu banget tahu pas kamu nyuruh aku panggil sayang pas aku masuk kedalam tadi.&quot;</p><p>&quot;Ya harus gitu. Biar semua orang tahu kalau kamu punya ku.&quot;</p><p>&quot;Dih posesif banget sih yang.&quot;</p><p>&quot;Siapa suruh kamu secantik dan segemes ini.&quot;Kev mencium pipi Faras dengan gemas dan yang dicium pun pasrah, hanya bisa menikmati kecupan manis dari Kev. Berbanding terbalik saat di ruangan tadi, di depan Faras, Kev menjadi lebih lembut. Iya, lembut asalkan Faras tidak berbuat ulah maka Kev juga tidak akan memarahi atau menghukumnya.</p><p>Sampai di kantin, Kev menyuruh Faras untuk duduk agar dia saja yang pesan makanannya. Faras bertemu lagi dengan kakak tingkatnya yang duduk di sebelahnya tadi. Cristo namanya, cowok yang terkenal sebagai abang-abangan dan badboy di kampus.</p><p>&quot;Ketemu lagi kita dek.&quot;</p><p>&quot;Hehehhe iyaa kakk kan kita sebelahan tadi.&quot;</p><p>&quot;Udah pesen makan belum kamu?&quot;</p><p>&quot;Udah dipesenin kak Kev tadi,&quot;jawab Faras. Belum sempat Cristo bertanya lebih lanjut, Kev langsung duduk disampingnya dengan jarak yang sangat dekat, bahkan hampir menempel. Padahal, kursi panjang itu juga masih banyak space nya. &quot;Dia pacar gue.&quot;</p><p>&quot;Oh.&quot;hanya itulah yang Cristo tanggapi. &quot;Cakep yaa terus biasanya tahi lalat di bawah bibir itu orangnya manis tahu.&quot;</p><p>Kev langsung melemparkan satu batang rokok pada Cristo dengan maksud agar Cristo diam dan tidak memuji pacarnya lagi. Faras hanya tersenyum kecil saja mendengar pujian dari Cristo itu dan dia juga sudah terbiasa dengan sifat posesif dari pacarnya itu. &quot;Koreknya mana Rendra.&quot;</p><p>&quot;Banyak mau kontol.&quot;Kev memberikan korek api nya pada Cristo dan membiarkan cowok itu merokok dengan santainya.</p><p>&quot;Santai geh, lu daritadi marah-marah mulu dah ah.&quot;</p><p>&quot;Cape anjing jadi pimpinan sidang, gila ngerevisi AD/ART aja harus debat dulu loh cuma buat mencapai kata sepakat,&quot;keluh Kev. &quot;<em>Belum lagi gara-gara lu setan. Lu daritadi ngedeketin pacar gue muluu</em>.&quot;</p><p>Cristo hanya tertawa lalu matanya beralih ke Faras. &quot;Dek, temen-temennya diajakin, kan udah diumumin kemarin di grup disuruh dateng semua. Parah banget kamu ditinggal sendirian dek. Chat lagi di grup ditunggu bang Cristo kalau gak dateng tahun depan bakalan ada kejutan. Cepet bilang di grup.&quot;</p><p>&quot;Okey bentar kak.&quot;baru mau mengambil hp nya di dalam tas, tangan Faras ditepuk oleh Kev sampai membuat Faras terkejut.</p><p>&quot;Makan dulu, main hp nya nanti lagi.&quot;</p><p>&quot;Di suruh kak Cristo tapi.&quot;</p><p>&quot;Nanti,&quot;tegasnya. Benar-benar, perintah Kev adalah mutlak dan Faras harus menurutinya.</p><p>Faras mengangguk patuh lalu menaruh kembali hp nya kedalam tas dan fokus makan katsu nya. Kev membiarkan pacarnya makan sementara Kev mengajak Cristo mengobrol agar Cristo tidak menganggu pacarnya lagi. Setelah selesai makan di kantin, Cristo kembali ke ruangan lebih dulu dan inilah saatnya Kev menyuruh Faras untuk pulang.</p><p>&quot;Ini bukan tempat buat kamu, udah pulang aja, aku pesenin ojek. Nanti malem aku di rumah.&quot;</p><p>&quot;Gak mau, bosen di rumah, sepi gak ada kamu.&quot;</p><p>&quot;Sayang aku sibuk.&quot;</p><p>&quot;Tapi aku dateng kesini juga sekalian buat bikin kamu semangat loh,&quot;ucapnya dengan nada menggoda. Senyuman manis Faras yang membuat hati Kev meleleh seperti es krim yang mencair itu pun membuat Kev tidak bisa menahan dirinya untuk memakan Faras sekarang. Tetapi untuk sekarang, dia harus menahan dirinya dan untuk sekarang, jangan ada yang bangun dulu.</p><p>&quot;Pleaseee......&quot;pinta Faras dengan wajah memelasnya. Persis seperti anjing peliharaan milik tetangga nya Kev.</p><p>&quot;Sayang, di ruangan banyak orang. Kamu juga gak kenal-kenal amat.&quot;</p><p>&quot;Iyakan bisa kenalan.&quot;</p><p>&quot;Ya gak boleh,&quot;balasnya dengan nada bicara yang datar.</p><p>&quot;Tapi kan kalau mubes wajib dateng.&quot;</p><p>Kev menghela nafas karena apa yang dikatakan Faras tidak sepenuhnya salah. Mau tidak mau, suka atau tidak suka Kev mengajak Faras untuk masuk kembali ke dalam ruangan, melanjutkan forum yang seharusnya sudah dimulai.</p><p>&quot;Inget sayang, kamu jangan jauh-jauh dari aku dan jangan biarin satu nyamuk pun nempel di deket kamu, paham?&quot;</p><p>&quot;Okey sayang.&quot;Faras paham betul &#39;nyamuk&#39; yang Kev maksud</p><p>Saat forum rapat dimulai banyak sekali &#39;nyamuk&#39; yang memperhatikan Faras. Padahal, mata Faras sama sekali hanya tertuju pada pacarnya yang sedang memimpin jalannya sidang. Bahkan, &#39;nyamuk &#39;yang duduk disampingnya—Cristo kembali mengajak Faras bicara untuk mengisi rasa suntuknya.</p><p>&quot;Dek sebelahan lagi kita.&quot;</p><p>&quot;Hehehe iyaa kak.&quot;</p><p>&quot;Kalau boleh tahu...&quot;ucap Cristo sembari menghisap rokoknya dengan santai. &quot;Udah berapa lama sih kamu pacaran sama Rendra eh maksud ku si Kev.&quot;</p><p>&quot;Satu tahun mah ada kali kak dari pas hari ketiga ospek.&quot;</p><p>Cristo manggut-manggut mendengar jawaban Faras dan dia lagi-lagi tertawa yang membuat Faras tertarik mengapa cowok itu malah tertawa. Mendengar pertanyaan dari Faras membuat Cristo menggelengkan kepala nya pelan dan menatap Faras dari atas sampai bawah. &quot;Gak salah kalau si Kev posesif sama kamu, soalnya kamu cantik. Tuh banyak mata yang ngelirik kamu loh.&quot;</p><p>&quot;Termasuk kakak?&quot;sambungnya.</p><p>&quot;<em>That&#39;s right</em>.&quot;</p><p>Faras mengambil tumbler lalu minum air putih dari tumbler itu dan menaruhnya diatas. &quot;Dek,&quot;panggil Cristo lagi. &quot;Suka baca buku gak?&quot;</p><p>&quot;Sukaa kakk aku sukaaa.&quot;</p><p>Cristo tidak bisa menahan senyumnya karena Faras yang begitu excited seperti anak kucing. Lucu. Cristo lalu mengeluarkan buku bewarna merah yang dikenal banyak oleh mahasiswa setipe Cristo &#39;Madilog&#39; nya Tan Malaka pun berada di tangan Cristo. Dan Cristo menyuruh Faras untuk membaca buku ini karena buku ini menarik dan memberikan banyak pengetahuan tentang bagaimana pemikiran Tan Malaka mengenai Materialisme, dialektika dan logika</p><p>&quot;Menarik nih, bacaan kakak luas banget. Aku boleh pinjem gak?&quot;</p><p>&quot;Emang kamu ngerti? Soalnya ini buku agak berat kalau buat pemula kayak kamu.&quot;</p><p>&quot;Kan ada kamu kak.&quot;Faras menepuk pundak Cristo dengan pelan sambil mengembangkan senyumnya.</p><p>&quot;<em>Sialan</em>.&quot;pikir Cristo. Dia tidak menyangka respon Faras seperti ini. Dia kira, cowok manis di depannya ini akan cuek tetapi sebaliknya. Tangan kecilnya menyentuh bahu Cristo dan itu membuat Cristo semakin puas untuk terus menggoda Faras. Apalagi yang dia tahu Faras itu dikenal sangat ramah terutama pada para seniornya dan itu termasuk pada Cristo. &quot;Bawa pulang aja buku nya kalau gak ngerti bisa chat kakak.&quot;</p><p>&quot;Mauu banget, makasih kakak ganteng.&quot;Faras mengambil buku itu dari tangan Cristo dan tangan Faras tidak sengaja menyentuh tangan Cristo yang membuat Faras mengembangkan senyum manisnya. Senyum manis yang seharusnya hanya dia tunjukkan pada Kev.</p><p>&quot;Kakak pinter deh keren, aku pinjem dulu yaa buku nya nanti kalau aku gak paham aku chat kakak.&quot;</p><p>&quot;Okay, happy reading dek.&quot;</p><p>Faras menatap Cristo begitu juga sebaliknya sampai Kev tanpa sadar menggebrak meja dan hal itu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut. Semua mata tertuju pada sang pimpinan sidang itu. Faras menatap pacarnya sebentar dan Kev menatap Faras dengan tatapan datarnya.</p><p>&quot;Faras, Cristo. Kalau masih mau ngobrol keluar aja! Berisik! Gak bagus dilihatnya! Lagi rapat bukannya merhatiin malah asyik sendiri.&quot;</p><p>Rapat berlangsung hingga sore hari. Sejak kejadian tadi, Kev tidak ada bicara sama sekali dengan Faras bahkan menoleh kearahnya saja enggan. Bahkan saat Faras mengajak Kev bicara di motor saja Kev hanya menanggapi seperlunya. Disini, Faras berpikir pasti ada yang salah dari Kev. Padahal, Faras tidak melakukan kesalahan apa-apa hari ini tetapi mengapa Kev menjadi pemarah seperti ini.</p><p>Sampai di kost, Kev membuka pintu membiarkan Faras masuk terlebih dahulu lalu disusul dengan Kev yang menutup pintunya dengan kencang yang membuat Faras tersentak. Kev melempar tas nya, membuka tiga kancing kemeja nya.</p><p>&quot;Mubes hari kedua gak usah ikut, ini perintah.&quot;</p><p>Faras berjalan perlahan mendekati Kev lalu membukakan kancing kemeja nya Kev yang membuat Kev memegang tangan kecil Faras. &quot;Kenapa sih? Marah?&quot;</p><p>&quot;Kamu mikir aja lah, punya otak kan.&quot;</p><p>&quot;Aku gak ada salah apa-apa loh,&quot;balasnya. Masih dengan nada bicara Faras yang menggoda.</p><p>&quot;Terserah. Terus tadi apaan? Samaa si Cristo?&quot;Kev mendorong dada Faras pelan. Kali ini Kev masih mencoba untuk bicara baik-baik dengan pacar nakalnya ini.</p><p>Faras sedikit menjaga jarak dari pacarnya itu, masih dengan senyum menggoda nya. Faras menjawab kalau dia hanya mengobrol layaknya adik tingkat dengan kakak tingkatnya. Sebatas itu saja dan Faras juga menambahkan kalau Cristo itu ganteng juga berwawasan luas. Faras menyukai tipe cowok yang seperti itu.</p><p>Mendengar penjelasan dari Faras membuat Kev manggut-manggut, rahangnya mengeras bahkan dia sampai mendecakkan lidahnya. Berani sekali Faras bicara seperti itu di hadapannya. Faras benar-benar memancing amarahnya kali ini dan ini tidak bisa dibiarkan. Faras melepas semua kancing kemeja putihnya dan mendekati Kev lagi yang membuat Kev menelan ludahnya. Tubuh Faras yang ramping, wajahnya yang putih ke pink lalu bibir kecil dan ranum nya itu membuat Kev hampir gila dan ingin melahapnya sekarang juga dan Kev tahu kalau Faras sedang memancingnya sekarang dan memanfaatkan Cristo untuk membuatnya kesal. Oke, kalau itu yang diinginkan Faras, Kev akan membalasnya.</p><p>Faras meraba dada Kev sampai menyentuh rahangnya yang mengeras. &quot;Jangan gitu lah, cuma ngobrol santai kok. Aku juga habis pinjem buku madilog sama dia.&quot;Faras lalu mengambil buku setebal 568 halaman itu dan menunjukkannya pada Kev dan cowok itu langsung merebut buku itu dari tangan Faras dan membuka halaman buku nya dengan asal lalu menutup buku itu kembali. &quot;kamu masih terlalu pemula buat baca buku ini. Gak cocok buat kamu, sayang.&quot;</p><p>&quot;Tapi kan ada Cristo atau....&quot;jarak antara Kev dan Faras semakin lebih dekat. Jaraknya hanya beberapa inci saja dan Faras menggoyangkan pinggulnya dan paha nya mulai menendang milik Kev untuk membuat kebanggaannya Kev bangun dari tidurnya. &quot;Atau kamu juga bisa jelasin kalau aku nya gak paham....&quot;</p><p>Kev menggigit bibirnya sambil terus menatap bibir Faras dengan laparnya, lidahnya sedikit keluar juga bahkan kebanggaannya perlahan-lahan mulai terbangun dari tidur panjangnya. Dugaan Kev benar, ini memang suatu hal yang diinginkan oleh Faras dan Kev tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.</p><p>&quot;Mau bener-bener mau aku kasih paham yaa.&quot;Kev mendorong Faras sampai cowok itu terduduk di kasur.</p><p>Kev melempar buku nya di paha Faras lalu dia melepas kancing kemeja, melempar kemeja nya dengan asal lalu mengangkat dagu Faras dan langsung melumat bibirnya ke bibir Faras. Lumatan Kev begitu dalam dan bisa dibilang cukup kasar sampai Faras membalasnya juga, mereka berdua saling memainkan lidah dan terakhir Kev menggigit bibir bawah Faras yang membuat Faras meringis kesakitan. Faras menyentuh bibir bawahnya sendiri dan matanya mulai berkaca-kaca.</p><p>&quot;Tahu gak sih, orang kalau melakukan kesalahan harus dihukum.&quot;</p><p>&quot;Maaf....&quot;</p><p>&quot;Kalau Cristo kamu anggap ganteng dan keren, yaudah kamu sama dia aja sana. Kamu nih lupa ya, kamu milik siapa?&quot;</p><p>Faras menggelengkan kepalanya pelan dan mendongak kearah Kev yang mulai berdiri lalu Faras menarik tangan Kev dan mendudukan Kev di sebelahnya lalu Faras mulai menempelkan bibirnya ke bibir Kev dan Kev melepaskan ciumannya. Dia ingin lebih dari sekedar ciuman, Faras sedang &#39;diamankan&#39; oleh Kev disini.</p><p>Kev menyingkirkan buku yang masih ada di paha Faras lalu meraba nya perlahan sampai dia menarik dagu Faras agar wajah Faras berhadapan dengan wajahnya. Mata Faras berkaca-kaca, tatapannya sayu dan bibirnya agak bengkak karena bekas gigitan dari Kev tadi. Faras terlihat sangat cantik.</p><p>&quot;<em>Stop crying. You asked for this, didn&#39;t you? Now tell me, who do you belong to</em>?&quot;Kev berbisik di telinga Faras dengan nada bicara yang rendah.</p><p>&quot;<em>i&#39;m sorry, please do it now Kev</em>. aku milik mu,&quot;pinta Faras dengan tatapan memohonnya yang sangat disukai Kev.</p><p>&quot;Okey, dengan senang hati. Karena kamu nakal dan melakukan kesalahan fatal, kamu harus terima hukuman ini dengan patuh.&quot;Kev melepas tiga kancing kemeja Faras yang tersisa, lalu melempar kemeja nya ke sembarang tempat. Dia meniduri Faras dan Faras dengan patuhnya menyandarkan tubuhnya kepala nya di bantal lalu membiarkan Kev menjelajahi seluruh bagian tubuhnya.</p><p>Kev memakan semua bagian tubuh Faras mulai dari bagian perut bawah sampai dada kanan dan kiri nya berkali-kali yang membuat Faras semakin tersangasng bahkan sampai menyebut nama Kev.</p><p>&quot;Keeev......&quot;lenguhnya. Faras mengalungkan kedua tangannya di leher Kev dan Keb dengan senyuman menggoda dan laparnya mulai beralih ke leher Faras, dia mengecupnya, mampir ke tulang selangka, mengecupnya sebentar dan menggigitnya sampai membuat Faras meringis pelan.</p><p>&quot;Aaakhh....sakiiit....kamu mainnya kasar, bibir aku bengkak terus sekarang inii....&quot;Faras memegangi lehernya dan Kev malah semakin suka melihat hasil karya nya—bercak merah di tulang selangka Faras.</p><p>&quot;Itu salah kamu sendiri kan kamu yang mau. Bahkan, sentuhan Cristo belum tentu seenak punya ku.&quot;</p><p>&quot;Kamu gila! Kasar!&quot;maki Faras sambil menciumi bibir Kev.</p><p>Jauh di dalam hatinya, inilah yang Faras inginkan. Dia ingin &#39;dipuaskan&#39; oleh Kev, karena kemarin-kemarin mereka berdua belum sempat bertemu karena Kev sedang sibuk-sibuknya dengan kepanitiaan dan di moment ini, Faras tidak akan membuang-buang kesempatan dia benar-benar merindukan pacarnya dan membuat ulah agar Kev meluangkan waktu untuk memperhatikan dan menyentuhnya seperti ini. Dan cara ini berhasil walaupun, Kev dengan otoriternya bermain dengan sangat kasar.</p><p>&quot;<em>But, you like this baby</em>....&quot;Kev berhenti sebentar lalu membalas ciuman di bibir Faras. Dia mecengkram punggung Faras agar Kev bisa bernafas dengan benar karena ciuman Faras juga tidak kalah ganas.</p><p>&quot;Tapi ini belum seberapa.&quot;Kev membuka celana nya dan memperlihatkan &#39;kebanggaan&#39; milik Kev yang tegak. Faras membulatkan matanya dan Kev memberikan kode pada Faras untuk melakukan sesuatu terhadap &#39;kebanggaan&#39;nya.</p><p>&quot;Ayo, <em>This is what you want, right</em>?&quot;</p><p>Faras menggigit bibirnya pelan sampai jari Faras bermain dengan puasnya di wilayah bawah Kev dan hal itu membuat Kev menutup matanya, merasakan kenikmatan dari sentuhan Faras. Sementara itu, Faras juga semakin terangsang dan benar-benar memasukan semuanya kedalam milik Kev lalu dia melepas celana dalam Kev dan Faras mengubah posisi yang tadinya setengah duduk mulai menindih tubuh Kev dan dia membuka celana nya sendiri dan Kev tanpa banyak basa-basi lagi langsung memasukan semuanya kedalam milik Kev.</p><p>&quot;Faraaaass.....&quot;lirih Kev pelan.</p><p>Goyangan Faras begitu mantap dan Kev menikmatinya sambil terus mengocok bagian bawah Faras lalu Faras kembali mencium bibir Kev bahkan sampai menjelajah setiap inci tubuh pacarnya yang besar itu mulai dari bagian dada kanan, dada kiri bahkan perut dan putingnya juga sedikit Faras mainkan. Memang acak, tetapi sukses membuat Kev keenakan dan Faras mengubah posisi nya lagi.</p><p>Kev menciumi bibir Faras dengan laparnya bahkan sampai menyedot bagian dalam bibir Faras yang membuat bibir Faras semakin bengkak, dower seperti habis memakan bon cabe level 15. Tanpa sadar, air liur Faras keluar dan Kev langsung menyedotnya.</p><p>&quot;Enaaak...enaak banget sayang.&quot;Kev menggigit bibirnya.</p><p><em>Hmgggghhhh</em></p><p><em>Hhhhhh...hhhhhhh</em></p><p>Keeev, stop....saakiit,&quot;keluhnya. Matanya hampir berkaca-kaca bahkan sampai menangis.</p><p>&quot;Makanya jangan nakal, siapa suruh kamu main serong sama Cristo.&quot;</p><p>&quot;Tapi dia keren, wawasannya luas terus buktinya dia kasih pinjem buku madilog.&quot;Faras menyeka air matanya dan lagi-lagi, Faras membuat pacarnya marah.</p><p>&quot;Faras, aku udah cukup sabar yaa dari awal kamu sama Cristo ngobrol <em>and i don’t like you talk with this fucking guy</em>.&quot;tegas Kev. Dia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi dan menciumi bibir Kev lagi dengan kasar yang membuat Faras mengeluarkan air matanya lagi. Kev berhenti sejenak lalu mengambil buku madilog nya dan menunjukkannya kearah Faras.</p><p>&quot;Kalau kamu pengen paham soal buku ini, kamu harus paham harus jalanin hukuman kamu dulu.&quot;</p><p>Kev melempar buku itu lagi, lalu menindih tubuh Faras dan mengusap air mata Faras. Kev mencium pipi nya lalu beralih ke bibirnya dan melahap bibirnya seperti orang yang kelaparan dan tidak diberi makan dua tahun. Bahkan cara dia menyedot seluruh mulut Faras sama seperti orang yang tidak diberi makan dua tahun. Nafasnya tersengal, lidahnya dia julurkan sedikit dan Kev menatap Faras dengan tatapan liarnya.</p><p>&quot;Kev.....&quot;lirih Faras lalu Faras melanjutkan ciumannya. Setelah Kev puas melumatnya dia menggigit cuping telinga nya yang membuat Faras tersentak. Dia menutup matanya sejenak untuk menikmati gigitan tersebut.</p><p>Faras membiarkan tubuh Kev berkelana di seluruh tubuhnya. Dia meremas pinggang belakang Kev. Kondisi kamar mereka cukup kacau. Sprei nya berantakan, buku madilog tergelatak di sembarang tempat dan kali ini Kev memulai adegan klimaksnya.</p><p>Kev langsung membuka kaki Faras dan menyuruh pacarnya itu untuk mengangkang dan Faras mengangguk dan mulai membuka kaki nya sedikit dan membiarkan Kev memasuki lubang Faras dan Faras terus-menerus mendesah menyebut nama Kev dan sedikit mengeluh kesakitan karena sentuhan Kev benar-benar gila. Cara bermainnya kasar.</p><p>&quot;Sayang....Kev....udahlahh....&quot;air mata Faras mulai berlinang campuran antara rasa sakit dan nikmat menjadi satu. &quot;Stop it....keluarin aja yok bareng.&quot;</p><p>&quot;Lah gimana sih? Gitu aja gak kuat, baru sekali loh.&quot;</p><p>&quot;<em>Shut up</em>,&quot;maki Faras.</p><p>&quot;Ngatur.&quot;Kev menyeringai pelan.</p><p>Kev tetap melakukan gerakan yang sama yang membuat pinggang Faras sakit dan kaki nya gemetar, terutama di bagian paha nya. Faras bahan tidak menghitung berapa kali Kev kembali berkunjung ke dalam dan sekarang, Faras benar-benar merasakan hukuman dari Kev yang sebenarnya.</p><p>Air mata Faras berlinang dan Kev mengusapnya. Sebagai penutupan dia menciumi bibir Faras sekali lagi dan juga mampir ke bagian dada lalu menghiasi dada Faras yang merupakan bagian paling sensitifnya dengan bite mark. Tidak hanya satu tetapi dua. Kev menatap puas dan teringat bagaimana Faras menatapnya dengan mata sayu dan memohonnya tadi, meminta untuk dikeluarkan tetapi saat Kev melakukannya sekali lagi, Faras malah ketagihan.</p><p>&quot;<em>Baby, you so pretty</em>.&quot;</p><p>&quot;Sakit <em>but i like it</em>, hukumannya enak.&quot;</p><p>&quot;Sampai kamu buat ulah cuma buat hal kayak gini.&quot;</p><p>Kev meniduri Faras dan mengusap pelan rambutnya. Faras tidur di kamar kost nya yang berantakan. Sprei nya acak-acakan, bahkan sampai selimutnya terdapat bekas cairan hasil hukuman Kev pada Faras tadi. Kemeja mereka entah ada dimana. Kev mengambil buku madilog milik Cristo, lalu bergumam. &quot;Cristo bego, ini buku lu minjem sama gue ya anjing, <em>fuck</em>.&quot;</p><p><strong><em>Biar kata nenek sihir <br>Bagiku kau Briteney Spears</em></strong></p><p>-The Changcuters-</p><p>Kev memandangi wajah cantik pacarnya yang nakal dan juga cantik bak Britney Spears. Kev menyelimutinya dengan satu selimut miliknya lagi dan saat sedang terlelap, lalu tidak lupa dia menciumi bibir pacarnya pelan. &quot;<em>You&#39;re mine, I love you, bibeh,&quot;</em>bisiknya di telinga Faras. Biarlah Faras menganggapnya otoriter, posesif atau apapun itu, tetapi bagi Kev ini adalah cara Kev mencintai Faras.</p><p>Kev menggesekkan hidungnya ke hidung Faras, lalu perlahan membiarkan kekasihnya itu tidur dan dia lanjut menemani Faras tidur sembari membuka lembaran buku madilog nya Tan Malaka.</p><p><strong>End</strong></p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=724525a4edc2" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Mission in the night: cari jajanan]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/mission-in-the-night-cari-jajanan-e6f1619cc6da?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/e6f1619cc6da</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 25 Apr 2026 18:08:21 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-25T18:08:21.900Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu sekitar pukul 7 malam, Tyo kebangun dari tidurnya dan langsung saja bersiap-siap untuk menjemput Mahesa untuk menuaikan tugas mencari jajanan untuk sikrap nanti sekaligus quality time.</p><p>Tyo memarkirkan motornya di indomaret tanpa adanya tukang parkir. Mahesa pun turun dan Tyo merangkul pundak Mahesa lalu menarik pintu masuknya. saat di dalam, Mahesa langsung melepaskan rangkulannya.</p><p>“ih kenapaa?”</p><p>“stop anjing, malu banyak orang.”</p><p>“cuma berapa biji orang caa, malu apanya!?”</p><p>“biji apasih! kacang ijo!?”</p><p>“biji jagung,”balas Tyo.</p><p>“Sumpah gak nyambung.”Mahesa mengeluarkan hp nya dari saku celana nya lalu dia menyuruh Tyo untuk mengambil jajanannya. pertama mereka ke stan chiki untuk mencari Snack petualangan alias taro. Tyo mengambil yang rasa rumput laut.</p><p>“menurut lu oke ga Ca?”</p><p>“boleh, ambil ajaa enam apa tujuh gitu, lumayan satu nya buat kita bareng-bareng. cari yang sedang aja.”</p><p>Tyo mengangguk. dia mengambil tiga bungkus taro lalu dia taruh satu di raknya lagi. “apasih anjing!? kenapa lu taruh lagi?”</p><p>“ini Chiki taro itu taro dimana cok?”</p><p>“si bangsat! namanya doang taro bukan berarti harus lu taruh yaa anjing. sini lahh tiga nya gw pegang trus sisa nya lu, ntar kita cari keranjang dulu.”Mahesa berjalan lebih dulu untuk mengambil keranjang berukuran cukup besar untuk menaruh jajanan yang tadi dia pegang. Mahesa menaruh Chiki nya di keranjang, begitu juga dengan Tyo. lalu Tyo menyentuh keranjangnya sekaligus tangannya Mahesa.</p><p>“apa?”</p><p>“gue pegangin aja keranjangnya, lu cukup kasih tahu gue nih apa-apa aja jajanan yang harus gue ambil.”</p><p>“boleh.”Mahesa pun berjalan lebih dulu ke stan biskuit. disitu, Mahesa menyuruh Tyo untuk mengambil biskuit 3 cara yaitu dibuka, dijilat dan dicelupin atau yang lebih akrab disebut oreo.</p><p>“ca, lu mau gak kita terapin cara dibuka, dijilat dan dicelupin.”</p><p>“ohh si anjir. gue tahu nih arah pembicaraan lu kemana.”</p><p>“baju nya dibuka terus lu nya gue jilat terus gue celupin bibir gue sama bibir lu.”</p><p>“sumpah di dalam mall gini kenapa lu mesum banget sih cok. mana gue nyambung lagi,”gerutu Mahesa.</p><p>“itu berarti kita jodoh,”balas Tyo sembari mengambil enam bungkus Oreo yang isinya empat kedalam keranjang besar itu.</p><p>“mimpi aja sana.”</p><p>“engga lah, kalau gue mimpi mah gue gak bakalan bangun dan kita gak akan kesini caa.”</p><p>“iya sih, tapi mimpi biasanya lebih indah gak sih. apalagi kalau misalkan lu lagi mikirin gue gitu. ya gue bukannya geer atau gimana gitu ya, soalnya isi pikiran lu gampang ditebak dan gue juga tahu lah kalau lu udah kecintaan berat sama gue dan gue bukan omega goblok juga,”jelas Mahesa.</p><p>“tapi mimpi juga gak bisa gue atur juga caa. mimpi itu terjadi secara random gitu.”</p><p>“kenapa sih lu selalu bener kalau ngomong!? ngeselin banget.”</p><p>Tyo tidak menanggapi ucapan Mahesa dan dia langsung lanjut mengambil nextar, better dan juga good time. “bangsat emang si nextar ini.”</p><p>“kenapa jirr?”</p><p>“isinya pelit banget anjing, masa harga 2 ribu kita cuma dapet 3 biji nextar dengan ukuran yang makin hari makin mengecil. bungkusan doang gede isinya kecil banget, sekali hap juga habis.”</p><p>“tapi nextar itu enak tahu walaupun harga nya gak sesuai isi dan ukurannya.”</p><p>“sialnya iya lagi. bahkan rasa asli nya yang rasa nanas aja kalah sama yang rasa coklat,”ucap Tyo. dia iseng mengambil satu bar Silverqueen dark coklat dan memberikannya pada Mahesa.</p><p>“buat lu.”Tyo mengembangkan senyumnya dan Mahesa menerima coklat itu dengan mata yang berbinar tentu saja. “spesial buat lu,”ucap Tyo.</p><p>“makasih,”ucap Mahesa menahan rasa malu nya.</p><p>Tyo mengangguk dan melihat Mahesa tersenyum karena hal kecil seperti ini saja sudah membuat Tyo senang. karena bagi Tyo, mencintai seseorang itu cukup dengan melihat orang itu tersenyum bahagia dengan hal-hal sederhana yang disukai.</p><p>mereka berdua pun lanjut ke stan mie tetapi, Tyo melihat Mahesa mematung di stan yang dimana ada banyak roti disitu. “kenapa? lu kalau mau bilang aja jirr, lu kayak sama siapa aja dahh.”</p><p>tetapi, Mahesa hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca. Tyo langsung bertanya apa yang membuat Mahesa menangis. “weh? kenapa lu nangis cok.”</p><p>“Tyok…hari ini ulang tahun mama dan setiap mama ulang tahun, pasti gue sama papa selalu beliin mama roti keju. terus gue, papa, Abang sama mama makan bareng-bareng. terus mama gue peluk gue dan gue setiap lihat roti keju ini gue selalu inget mama….gue kangen mama….”ucapan lirih dari Mahesa itu berhasil membuat Tyo ikut larut dengan apa yang Mahesa rasakan. “harusnya hari ini gue ke makam mama.”</p><p>Tyo mendekap Mahesa lalu Tyo melepaskan dekapannya sejenak dan merangkul Mahesa ke stan permen untuk mengambil permen kiss dan yang memang masuk dalam list dan juga yupi untuk menghibur Mahesa tentu saja.</p><p>“nanti kalau kita udah selesai sikrab, lu bisa ke makam mama atau mau ngajak gue pun gak apa-apa juga. jujur gue bingung anjir gimana ngadepin orang nangis hahhahaha.”Tyo memberikan beberapa yupi love untuk Mahesa. “nih yupi nya bisa membantu ya.”</p><p>“anjing!”maki Mahesa. “gue bukan anak kecil.”</p><p>“di mata gue mah, lu kecil caa.”</p><p>“mata lu ajaa yang rabun,”balas Mahesa. dia menghapus air matanya yang hampir jatuh tadi. dan bisa dibilang, Mahesa begitu emosional jika sudah mengingat mama nya.</p><p>“bilang makasih lah ke gue.”</p><p>“haus validasi banget sih.”</p><p>“yaelah bercanda doang gue. udah ah, yok cari Indomie.”</p><p>“gak usah. di kost Jimmy juga banyak tuh. biar gak usah keluar uang cuy.”</p><p>“oke, tapi kita agak ngaret ya ke kost Jimmy nya. gue pengen lu makan coklat sama yupi nya di depan dan gue duduk berduaan doang sama lu.”</p><p>Mahesa menghela nafas, “terserah lu aja.”Mahesa mana bisa menolak permintaan Tyo itu.</p><p>setelah selesai belanja, plastik belanja nya dia taruh di meja. Tyo mengeluarkan Vape nya dan saat ingin menghisap Vape nya, dia lupa kalau di depannya, Mahesa sedang duduk sambil menyantap Silverqueen nya dan dia menatap Tyo dengan tatapan tajamnya.</p><p>“eh, sorry caa, gue lupa kalau masih ada challenge.”</p><p>“dasar.”Mahesa memotong coklatnya lalu memberikan coklat itu pada Tyo. “nih, makan coklat aja biar gak kebanyakan ngerokok terus.”</p><p>“suapin dong.”</p><p>“lu punya tangan gak sih!?”</p><p>“ayolah caa sekali.”</p><p>“ihh mantan kandung gini amat dah.”Mahesa terpaksa menyuapi Tyo. “buka mulut lo.”</p><p>“dengan senang hati my omega kesayangan gweh.”setelah coklat yang dia pegang itu masuk ke dalam mulut Tyo, Mahesa berdecak kesal karena melihat Tyo yang tersenyum puas. “dasar alpha gila.”</p><p>“dasar omega galak.”</p><p>“alpha gila jamet, mesum.”</p><p>“ya daripada lu, omega gila, galak, freak, alay, tapi anehnya gue sayang sama lu,”balas Tyo.</p><p>“caa lu masih inget gak sih, yang gue bdsm sama lu tapi pakai petai.”</p><p>“itu first time gue ngeseks sama lo dan itu gila.”</p><p>“tapi lu jadi suka petai atau sebaliknya nih?”tanya Tyo.</p><p>“gue gak suka bau nya, jujur pas abis gue ngeseks sama lu itu, mau muntah cok karena bau petai nya itu nyengat banget. lu bener-bener sesuka itu ya sama petai.”</p><p>Tyo tertawa kecil, “jangan salah, gue pemakan segala caa termasuk makan lu.”</p><p>“dih, jauh-jauh ah sama lu. soalnya lu mesum Tyok.”</p><p>“dikit-dikit bilang mesum, apaa banget dah lu.”</p><p>“ya lu emang mesum Tyok,”ucap Mahesa sambil memotong coklat nya lagi.</p><p>“caa, mau tanya deh kalau misalkan nih lu gue ajak nonton konser nih konser apa yang lu pengen banget datengin?”</p><p>Mahesa berpikir sejenak. dia bukan pecinta genre lagu tertentu. karena bagi Mahesa, selama lagu itu masuk dan enak didengar di telinga dia, Mahesa pasti suka. jadi kalau ditanya konser mana yang ingin dia datangi, Mahesa akan menjawab semuanya. “ya gak bisa caa, lu harus pilih satu yang bener-bener lu pengenin banget. kayak gue harus dateng gitu.”</p><p>“apaa ya?”pikir Mahesa. “Sheila on 7 sih, lagu-lagu diaa gak pernah gagal dan termasuk band yang gak ada haters nya. kalau lu apaa?”</p><p>“gue padi reborn sih hhhaahhaha. tapi gue bangat datengin semuaa konser-konser yang ada dari band manapun. gue suka semua lagu.”</p><p>“Halah lu aja suka nya denger tenda biru sama hati yang luka.”</p><p>“lagu lawas the best bro.”</p><p>“gak salah sih ya.”</p><p>“asal lu tahu aja, hati yang luka itu dulu nya bener-bener dilarang tau pas masa orde baru.”</p><p>“kenapa tuh?”tanya Mahesa penasaran. “setahu gue malah justru lagu-lagu yang isinya kritik kayak Iwan fals tuh yang bener-bener di kontrol bener sama pemerintah waktu itu.”</p><p>“soalnya itu lagu cengeng caa karena si menteri apa gitu lupa pokoknya namanya si Harmoko waktu itu kayak ngelarang lagu hati yang luka atau lagu cengeng lainnya karena katanya dianggap melemahkan semangat pembangunan dan itu terlalu mendramatisir kesedihan gitu, intinya kayak lebay gitu lah,”jelas Tyo. dia memakan coklat nya Mahesa dulu sejenak sebelum lanjut cerita. beberapa kali Tyo mengeluh mulutnya asam karena lama tidak menyentuh rokok dan rokok batangnya sekarang masih ada di Mahesa.</p><p>“lanjut dong, penasaran.”</p><p>Tyo menghela nafas, “dulu tuh waktu masa orde baru, musik dan seni, atau sastra mah gak sebebas sekarang. contoh deh kita bahas lagu. dulu yang terkenal pada masa orde baru tuh justru lagu-lagu dangdut tuh, Roma irama dan itu sempet jadi alat kampanye juga waktu pemilu orde baru. terus tuh, kalau kita tarik ke zamannya Soekarno mah gak jauh beda. malah justru tuh musik-musik barat tuh yang dilarang karena waktu itu kan Soekarno bener-bener anti barat gitu. pernah ya si Koes ploes kalau lu tahu yang lagu nya andaikan kau datang kembali, pas gue baca artikel gitu katanya anggota nya pernah di penjara gitu perkara cuma bawain lagu nya the Beatles. walaupun musik pada masa orde baru tuh, gak secara terang-terangan dilarang tapi yaa beberapa musisi kritis kayak Iwan fals tuh cukup bisa bikin resah pemerintah pada waktu itu dan itu bikin kebebasan berekspresi itu makin sulit karena adanya kontrol pemerintah pada masa itu atau kalau kita lihat dari sastra dan pasti lu juga tahu, buku-buku nya mas Pram dulu itu dilarang beredar karena ada unsur komunis atau apalah itu.”</p><p>Mahesa menyimak dengan mata yang berbinar dan dia begitu tertarik dengan apa yang dijelaskan Tyo. Mahesa akui kalau pengetahuan Tyo soal musik itu luas dan Mahesa suka dengan alpha yang berpengetahuan luas seperti Tyo.</p><p>“keren banget lu.”</p><p>“masa sihh?”</p><p>“dah ah males.”</p><p>Tyo hanya terkekeh lalu dia lanjut membuka hp nya dan melihat notifikasi. disitu jugalah dia baru mengingat sesuatu. “Ohh iyaa si anjing, gue baru inget cok.”</p><p>“apaan?”</p><p>“beli petai, dahh malem gimana dong? si kontol, aduh besok mana sempet.”</p><p>“malem-malem gini mau cari dimana bego!?”</p><p>“ya gue gak tahu.”</p><p>akhirnya karena bingung, terpaksa Tyo dan Mahesa harus kembali ke kost Jimmy tanpa membawa petai yang seharusnya mereka beli bahkan sejak sore tadi.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=e6f1619cc6da" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[isi hati seorang Tyok]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/isi-hati-seorang-tyok-6c4f4466a4e2?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/6c4f4466a4e2</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:30:32 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-25T14:30:32.966Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>sepulang dari komdisan tadi, Tyo sekarang di kost Nafil. dia istirahat sejenak sembari mengumpulkan energi untuk bekerja lebih ekstra lagi nanti malam. sedangkan si empunya kost sedang memasak mie untuk makan siang menjelang sore ini.</p><p>Tyo menunggu Nafil selesai memasak sambil dia bermain hp membaca dan membalas chat di grup kopat, setelah itu lanjut scroll Instagram, melihat DM siapa saja kating yang sudah memberikan tanda tangannya dan ternyata tidak ada. jadilah, Tyo lanjut untuk scroll reels Instagram nya. dia scroll dengan asal, fyp nya pun dipenuhi dengan orang-orang yang ngejamming gitar, top list lagu-lagu lawas 90an dan juga tips dan trick bermain catur. tetapi pikirannya tidak pada fyp yang dia lihat itu, melainkan yang ada di otaknya adalah Mahesa tentu saja.</p><p>“when ya gue?”gumam nya.</p><p>disaat Tyo sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri, suara Nafil langsung membuat Tyo tersadar dan dia langsung menghampiri Nafil. “Tyok, ambil mangkuk satu lagi sana.”</p><p>“buat?”dengan bodohnya, Tyo malah bertanya.</p><p>“ya lu mau makan gak?”</p><p>“lah lu bikinin mie buat gue juga?”</p><p>“lu kenapa lolok banget sih!?”ucapnya sambil mengaduk mie agar mie dan bumbu nya menyatu dengan rata.</p><p>Tyo hanya terkekeh saja, lalu dia mengambil satu mangkuk dan satu sendok. Nafil membagi mie nya, dia menaruh mie nya tadi ke mangkuk yang Tyo pegang lalu mereka berdua makan bersama.</p><p>“kenapa sih lu? diem aja akhir-akhir ini?”</p><p>“gue bingung Nafil, harus gimana lagi buat meyakinkan Ecaa biar dia mau buka hati nya lagi buat gue,”keluh Tyo. hanya pada Nafil lah salah satu tempat curhatnya Tyo.</p><p>“lu juga gak bisa maksa dia juga sih, Ecaa punya sudut pandangnya sendiri dan banyak pertimbangan dan semuanya tuh gak semudah lu membalikan telapak tangan.”</p><p>“gue bahkan udah ngelakuin segala cara. oke, dia masih mau main atau ngobrol sama gue tapi status dimana gue sama Ecaa lebih dari sekedar temen itu tuh gabisa kayak Ecaa bener-bener kasih batasan buat gue. tapi nih, disaat gue kayak gombalin dia atau iseng lah cium si Ecaa itu diaa kayak gak bisa nolak. nah, itu berarti Ecaa seolah ngasih sinyal kalau dia tuh udah mulai terbuka lagi sama gue dan dia masih cinta sama gue. makanya gue bingung, Ecaa tuh mau nya gimana. nunggu aja gitu? nunggu sampai kapan? sampai Ecaa diambil alpha lain selain gue?”</p><p>“gini loh Tyok. Ecaa itu emang masih suka sama lu, cuma buat bisa kayak dulu lagi lu perlu sabar,”jelas Nafil. “masih untung kalian gak asing satu sama lain. nikmatin aja yang sekarang ini. cuma waktu yang bisa kasih jawaban. dan harusnya lu percaya sama Ecaa kalau di hati nya dia cuma ada lu bukan yang lain.”</p><p>Tyo mengangguk paham. dia pernah bertanya pada chat gpt tentang hal yang sama dan jawabannya pun hampir sama dengan apa yang dikatakan Nafil. intinya adalah sabar, menunggu dan biarkan waktu yang menjawab semuanya. dan seharusnya jika Tyo mencinta Mahesa, maka Tyo juga harus percaya pada Mahesa kalau hanya Tyo, seorang alpha yang Mahesa cintai.</p><p>“lu jawabannya nyontek gpt ya.”</p><p>“dih, apasih! ngaco banget lu!”Nafil memukul paha Tyo dan Tyo hanya tertawa kecil saja sambil menyantap Indomie rebusnya.</p><p>“tapi thanks yaa, udah mau dengerin curhat gue.”</p><p>“kayak sama siapa aja lu.”</p><p>Tyo dulu pernah menyukai omega dengan tipe seperti Nafil yang lemah lembut, perhatian dan juga keibuan. tetapi, justru Mahesa si omega galak dan alay yang sama sekali bukan tipe nya itulah yang berhasil membuat Tyo jatuh cinta secara ugal-ugalan tetapi hati nya benar-benar tulus mencintai Mahesa.</p><p>“lu secinta itu ya sama Mahesa?”</p><p>“gue lihat mama gue di jiwa Mahesa. jadi tiap lihat Mahesa, gue selalu inget mama gue dan semakin gue deket sama dia semakin gue yakin kalau gue cinta sama dia, apa adanya bahkan gue bener-bener jagain dia, membahagiakan dia, apapun yang bikin dia selalu senyum dan gue gak mau gagal lagi dan berakhir kehilangan Mahesa. udah cukup mama gue yang gak ada, jangan sampai Mahesa juga bernasib sama kayak mama gue.”</p><p>“jadi lu suka sama Mahesa karena mama lu atau suka Mahesa ya karena dia Mahesa?”</p><p>“awalnya ya itu kayak apa yang gue bilang tadi, awalnya karena mama gue cuma ya makin gue kenal lebih jauh sama dia, gue sayang sama dia karena dia Mahesa. tapi bukan berarti gue ngelupain jiwa mama gue yang ada di dalam diri Mahesa.”</p><p>Nafil mengangguk pelan. “lu lebih cocok masuk jurusan filsafat dah daripada sejarah.”</p><p>“lah kenapa gitu anjing?”Tyo meminum kuahnya setelah itu lanjut minum segelas air putih.</p><p>“ya karena dibalik sifat jamet lu itu ternyata lu tuh seorang pemikir kayak filsuf jirr dan lu cocok kalau gue jejelin buku filosofi teras, dunia Shopie atau Karl Marx deh.”</p><p>“filsafat tuh bikin pusing tahu, toh semester depan kita ada mata kuliahnya. filsafat sejarah.”</p><p>“tapi cocok buat lu.”</p><p>“engga juga anjir, lu melebih-lebihkan banget deh.”</p><p>“fakta nya gitu kok,”jawab Nafil santai. Nafil pun membuka hp nya lalu membaca grup chat kopat lalu melihat jam di dinding. waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.</p><p>“apa gue siap-siap aja ya ke kost Jimmy.”</p><p>“kata gue lu kerajinan dah.”</p><p>“iya biar cepet gak sih.”</p><p>“chill dulu ngapaa.”Tyo langsung rebahan di kasurnya Nafil. ya, Tyo sudah menganggap kost Nafil seperti di rumahnya sendiri. “ntar malem dahh kesana.”</p><p>“lu berangkat sendiri apa gimana ntar?”</p><p>“sama Mahesa mau cari jajan sekalian quality time, hahahahha.”</p><p>“quality time ala mantan kandung gitu?”ucapan Nafil benar-benar membuat hati Tyo nge-jleb.</p><p>“jangan diperjelas lah.”</p><p>“ya gimana habisnya itu fakta yang gak bisa lu bantah Tyok.”</p><p>“denger ya Nafil, apapun status gue sama Eca sekarang ini, perasaan gue ke Mahesa gak pernah berubah.” Tyo pun tiduran terlentang. dia ingin tidur sejenak setidaknya sampai jam 7 malam. untuk saat ini dia lega karena sudah mencurahkan isi hatinya pada teman terdekatnya.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=6c4f4466a4e2" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Disini kau dan aku terbiasa bersama]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/disini-kau-dan-aku-terbiasa-bersama-3085d66daef1?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/3085d66daef1</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:07:00 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-19T00:30:04.255Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Sore setelah menyicil untuk membuat tas dari kardus di GSG, Tyo dan Mahesa tidak langsung pulang ke rumah, dia geser dulu untuk mencari dedaunan untuk membuat mahkota yang akan dipakai saat sikrab nanti.</p><p>pekerjaan mereka tinggal 40 persen lagi dan mereka membagi-bagi tugas seperti Tyo dan Hayden melakban kardus itu sampai kardusnya kokoh, tidak mudah terkena air dan gambar aqua nya tidak terlihat, Jimmy dan Leon yang menggunting lakbannya. sedangkan Mahesa dan Nafil tugasnya mengepang tali rafia agar saat tasnya jadi nanti bisa ditenteng. mereka buat tujuh tas sesuai jumlah anggota kelompoknya.</p><p>Tyo membawa Mahesa ke belakang kost nya Nafil. disitu memang ada pohon mangga. Nafil dan Tyo kalau lagi ingin mangga atau petis suka mengambil disitu. “ambil aja caa daun-daun yang jatuh itu.”</p><p>“okey.”</p><p>Mahesa mengambil daun mangga yang berada di tanah. dia mengambilnya satu persatu. “Tyok, butuh berapa daun ini anjirr? terus buat menyatukan semua daun-daun ini gimana?”</p><p>“pakai lidi gak sihh atau distreples bisa kali harusnya.”</p><p>“di streples ajaa Tyok, kalau mau pakai lidi kudu keluar uang lagi.”</p><p>“oke, gue setuju apapun keputusan lu. ahhahahah, kaum mendang-mending banget ya lu.”</p><p>“bantuin lah jangan diem aja, banyak tahu daun yang harus dikumpulin.”</p><p>“heheh iyaa caa, lu mau mangga gak? gue lagi kepengen loh.”</p><p>“gila lo ngidam!”seru Mahesa.</p><p>“gue alpha Ecaa! alpha gak hamil.”</p><p>“tapi lu menghamili,”ketus Mahesa. “emangnya kalau mau ngambil mangga gak izin dulu nih sama yang punya?”</p><p>“gak usah izin, ambil-ambil ajaa, katanya ini mangga emang khusus buat anak-anak kosan doang.”</p><p>“lahh lu kan bukan anak kos.”</p><p>“gue tiap hari di kos Nafil.”</p><p>“terus lu mau manjat?”tanya Mahesa sambil berkacak pinggang. dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah alpha dominant dengan feromone musk vanilla itu. menurutnya Tyok itu freak.</p><p>“udah caaa lihat aja nanti, lu kumpulin semua daun-daunnya yaa. minimal tiap orang 7 daun cukup lah.”</p><p>“gila! lu gila! mau enaknyaa ajaa!”</p><p>Tyok tertawa kecil dan dia memilih untuk memanjat pohon mangga nya, sementara Mahesa sibuk mencari daun mangga yang jatuh di tanah. “malesin banget anjing,”keluh Mahesa. “biarin ajaa lu naik tapi gak bisa turun kalau lu jatoh gak akan gue tangkep.”</p><p>“yakin?”tanya Tyok yang sudah berada diatas pohon.</p><p>“bodo amat.”</p><p>Mahesa mengambil daun-daun itu setelah dia hitung, Tyo pun turun dari pohon dengan mengambil dua buah mangga dan saat turun, Tyo hampir kehilangan keseimbangan dan dia sengaja jatuh hanya untuk memeluk Mahesa dan hal itu cukup membuat Mahesa tersentak dengan tindakan Tyo yang terlalu tiba-tiba. “APASIHH!”</p><p>“hehhehe sorry caa,”ucapnya tanpa ada rasa bersalah.</p><p>“modus taik!”</p><p>“caaa jangan marahh, ihh kenapa lu galak banget jadi omega.”</p><p>“biar alpha-alpha bajingan kayak lu gak berani gangguin gue.”Mahesa pun berjalan mendahului Tyo dan Tyo pun menyusul Mahesa.</p><p>sampai lah mereka di kost nya Nafil. Tyo membuka pintu kost nya Nafil lalu masuk terlebih dahulu. penghuni kost yang asli — Nafil sedang mengantar salah satu teman kost nya pulang kampung dan dia menitipkan kunci kost nya pada Tyo karena dia tahu pasti Tyo akan tidur di kost nya lagi.</p><p>Tyo pun langsung melepas kaus yang kotor karena habis memanjat pohon tadi dan pastinya baju Tyo penuh dengan tanah. jadinya Tyo hanya singletan saja. sialnya, melihat Tyo yang singletan dengan memperlihatkan tubuh kekar dan berototnya itu membuat Mahesa menelan ludahnya. Dia pun memalingkan wajahnya lalu sibuk mencuci mangga nya itu supaya bersih. setelah itu, Mahesa mencoba untuk mengupas mangga nya itu lalu memotongnya kecil-kecil agar lebih mudah dimakan. Tyo pun menghampiri Mahesa dan memeluk Mahesa dari belakang sambil menghirup aroma feromone Mahesa.</p><p>“Tyok lu bisa diem gak sih! geli anjing!”</p><p>“kasarnya.”Tyo pura-pura merajuk. “gue pengen aja manja-manjaan sama lu. kapan lagi kan?”</p><p>“tangan lu, gue potong bener yaa Tyok!”ancam Mahesa masih sambil memegang pisaunya.</p><p>“jangan dong, potong mangga nya aja.”Tyo mencium leher Mahesa pelan dan Mahesa tidak bisa — tidak mau menghindar dan malah justru senang dengan ciuman singkat itu dan membiarkan Tyo manja seperti ini.</p><p>saat Mahesa memotong satu mangga lagi, jari Mahesa terkena pisau dan reflek Mahesa langsung melempar pisaunya dan meringis kesakitan. Tyo dengan cepat langsung mengambil kapas dan menahan darah yang keluar dari jari Mahesa. “perih gak?”</p><p>“sakit…untung aja ini potongan terakhir.”</p><p>Tyo membawa Mahesa untuk duduk di kasur dan Tyo mengambil hansaplast lalu menempelkannya di jari Mahesa. “thanks.”</p><p>“yow, kayak sama siapa aja lu.”</p><p>Tyo merangkul Mahesa dan menariknya ke dada nya. jadinya Mahesa bersandar di dada nya Tyo dan Tyo mengambil mangga nya lalu memakannya. setelah itu, dia menyuapi Mahesa juga.</p><p>“gak panas tah lu singletan kayak gitu?”tanya Mahesa sambil mengunyah mangga nya.</p><p>“justru kalau gue kaosan tadi panas caa, manaa itu kotor.”Tyo lalu melanjutkan ucapannya lagi. “enak yaa kita cuma berdua doang kayak gini. andai ajaa waktu dalam sehari itu ada 25 jam dan 1 jam nya gue bisa menikmati waktu sama lu berdua.”</p><p>“masa cuma satu jam? 24 jam nya ngapain?”</p><p>“ya beraktivitas dong, kuliah, kaderan.”</p><p>“ahh iya lagi.”Mahesa tidak bisa membantah ucapan Tyo.</p><p>“tapi gue masih nunggu loh caa, lu mau buka hati lagi buat gue.”</p><p>“sabar ya, semuaa yang udah lu lakuin waktu itu tuhh berdampak banget buat gue, disitu gue hampir mati, gue putus asa cuma karena kesalahpahaman itu dan itu pertama kalinya gue bener-bener jatuh cinta sama lu sampai gue gak mau kehilangan lo, gue gak mau lu putus atau ninggalin gue ditambah keluarga kita masing-masing. rasanya sakit Tyok, sakit banget.”</p><p>“iyaa gue paham kok gue emang set tolol itu dan gue bahkan gak mikirin perasaan lu waktu itu. gue bener-bener minta maaf sama lu. tapi inget, kita sama-sama saling cinta loh,”ucap Tyo. “eh, tapi kok bisa ya kita yang awalnya saling benci tapi bisa kayak sekarang?”tanya Tyo. “gue bahkan suka sama lu tuh dari pas kita tanding tinju itu deh yang pertama pas kopat belum ada dan belum kaderan itu.”</p><p>“lu suka sama gue darisitu?”</p><p>“hahhahaha iya gitu dehh, gue sebenarnya suka sama lu walaupun waktu itu gue nya masih denial.”</p><p>“ah kalau gue mah waktu gue digangguin sama anak hukum yang waktu itu terus sama lu nolongin waktu gue pingsan pas komdisan dan yah sebenernya, gue males sih bilangnya karena lu besar kepala pasti. feromone lu dominant, tapi hangat dan bikin gue nyaman.”</p><p>“ohh iya jelas dong, feromone Energen vanillaa gue gak ada lawan. ya lagian siapa yang bisa nolak pesona alpha dominant seganteng dan sekece gue.”</p><p>“kan! males banget gue yang begini -gini! besar kepala lu!”</p><p>“kepala gue besar caa,”balas Tyok. “dan gue bicara fakta dan faktanya gue alpha ganteng.”</p><p>“terserah lu!”</p><p>Tyo mengambil kotak rokoknya lalu mengambil satu batang rokok dan saat ingin mengambil korek, Mahesa langsung merebut kotak rokok itu. “challenge nya masih lanjut! lu mau nambah waktu lagi!?”</p><p>“caa anjing! jangan gitulahh! apalah arti hidup gue tanpa rokok!”</p><p>“ya ini challenge nya bebas dari asap rokok, lu jangan ngerokok di depan gue!”</p><p>“kalau di belakang boleh dong berarti!”</p><p>“LU MAU GUE PUKUL PAKAI TANGAN KANAN ATAU TANGAN KIRI!? TINGGAL PILIH AJAA!”</p><p>“pakai bibir ajaa!”</p><p>tanpa banyak bicara, Mahesa langsung menyuapi mangga ke mulut Tyok lalu dia menyimpan rokok itu di saku celana nya. “lu gak akan bisa ngerokok kalau challenge ini belum selesai.”</p><p>“tapi kalau udah selesai boleh kan?”</p><p>“iya! makanya sabar aja! toh sikrabnya juga bentar lagi. udah, makan mangga dulu ajaa.”</p><p>Tyo menyantap mangga nya begitu juga dengan Mahesa yang makan mangga sambil dia sibuk bermain hp nya, scroll Instagram dan tiktok. sejujurnya, dia butuh hiburan di tengah situasi yang sangat melelahkan seperti ini.</p><p>“ca, kalau dipikir-pikir ya, hubungan kita tuh unik banget tahu. kita kenalan terus musuhan dan dari musuhan itu hubungan kita makin berkembang dari yang awalnya musuhan terus saling jatuh cinta setelah kita pacaran gak lama putus dan kita sama-sama saling cinta tapi belum ada status pacaran, jadi jatohnya kita mantan kandung caa.”</p><p>“iya terus apaa?”</p><p>“ini tuh ibarat kayak teori gerak sejarah di teori siklus nya Oswald Spengler loh dimana dia bilang kalau teori gerak sejarah itu ibarat pertumbuhan manusia mulai dari dia lahir, mengalami masa anak-anak, remaja, dewasa, tua sampai dia mati atau lebih gampangnya mereka lahir, tumbuh dengan cepat mencapai dewasa dan disebut masa keemasan lalu mengalami kejatuhan dan meninggal. ini juga sama kayak hubungan yang gue jelasin itu.”</p><p>Mahesa menyimak dan mencerna apa yang Tyo bicarakan dan omega itu menunggu Tyo untuk melanjutkan kalimat selanjutnya. “dimana siklus hubungan yang gue jelasin tadi tuh kita kenalan, musuhan sampai saling cinta, pacaran terus putus deh dan teori siklus itu terjadi secara berulang-ulang layaknya siklus dan sejarah juga mengalami hal yang serupa, kejadiannya berbeda tapi pola nya selalu sama dan berulang,”jelas Tyok.</p><p>“oh itu kan di mata kuliah manusia dan sejarah kan dan disitu lu menghubungkan teori siklus Oswald Spengler itu dengan hubungan kita sekarang?”Mahesa menggelengkan kepalanya. “bener-bener ya lu tuh, gak bisa ditebak. gue gak nyangka kalau lu bisa berpikir sejauh ini tapi gue ada sedikit pendapat sih gak banyak tapi dari adanya tiga teori gerak sejarah itu, dua diantaranya bisa berhubungan.”</p><p>“gue penasaran, sepintar apasih omega kesayangan gue ini? hahahha.”Tyo mencubit pipi Mahesa dengan gemas.</p><p>“kita ini mantan kandung gak usah ngadi-ngadi!”Mahesa pun memakan mangga nya sejenak lalu mulai menjelaskan.</p><p>“kita coba pakai teori progresif nya Marx deh dimana dia melihat gerak sejarah itu dari adanya pertentangan kalau dalam konteksnya Karl Marx itu pertentangan antar kelas yah lu tahu lahh kaum proletar sama Borjuis itu. kalau di hubungan kita yah sama aja tahapannya mulai dari kenalan, musuhan, jatuh cinta sampai ke tahap pacaran itu, kalau gak ada kesalahpahaman diantara kita. berarti itu termasuk proses kemajuan dalam hubungan kita yang dimana perkembangannya itu dimulai dengan adanya suatu pertentangan kayak hubungan kita itu ya berawal dari permusuhan kita, ya kita selalu berantem, debat dan lain sebagainya dan bisa juga nih kalau kita mau pakai teori nya si Vico tuh yang Cultural spiral dimana teori itu hampir kayak punya nya si Spengler tadi cuma beda nya setelah mengalami kejatuhan atau keruntuhan akan ada lagi suatu revolusi untuk mencapai kemajuan. contoh dalam hubungan kita, kenalan, benci sampai jatuh cinta, pacaran, putus tapi kita balikan lagi,”jelas Mahesa panjang lebar.</p><p>“nah ayok lah kita revolusi,”ajak Tyo sambil menyantap mangga nya.</p><p>“revolusi apaa?”tanya Mahesa dengan ketus.</p><p>Tyo menahan senyumnya. dia mengambil setangkai bunga yang dia ambil saat mencari daun-daun tadi, lalu dia menyelipkan bunga itu di sela-sela telinga nya Mahesa sambil menjawab pertanyaan Mahesa tadi, “revolusi cinta.”</p><p>Mahesa pun memegang bunga itu dan tersenyum kecil lalu Tyo berbisik pelan di telinga Mahesa, “lu omega paling cantik yang hadir dalam hidup gue.” lalu Tyo mengecup pipi Mahesa pelan sambil mengembangkan senyumnya.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=3085d66daef1" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Meet up with Diva]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/meet-up-with-diva-d985915447e0?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/d985915447e0</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 14:03:40 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-18T14:03:40.829Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu, sepulang dari membuat tas dari kardus, Jimmy tidak langsung pulang, melainkan dia ingin bertemu dengan Oki si mahasiswa baru yang menarik perhatian Jimmy karena video jj nya yang unik dan menarik. sederhana. tetapi bisa membuat Jimmy tertarik bahkan dia sampai like, coment video Oki yang di upload di tiktok dan tidak disangka dia di chat oleh Oki untuk berterimakasih karena sudah menyukai dan berkomentar positif dari video yang dia buat. sejak saat itulah keduanya begitu dekat dan tidak jarang mereka berdua saling reply status bahkan mengobrol hal-hal random di chat. hanya di chat, karena dia belum bertemu secara langsung.</p><p>Jimmy memang berencana saat waktu senggang dia ingin mengajak Oki untuk meet up di sebuah warung mie ayam yang menjadi langganannya dan hari ini jatahnya senggang, setidaknya Jimmy bisa bertemu dengan Oki, omega manis dan sering menyebut dirinya sebagai diva.</p><p>Jimmy sampai di warung mie ayam, Jimmy memarkirkan motornya dan langsung memilih tempat duduk yang kosong lalu mengeluarkan hp, rokok dan juga korek api nya. sebenarnya challenge dari Mahesa masih berlaku, hanya saja jika tidak ada yang melihat tidak masalah. tidak lama setelah itu, Oki datang dan duduk di depan Jimmy.</p><p>mulailah mereka memesan mie ayam nya dan sambil menunggu, Jimmy berkenalan lagi dengan Oki, begitu juga dengan Oki.</p><p>“lu lebih cakep dari yang di foto,”ucap Jimmy.</p><p>“ah, bisa ajaa kakk.”</p><p>“gue serius Ki, lu lebih cakep kalau ketemu langsung gini.”</p><p>“makasih loh, lu juga…”balasnya.</p><p>“gue apa?”tanya Jimmy sambil menunjuk dirinya sendiri.</p><p>“yaa cakep….”jawabnya. Oki mengembangkan senyum yang membuat Jimmy langsung meleleh layaknya es krim yang terkena sinar matahari. “ganteng juga,”tambah Oki.</p><p>“bohong nih sih Oki.”</p><p>“ihh aku serius kakk.”</p><p>“hahahahhaa iyaa dehh kakak ganteng adek cantik.”</p><p>“lahh kok cantik?”tanya Oki. “tadi katanya cakep.”</p><p>“cakep itu maksudnya bisa semua bisa ganteng bisa cantik dan kalau menurut gue lu tuh cantik Ki,”jelas Jimmy.</p><p>“tapi aku masih cowok loh kakk, cuma statusnya omega dominant aja.”</p><p>“ya siapa bilang kamu cewek?”</p><p>“iya gak ada sih kakk, hehehhehe.”</p><p>Jimmy tertawa kecil sambil menerima dua mangkuk mie ayam yang mereka pesan, dibantu oleh Oki juga. Jimmy menuangkan tiga sendok sambal dan dia aduk-aduk mie nya, begitu juga dengan Oki yang menuangkan sambal ditambah dengan acar juga. sebelum menyantap mie nya, Oki menyantap pangsitnya terlebih dahulu karena kuah dan mie nya juga masih panas. Jimmy mulai meniup mie nya lalu langsung menyantapnya.</p><p>“mie ayam mang Ujang gak ada lawan dahh, benar-benar seenak itu,”review Jimmy. “dicobain Oki.”</p><p>“masih panas kakk.”</p><p>“nih.”Jimmy dengan santainya menyuapi Oki dan Oki jelas terkejut dan tidak biasa dengan semua ini. tiba-tiba saja kakak tingkat sekaligus alpha yang baru dia kenal menyuapi nya makan. “ini Ki, makan.”</p><p>“oh, ini aku makan disuapin.”</p><p>“iyaa Oki, kenapa lu jadi Lolak lolok gini dah.”</p><p>Oki pun tersenyum kecil dan Jimmy menyuapi mie ayamnya pada Oki dan Oki mengunyah mie ayam itu dan merasakan rasa hangat di tenggorokannya karena mie nya tidak sepanas miliknya.</p><p>“ini ditiup dulu tadi, makanya gak begitu panas,”ucap Jimmy. “dan makannya juga tambah enak tahu bisanya kalau disuapin, lu ngerasain itu gak?”</p><p>“sama aja tuh, mie ayam.”</p><p>Jimmy menghela nafas dengan jawaban yang Oki berikan. jujur sekali dia.</p><p>“tapi kak, makanan panas kalau ditiup juga gak bagus tahu.”</p><p>“iya sih, tapi kebanyakan orang juga kayak gitu, santai ajaa kali.”</p><p>Oki pun menggelengkan kepalanya pelan sambil bergumam, “batu banget sih.”</p><p>“apa? lu bilang gue batu?”tanya Jimmy tidak percaya</p><p>“ehh, maaf kakk.”</p><p>“santai ajaa loh dek gak usah terlalu segan sama gue.”</p><p>Oki mengangguk. mereka berdua fokus menyantap mie ayamnya sampai Jimmy melemparkan satu pertanyaan, “kenapa lu milih sejarah?”</p><p>“yaa karena keterima kakk.”</p><p>“dek.”Jimmy menjerit dalam hati. jawaban blak-blakan dari omega itu membuat Jimmy ingin membantingnya sekarang. tetapi tidak bisa, Oki terlalu cantik untuk dia banting dan kalau bisa dibilang Oki ini cukup mirip dengan Mahesa. sama-sama menyebalkan juga anehnya Jimmy tidak bisa memarahi Oki sama halnya dia memarahi Mahesa. bahkan jantungnya sedaritadi berdetak cepat saat bicara langsung dengan Oki.</p><p><em>“apakah ini cinta?”</em>Jimmy bertanya dalam hati.</p><p>“<em>sianjing, kalau jantungnya berdetak itu tandanya lu masih hidup.”</em>Jimmy membatin lagi. jujur saja, Jimmy tidak punya pengalaman dalam hal percintaan. hidupnya dipenuhi dengan rasa bersalah.</p><p>“kenapa kakk?”</p><p>“gue kan nanya kenapa lu masuk sejarah? itu emang pilihan lu atau gimana? karena pas gue lihat-lihat sosmed lu terutama di tiktok lu tuh omega independent loh, pinter terus jago bahasa inggris juga kan ya? suka ikut-ikut lomba debat bahasa Inggris sama story telling.”</p><p>“oh, aku justru lebih suka sejarah sih kakk terus belajar bahasa inggris juga karena suka sama sejarah eropa gitu terutama Inggris dan lomba-lomba itu juga ya buat mengasah kemampuan bahasa inggris aja, sekedarnya. maksudnya bahasa inggris bukan yang utama buat gue gitu loh,”jelas Oki. “kakak paham kan?”</p><p>“paham-paham, jadi lu lebih suka sejarah yaa dek. tapi lu lolos jalur undangan atau tes?”</p><p>“aku masuk lewat jalur undangan kak.”</p><p>“hahahhaha gak heran, lu kan pinter.”</p><p>“bisa aja,”balas Oki sambil menggigit pangsitnya.</p><p>Jimmy sudah habis satu mangkuk dan dia langsung minum es teh nya. Oki memperhatikan cara Jimmy makan, minum bahkan merokok sekalipun bahkan saat Jimmy bicara sekalipun tadi, Oki merasa kalau alpha dominant yang ada di depannya itu tidak menyeramkan seperti yang orang-orang pikir. bicara dan berkenalan dengan kakak tingkat tidak seburuk itu. malah justru Oki merasa nyaman saat bicara dengan Jimmy. untuk saat ini, begitulah perasan Oki pada Jimmy dan Jimmy bukan tipe alpha yang sulit untuk didekati.</p><p>“kenapa sih lihatin terus? kakak ganteng ya?”</p><p>“hahahahhaaha apaansih kakk! aku lagi lihatin kakak ngerokok aja.”</p><p>“ohh, ya gitulah Ki namanya juga alpha. ini aja sebenarnya gue lagi ada challenge hidup tanpa asap rokok dari Mahesa.”</p><p>“challenge?”</p><p>“biasalah cuma challenge seru-seruan hahahahah, ini gue ngerokok diem-diem loh.”</p><p>“ga boleh gitu tahu kak.”</p><p>“apalah, gue mana bisa hidup tanpa rokok.”</p><p>“tetap aja kalau keterusan juga gak baik kakk.”</p><p>“udah lama banget ini dek, gue ngerokok tuh dari SMP ada lah, gue ngerasa kosong aja kalau gak ngerokok, kalau gue kelamaan gak ngerokok ntar lu kena sasaran gue lagi.”</p><p>“maksudnya?”tanya Oki dengan raut wajah yang penasaran.</p><p>“ehh…lupain deh,”ucap Jimmy singkat. “harusnya lu tahu apa efeknya kalau orang udahh lama banget gak ngerokok apalagi yang udah kecanduan kayak gue gini.”</p><p>Oki menghela nafas. ada suatu benteng yang membatasi antara dunia Oki dan dunia Jimmy dan Oki yang berusaha mengenal dunia Jimmy tidak bisa, seakan benteng dibatasi dan Oki berasa tidak mempunyai kesempatan untuk mengenal Jimmy lebih jauh–atau belum. entahlah.</p><p>“kak mau nanya, emang di sejarah keras banget yaa?”</p><p>“sayangnya lu harus dituntut kuat di sejarah baik kuat secara fisik ataupun mental,”jawab Jimmy. “lu omega resesif atau omega dominant?”</p><p>“dominant aku hehehhe, kakak juga kan?”</p><p>“iya alpha dominant.”</p><p>“nahh kayak kak Mahesa berarti. dia omega dominant juga.”</p><p>“di sejarah ada omega nya juga yaa.”</p><p>“iya walaupun gak banyak-banyak banget sih, omega resesif justru lebih banyak dibandingkan yang dominant.”</p><p>“ohh gitu, kalau kakak kenapa pilih sejarah?”</p><p>Jimmy menghisap rokoknya sebentar lalu menaruh rokoknya yang tersisa sedikit itu kedalam asbak. “karena gue suka sejarah dan sejarah itu pilihan pertama dan semua itu berawal dari lagu nya Gombloh, kugadaikan cintaku.”</p><p>“aku gatau lagu nya.”</p><p>“hahahhahha itu lagu zaman dulu terus gue gak sengaja lihat profil lengkap nya si Gombloh ini dan ternyata orangtua nya itu kabur dari rumahnya ke Jombang karena ada agresi milter Belanda yang kedua, nah gue cari deh itu semua tentang agresi militer Belanda dan yup, dari situ gue jadi tahu dan sesuka itu sama sejarah.”</p><p>“wahh keren.”Oki bertepuk tangan dengan mengembangkan senyum manisnya itu. “kakak pengertiannya luas banget, kak tahu gak sih ngobrol sama alpha yang gak kosong dan wawasannya luas itu seru tahu.”</p><p>“berarti gue seru dong?”</p><p>“iya,”jawab Oki dengan mantapnya. “kakak main Spotify gak? kalau main ayok mutualan spotify.”</p><p>Jimmy berpikir sejenak, dia mengeluarkan hp nya lalu membuka aplikasi spotify nya dan memperlihatkan profile spotify nya pada Oki. setelah itu, Oki mengetik username nya Jimmy dan Oki yang memfollow duluan dan langsung di follback saat itu juga oleh Jimmy dan mereka saling melihat playlist masing-masing. Jimmy melihat playlist nya Oki sedangkan Oki melihat playlist nya Jimmy.</p><p>“kakak playlist nya DJ, dangdut sama lagu lawas semua,”komen Oki. oke, itu terlalu jujur dan begitulah Oki.</p><p>“hehehe iyaa Ki, playlist ku gak se estetik kamu yang lagu nya Sal priadi, tulus sama Nadin amizah.”</p><p>“tapi asyik kakk, berarti pengetahuan kakak soal musik itu cukup luas dan gak semua orang tahu lagu-lagu itu, termasuk aku dan dari ini aku belajar kalau lagu itu luas banget dan kakak eksplor hampir semua lagu, udah gitu kakak termasuk yang percaya diri buat nunjukin playlist kakak tanpa takut dianggap kampungan lah, alay dan sebagainya,”jelas Oki.</p><p>“ya itu karena gue tahu dan yakin kalau lu bukan orang yang kayak gitu. kayak musik ku ya musik ku bukan urusan mu gitu.”Jimmy membuka hp nya dan melihat jam. ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Jimmy pun menawarkan diri untuk mengantar Oki pulang.</p><p>“gak usah kak aku pesen ojek ajaa.”</p><p>“gabisa udahh malem ini, omega pulang sendiri tuh bahaya tahu,”ketus Jimmy. rasanya sama seperti menghadapi Mahesa. sama-sama kepala batu dan itu dia lakukan tanpa sadar, padahal sebenarnya dia tidak perlu marah-marah seperti itu.</p><p>“kak ngerepotin tahu aku nya.”</p><p>“gue ngekos Oki, jadi gue bebas aja. gue anter pulang ya, kalau ada apa-apa di jalan gimana?”</p><p>Oki diam sejenak dan tanpa banyak basa-basi lagi, Jimmy menggandeng tangan Oki untuk ke kasir, bayar terlebih dahulu lalu lanjut untuk mengantarkan Oki pulang ke rumah.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=d985915447e0" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[bersama Tyo, Mahesa merasa semua lelahnya hilang]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/bersama-tyo-mahesa-merasa-semua-lelahnya-hilang-1ea094291084?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/1ea094291084</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 11 Apr 2026 17:07:56 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-11T17:07:56.095Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Tyo benar-benar menjemputnya di depan rumah dan mengajak Mahesa jalan-jalan menikmati angin malam. Mahesa memegang pinggang Tyo dan wajahnya berada di punggung Tyo, menikmati perjalanan berdua dan Tyo mengeluarkan feromone nya yang membuat Mahesa jauh lebih tenang dibandingkan saat komdis kemarin. feromone musk vanilla nya begitu dominant tetapi juga hangat dan hal itu membuat Mahesa betah berlama-lama bersama Tyo. tidak lama setelah itu, Tyo memarkirkan motornya di sebuah warmindo dan Mahesa turun perlahan dari motornya Tyo. lalu Tyo merangkul Mahesa dan duduk berhadapan. Tyo memesan mie rebus dua mangkuk dan juga dua gelas es teh manis. sederhana tetapi, cukup untuk mengisi perut yang demo mintaa diisi.</p><p>“dingin gak caaa?”</p><p>“dikit.”</p><p>Tyo ke belakang Mahesa dan menyampirkan jaket miliknya dan Tyo kembali ke tempatnya. “nanti lu kedinginan terus sakit.”</p><p>“lebih baik gue yang sakit caa kalau lu yang sakit, terus yang jagain lu siapa?”</p><p>“iya juga yaa hahahahha.”</p><p>“wiliiam tadi gak nyentuh lu kan?”</p><p>“aman kok, cuma ditanya-tanya aja tadi.”</p><p>“gue gak sukaa caa sama alpha itu, gak jelas njing. sok iye.”</p><p>“lu mahh semua yang deket sama gue pasti lu gak sukaaa.”</p><p>“iyaalahh, lu tuh punya gue caaa gue gak suka kalau ada alpha lain yang deketin lu. yang boleh deketin lu tuh cuma gue tau.”</p><p>“halahh taik.</p><p>“ehh gue serius caa.”</p><p>setelah mie nya datang, mereka berdua makan terlebih dahulu. mie rebus itu enak jika dimakan di malam hari dengan cuaca yang cukup dingin seperti ini. Tyo memberikan sawi nya pada Mahesa karena dia tidak suka sawi.</p><p>“gak suka sawi yaa?”</p><p>“iyaa caa aneh rasanya.”</p><p>“enak kok.”</p><p>Mahesa menyantap mie nya dan Tyo memperhatikan bagaimana omega itu makan dengan lahapnya. mulutnya kecil tetapi bisa menelan begitu banyak. mulutnya Mahesa penuh dengan mie yang dia makan itu dan Tyo tersenyum kecil karena Mahesa terlihat imut saat mengunyah makanan. “makan njing, ngapain ngeliatin gue!?”</p><p>“abis lucu caa, kayak kambing makannya.”</p><p>“kok kambing sihh? kenapa kambing?”Mahesa terlihat bingung.</p><p>“kan kambing makan sayuran lu tadi abis makan sawi dan sawi itu sayuran kan warna hijau. nah begitu juga dengan kambing.”</p><p>“kambing makan rumput Tyok! sejak kapan makan sawi anjing!”</p><p>“lahh yang penting hijau, sawi hijau terus rumput hijau! kan kambing juga gak melulu makan rumput.”</p><p>“kata siapaa kambing gak selalu makan rumput?”</p><p>“kata gue lah.”</p><p>“masa gitu! aneh banget lu.”</p><p>Tyo pun menyantap mie nya begitu pun dengan Mahesa. keduanya fokus dengan makanannya sampai mie nya habis, Mahesa langsung menyeruput es teh manis nya. sementara itu, Tyo bermain hp sebentar.</p><p>“caa coba dehh ngomong susu lima kali.”</p><p>“ngapain anjirr?”</p><p>“ngomong ajaa susu susu susu tapi lima kali.”</p><p>Mahesa pun menyebut kata susu sebanyak lima kali lalu Tyo menyuruh untuk menyebutkannya lagi. “apasihh! ngapain!?”</p><p>“ingetin terus fokus yang di otak lu, susu gitu yaa. ngomong lagi, susu lima kali.”saat Mahesa menyebut kata susu, Tyo menahan tawa nya. lalu setelah Mahesa selesai, Tyo dengan cepat bertanya pada Mahesa. “sapi minum?”</p><p>“susu,”reflek Mahesa dan hal itu sukses membuat Tyo tertawa ngakak. Mahesa pun heran apa yang salah. lalu Tyo menggelengkan kepala nya pelan.</p><p>“sapi minum air caa bukan minum susu, ihh gak fokus geh lu.”</p><p>“anjing! apasih! nyebelin banget, kejebak gini gue! gatau ahh Tyok! males banget gue sama lu.”Mahesa mencubit lengan Tyo dengan kencang dan Tyo langsung mengaduh kesakitan. “nyebelin!”</p><p>“gue suruh lu fokus caaa, hahahahahha. lucuu dehh liat lu kesel gini.”</p><p>“Tyok bangsat! bajingan! ahh gak tau ahh, nyebelin lu. bego bego bego!”Mahesa memukul tangan Tyo dengan gemas. Tyo pun memanggil Mahesa tetapi Mahesa tidak menyahut. “caa jangan marah.”</p><p>“diem njing.”</p><p>“yahh lu marah yaa.”</p><p>“gatau ahh males.”</p><p>“iyadeh minta maaf, janji gak jahil lagi. gue kayak gini maksudnya buat ngehibur lu biar lu nya nya gak stress.”</p><p>Mahesa menghela nafas dan dia mengangguk kecil lalu Tyo duduk di samping Mahesa dan bibirnya menempel di leher belakangnya Mahesa dan menciumnya dengan lembut. “Tyok bangsat! banyak orang anjing! malu banget cok!”</p><p>“hahahahaha. itu ciuman biar lu gak marah lagi.”</p><p>“makin marah gue sama lu, jujur aja nih.”</p><p>“marah apa sukaa?”</p><p>“lu mau gue pukul pakai tangan kanan atau tangan kiri?”tanya Mahesa.</p><p>“kanan caa.”Mahesa pun menghajar Tyo tetapi Tyo langsung menahan tangan Mahesa dan mengangkat dagu Mahesa lalu mencium bibir omega itu. Mahesa terkejut sebentar Tyo mengalungkan tangannya di pundak belakang Mahesa. “tyok banyak orang…lepasin…”</p><p>“bales dulu, baru gue lepasin.”</p><p>“banyak mau kontol.”Mahesa membalas ciuman Tyo lalu mendorong dada nya. “gila lu tyok.”</p><p>“heheheheh. dah gak marah lagi kan sama gue?”</p><p>“lu pikir aja sendiri! malu anjir!”</p><p>“ngapain malu kan pakai baju,”cetus Tyo.</p><p>“terserah lu.”</p><p>Tyo dan Mahesa pun bermain hp sebentar, scroll sosmed sambil menunggu isi makanan mereka turun. “Tyok, makasih yaa buat semuanya.”</p><p>“iyaa caa aman ajaa.”</p><p>“tadi gue pikir gue bakalan lemes terus pusing lagi kayak biasanya sampai ketiduran dan gak makan di rumah. tapi lu malah jemput gue, jalan-jalan, makan mie, bercanda kayak tadi. pusing gue langsung hilang, ahh males banget lagi gue bilangnya tapi yaa makasih banyak.”</p><p>Tyo mengangguk kecil lalu memperhatikan wajah Mahesa dan dia melihat pipi Mahesa sedikit lecet. “kok lecet?”</p><p>“iyatah? gue gak tahu.”</p><p>“kena lempar buku tanda tangan itu kali kan jilid an bagian depan agak tajem tuh.”</p><p>Tyo menyentuh pipi Mahesa dan mengelusnya sedikit. “gak apa-apa kok, lecet dikit.”</p><p>“nanti diobatin.”</p><p>“aman.”Tyo pun menghela nafas lalu mempunyai satu pertanyaan random untuk Mahesa. “ca menurut lu nih, isi supersemar tuh apa?”</p><p>“pemberian mandat dari presiden soekarno ke presiden Soeharto buat memulihkan keamanan negara,”jawab Mahesa. “iya gak sih kayak si Suharto nyuruh Soekarno buat tanda tangan surat itu.”</p><p>“gak salah sih, tapi yang asli tuh yang mana. soalnya isi dari Supersemar itu multifasir kayak si Suharto sengaja buat menumbangkan kekuasaan Sukarno pada masa itu.”</p><p>“seolah-olah isi surat itu digunakan buat mengambil alih kekuasaan dari Sukarno ke Suharto dan si Suharto dnegan pinternya manfaatin surat itu. dan dari isinya ajaa udah memberikan perintah pada Soeharto buat memulihkan keadaan tapi dibuat seolah-olah malah si Soeharto yang keterusan, kayak paham gak sih maksud gue keterusan disini tuh kayak malah dia yang berkuasa dan nyingkirin kekuasan Soekarno secara gak langsung jadinya yaa Supersemar dijadiin alat oleh Soeharto buat diaberkuasa. itu kalau supersemar dari tiga versi dari ANRI yaa maksudnya yang sering kita temui,”jelas Mahesa.</p><p>“gimana ternyata kalau supersemar yang asli itu ada sama Soeharto dan pas sidang istimewa itu si Soeharto berpatokan sama isi Supersemar yang asli itu dan isi Supersemar yang asli itu beda samaa yang versi kita sekarang ini. kalau yang sekarang itu diperhalus dengan makna nya buat memulihkan keadaan sedangkan yang asli pengambilan kekuasaan langsung jadi yang di publik itu yang ada tiga versi itu yang kita tahu sekarang.”</p><p>“tapi kenapa Soekarno mau tanda tanganin surat itu kalau isinya secara terang-terangan biar si Soeharto jadi presiden?” tanya Mahesa.</p><p>“ya itu dipaksa caa, Soekarno dipaksa tanda tanganin supersemar itu. ada gue bacaa di artikel dari ajudannya Soekarno langsung katanya sih ada empat atau tiga jenderal gitu dateng ke rumah, bawa itu surat terus Soekarno itu ditodong pistol caa.”</p><p>“serem banget.”</p><p>Tyo menghabiskan es teh nya lalu melanjutkan ceritanya lagi. “iya caa jadi Soekarno ditekan gitu dan yaudah karena gak mau ada pertumpahan darah Soekarno tanda tangan tuh dengan catatan kalau situasi aman, mandatnya balik lagi ke dia si Soekarno maksudnya. gitu tapi ya banyak pro dan kontra juga sih, masih jadi misteri tapi yang pasti situasi Soekarno saat itu katanya sih emang ada penekanan. dan isinya juga ya mengambil alih.”</p><p>“berati isinya ya sama aja dong kalau gitu sama yang kita tahu sekarang. terus yang asli kemana?”</p><p>“masih jadi misteri.”</p><p>“ya berarti naiknya Soeharto ini bener-bener memanfaatkan segala cara dan situasi yang ada yaa,”ucap Mahesa. “sama kayak lu.”</p><p>“lah kok gitu?”Tyo mengerutkan keningnya.</p><p>“yaa iyaa memanfaatkan segala cara biar bisa balikan sama gue terus modus mau berduaan sama gue.”</p><p>“tapi gue gak ada maksa lu buat balikan sama gue, tapi gue nunggu loh dan kalau gak sabaran mungkin gue bakalan buat superbaca.”</p><p>“apa itu?”</p><p>“surat perintah balikan sama Ecaa, tapi tanda tangannya….”Tyo pindah di samping Mahesa dan membisikkan sesuatu di telinga Mahesa. “bdsm lagi, kayak waktu itu…”Mahesa merinding sebadan-badan dan langsung mendorong Tyo.</p><p>“stres lu anjing, yang bener aja,”omelnya.</p><p>“hahahahhaaha ya gak mungkin lahh gue bukan alpha yang otoriter kayak beliau caa. gak bakalan lah, tapi yaa kalau gue nya gak sabaran superbaca itu mungkin akan terjadi juga.”</p><p>“terserah anjing.”</p><p>tidak terasa waktu menunjukkan pukul 23.00 malam dan Tyo mengajak Mahesa untuk pulang ke rumah.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=1ea094291084" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Komdis new member]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/komdis-new-member-f5b7ca62129e?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/f5b7ca62129e</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 11 Apr 2026 15:38:38 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-11T15:38:38.154Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>kaderisasi hari ini tersisa empat hari lagi menuju acara puncak dan hari ini mereka tetap melakukan kegiatan seperti biasanya, pagi-pagi mereka — angkatan 23 semua berkumpul di pelataran untuk foto absen dan dikirim ke grup angkatan. dan yang telat masih lumayan banyak. setelah foto absen angkatan, mereka sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang makan, latihan pensi dan juga mengurus tanda tangan ataupun menulis diary.</p><p>Mahesa sendiri bersama Nafil sibuk mengurus tanda tangan. kali ini harus lengkap 150 tanda tangan. Mahesa menempel foto nya setengah dan juga menulis biodata dari kating-kating yang sudah membalas DM nya. begitu juga dengan Nafil. sementara itu, Tyo dan Hayden makan di kantin.</p><p>setelah kegiatan mereka selesai, Leon mengajak mereka semua — kopat untuk berkumpul dan mengajak anak-anak kopat untuk menonton semhas nya Kak Kimi sekaligus minta tanda tangan dengan dua komdis dari angkatan 2020. lalu, langsung ke aula untuk persiapan komdis.</p><p>setelah semua satu angkatan 23 sudah masuk ke aula semua, barulah kakak panitia acara masuk dan memberikan sedikit informasi terkait dengan persiapan sikrab sambil masing-masing dari mereka memakai atribut komdis seperti pita ungu dan merah, nametag besar dan juga nametag kecil.</p><p>“sini caa, pita nya gue iketin.”Tyo mengikat pita ungu di lengan kanannya Mahesa. “kalau ga kuat, masuk ruang kesehatan ajaa yaa, jangan di tahan-tahan. gue khawatir sama lu.”</p><p>“gak apa-apa, masih kuat kok ini.”Mahesa mengembangkan senyum kecilnya seperti biasa. setelah Tyo mengikat pita di lengan Mahesa, kini giliran Mahesa yang mengikat pita ungu di lengan kanannya Tyo juga.</p><p>“caa, bite mark lu dari gue masih ga sihh?”</p><p>“buat apa nanya kayak gitu?”</p><p>“cuma nanya, mau minta maaf kalau gue terlalu kasar kemarin.”</p><p>“gak apa-apa, udah biasa terus sakitnya juga cuma sebentar.”</p><p>“jangan gak apa-apa terus lahh caa kalau sakit bilang.”</p><p>“udah ahh fokus, lampunya udah gelep itu.”</p><p>mereka semua menunduk sampai Tirta masuk dengan menendang pintu lalu menghisap Vape nya disusul dengan Nara yang mengeluarkan feromone nya dan juga Jonathan yang memperhatikan semua kelompok. mereka pun duduk di sebuah kursi depan dan Jonathan langsung memeriksa buku diary mereka.</p><p>“siapa yang diary nyaa gak lengkap!? BANYAK BANGET ANJING! LU SEMUAA KERJAANNYA NGAPAIN AJAA SI KONTOL!?”</p><p>“WOII JAWAAAB! BUKU DIARY SIAPAA SAMPULAN DOANG ANJING! GADAA NAMAA GADAA APA-APA!”</p><p>“izin itu punya saya! kemarin buku diary saya habis kak terus beli buku baru dan belum saya tempel samaa buku yang lama,”jawab Tyo dengan santainya.</p><p>“TERUSS LU NGPAIN AJAAA! KENAPAA GAA DIJADIIIN SATU SIHH TOLOL! TOLOL SEMUAA ANGKATAN 23 INI ANJING!” Jonathan meremas buku diary Tyo dan melemparnya. Mahesa tersentak saat buku itu dilempar kearahnya. Mahesa langsung menunduk. pusing.</p><p>“diambil caa buku nya ditaruh,”ketus Nara. “gue masih baik ini.”</p><p>Mahesa mengambil buku milik Tyo dan Hayden yang berada di barisan depan langsung membantu Mahesa untuk menaruh buku Tyo. sepanjang di komdis, Mahesa hanya menunduk, diam dan memperhatikan karena kepala nya pusing. padahal, tadi sudah sarapan juga. ini karena efek feromone dari para komdis itu yang terlalu kuat. banyak omega selain Mahesa yang sudah tumbang lebih dulu.</p><p>“target berapa tanda tangan!?”tanya Tirta.</p><p>“izin, 150 kakk!”</p><p>“punya lo udahh belum Mahesaaa!”?</p><p>“lupa kakk.”</p><p>“cari buku lo!”</p><p>Mahesa maju dan mencari buku tanda tangan miliknya. lalu Nara langsung membuat mereka semua fokus dan bertanya siapa yang telat hari ini. tidak ada satupun dari mereka yang menjawab.</p><p>“KAYAK GINII LU SEMUA SIKRAP!? YANG BENER AJAA YEE ANJING! UDAHH GILAAA KATAA GUE MAhh!”</p><p>sementara itu, Mahesa sibuk mencari buku tanda tangan. “ketemu ga sihh!?” tanya Tirta.</p><p>“ini kak.”</p><p>Tirta dengan kasar membuka buku tanda tangan Mahesa dan menghitungnya satu persatu. “ini foto kenapa gak lu tempel anjing! lu ngapain aja sih kerjaannya! pacaran terus sihh!”Tirta melempar buku tanda tangannya tepat di wajah Mahesa. disitu Mahesa terkejut dan menutup matanya dan kedua tangannya mengepal. dia menunduk lalu Tirta menyuruh Mahesa untuk menempel foto nya dan duduk di tempatnya lagi.</p><p>“GUE TANYAA BERAPAA ORANG YANG TELATT! JAAWAAAAAB ANJING!”</p><p>“izin kak yang telat tadi adaa 10 orang,”jawab Mahesa.</p><p>“apasih kontol, lu terus yang jawab Mahesa! yang lain jawab! bosen gue, orang-orang ini ajaa yang jawab!”bentak Nara.</p><p>“lupa yaa, lu semua masih ada salahh sama kita,”sindir Tirta.</p><p>“wahh yang mana tuhh kakk Tirta?”tanya Nara. tentu itu hanya gimmick semata.</p><p>“ahh yang ituloh katanyaa komdis itu ga ngajarin angkatan 23 yang benerr. katanya kerjaannya cuma marah-marah doang,”jawab Tirta.</p><p>“eh tapi kita punya final boss lohh yang ini jauh lebih baik,”jelas Nara.</p><p>“siapa sihh?”</p><p>“itu lohh alpha yang baru pulang dari pertukaran pelajar di Amerika,”jawab Nara sambil mengisap vape nya.</p><p>“nanti ajaa, mereka ini belum minta maaf sama kita. Tyok waktu itu udah yang masalah salah paham kemarin sama gue tapi yang baru ini belum ada sama sekali. udahh gila, gak ada rasa bersalah nya. kita woi yang kena sama alumni, pas evaluasi di push up setengah. stresss berat.”puas sudah Tirta menyindir semua angkatan 23. “udah gitu ya tiap ditanya yang jawab yang jawab alpha nya paling si Hayden, Tyok, Jimmy yang lainnya manaa terus omega nya cuma Mahesa doang. kayak gini kompak terus mau di sikrap, seneng amat di kader. cape gue marah-marah.”</p><p>“ketua angkatannya juga,”sambung Nara. “gak ada sama sekali insiatif buat minta maaf gitu.”</p><p>Nara pun berdiri dan mengeluarkan sertifikat kader milik Mahesa dan juga milik Hayden. “sertifikat ini wajib loh dek, kalau gak dapet ya ngulang lagi kalian sama angkatan 24. apa susahnya sih di komdis tinggal suruh jawab pertanyaan doang ya anjing! masa iya lu semua gak hapal sama cara main kita.”</p><p>Nara mengeluarkan korek dan membakar kedua sertifikat itu. Mahesa tidak sanggup lagi melihatnya. sertifikatnya dibakar.</p><p>mereka di komdis sampai sore dan sore nya istirahat dulu sebentar untuk sesi tanda tangan dengan komdis dan acara. khusus untuk komdis, bibirnya harus diberi lipstik untuk ditempel di tanda tangan komdis nya. para alpha sudah mendapat tanda tangan komdis lebih dulu karena waktu permainan di malam Jum’at itu, mereka sudah meminta duluan. jadi tinggal omega saja yang belum.</p><p>setelah itu lanjut lagi mereka komdisan dan sebagai hukuman atas kesalahan mereka, seperti biasa mereka push up dengan posisi setengah.</p><p>“HITUNG YANG BENERR!”</p><p>“yang kompak! kalau sakit keluar anjing! gausaa sok kuat!”</p><p>tidak lama setelah itu, Mahesa menunjuk tangan. Tirta langsung menanggapi nya.</p><p>“kenapa? sakit?”</p><p>“izin ke kamar mandi kakk!”</p><p>“oh kirain sakit, yauda sana. 5 menit yaa.”</p><p>Mahesa mengangguk dan ke kamar mandi sebentar dan saat masuk, sudah ada William yang berada di barisan belakang dan William menyuruh Mahesa untuk duduk di barisan belakang tukar dengan Leon di barisan depan.</p><p>“Mahesa yaa?”tanya William.</p><p>Mahesa mengangguk dan Mahesa tahu kakak ini. dia sering melihat SG nya. “dek, kalau misalkan nih yaa kalian gak jadi sikrap atau gak ada sikrap gitu karena kesalahan. nah menurut lu gimana?”</p><p>Mahesa diam sejenak memikirkan kata-kata apa yang harus dijawab. “dek, jawab. ini gue masih baik-baik ini yaa. jawab atau temen-temen lu ini gue push up in, gue tinggal bilang sama komdis di depan. gue juga komdis ini dek, cuma emang sengaja aja dirahasiakan. dan yah, harusnya gue ada di posisi Nara. jawab dek.”</p><p>“kader ulang kak.”</p><p>“kader ulang?”William tertawa kecil. “kalau kader ulang, kapan gue sama kakak-kakak yang lain skripsian dek. capek ngurusin lu semua ituu. yang lain adaa yang punya pendapat gaa!?”</p><p>semuanya hanya diam dan hal itu membuat William kesal. “okelah kader ulang, terus metode apa yang mau dipakai biar kaliannya ini kompak gitu, masa mau dimarahin terus yang suka telat, jarang masuk dll.”</p><p>“konsekuensi sih kakk harus benar-benar berat, biar mereka nya juga mikir-mikir lagi mau melanggar,”jawab Mahesa.</p><p>“menarik yaa. omega kan lu?”</p><p>Mahesa mengangguk. “eh emang yang lain setuju? terus konsekuensi yang berat itu gimana?”</p><p>Mahesa memutar otak lagi sampai William greget sendiri karena selain Mahesa tidak ada satupun yang ingin menjawab. William pun hampir ingin melempar kursi. Mahesa yang ada di dekatnya langsung menunduk, ditambah feromone nya William begitu kuat dan menghampiri Mahesa. “WOI JAWAB ANJING!”</p><p>30 menit kemudian, komdis pun selesai dengan Nara yang sudah marah besar begitu juga dengan Tirta dan juga William. mereka pun pergi begitu saja tanpa mengatakan satu kata atau pesan apapun. Nafil langsung sesak nafas karena asma nya kambuh tadi. Hayden langsung membantu Nafil mengambilkan inhalernya dan Nafil dengan cepat langsung menghisap inhalernya. Mahesa langsung mengeluarkan air matanya karena selain sertifikat nya dibakar, dia terus ditekan oleh William tadi.</p><p>Hayden pun mengumpulkan mereka semua dan Jimmy membantu membagi-bagikan buku tanda tangan dan diary.</p><p>“Nafil udah gak apa-apa kan?”</p><p>Nafil mengangguk menanggapi pertanyaan Hayden. “aman kok aman.”</p><p>“guys, dengerin yaa. nanti malem kita chat kakak-kakak nyaa buat minta maaf karena mau gimanapun ini salah kita juga.”Hayden membuka pembicaraan.</p><p>“satu lagi!”Mahesa angkat bicara. “kalau lagi di komdis, terus ditanya itu yaa dijawab aja yaa. terus jangan itu-itu aja yang jawab, mereka gak suka dan kalian harusnya udah tahu cara main mereka. apalagi sertifikat gue dibakar anjing,”jelas Mahesa dengan suara nya yang serak karena menangis tadi. Tyo langsung menepuk-nepuk pundak Mahesa untuk menenangkan omega itu. “tolong ini mahh, jangan apa-apa seandalan yang jawab kalau gak gue terus ya Hayden udah gitu paling si Tyok kalau gak ya si Jimmy. tolong ini mahh, jawab aja jawab. gausa takut salah ya bukannya apa-apa kalau kayak gini terus, ya kita juga yang kena…tolong buat omega ini. jangan pasif lahh, tolong. omega juga punya hak kok buat ngomong…..anjing…gak kuat gue.”Hayden memberi kode pada Jimmy untuk membawa Mahesa dan menyuruh omega lainnya untuk keluar lebih dulu. Jimmy langsung membawa Mahesa keluar.</p><p>Mahesa duduk sebentar di lobby bawah bersama Jimmy dan juga Nafil. sementara omega-omega lain juga masih berkumpul disitu menunggu Hayden dan alpha-alpha lainnya membereskan aula. Mahesa masih menangis dan Jimmy menghela nafas. “caa anjing, lu ngapain nangis kocak.”.</p><p>“gak kuat gue, pusing cok. lemess banget mau muntah.”</p><p>“tolol! jangan muntah di baju gue anjing! ahh bangsat!”</p><p>“jangan ngomong kasar.”</p><p>“diem kontol gausah nangis, udahh gak apa-apa. bentar lagi balik, kalau lu nangis gue gak punya permen caaa.”</p><p>“lah gue gak minta, tapi kalau di kasih ya gak nolak.”</p><p>“omega tolol!”Jimmy menyeka air mata Mahesa dan Nafil yang duduk disamping Mahesa pun mencoba untuk membuat Mahesa lebih tenang. “udahh caaa gak apa-apa, sorry yaa kalau gue jarang jawab pertanyaan dari komdis.”</p><p>Mahesa mengangguk dan semua alpha sudah turun dan mereka pulang ke rumah masing-masing. “Hayden boleh ya gue nganter Mahesa pulang.”</p><p>“iya, dianterin yaa sampai rumah gue.”</p><p>“aman.”Tyo merangkul Mahesa untuk berjalan ke parkiran dan mengantar Mahesa pulang ke rumah.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=f5b7ca62129e" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Just you and me]]></title>
            <link>https://medium.com/@bazzahra379/just-you-and-me-152ace042cda?source=rss-12daac24d891------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/152ace042cda</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Bazzahra]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 04 Apr 2026 17:49:27 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-04-04T17:49:27.855Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>setelah menjalani kegiatan yang cukup panjang dari pagi sampai malam, Tyo dan Mahesa menyempatkan diri untuk mencari kardus sebagai alat untuk sikrap yang diadakan di hari Sabtu nanti, iya sikrap sudah menghitung hari, jadinya mereka benar-benar mengejar waktu untuk menyiapkan semuanya.</p><p>Mahesa dibonceng Tyo dengan motor beat nya untuk mencari warung yang masih buka sekaligus menikmati waktu berdua di sela-sela kesibukan saat ini.</p><p>setelah menempuh perjalanan cukup jauh menjelajahi warung-warung yang kebanyakan sudah tutup, akhirnya mereka berdua menemukan satu warung kecil dan Tyo turun dari motornya, bertanya pada si penjual apakah masih ada kardus Aqua bekas yang masih tersisa.</p><p>“adaa dek.”</p><p>“berapaan om?”tanya Mahesa yang masih berada di jok motor belakang.</p><p>“ambil aja gak dijual itu, tinggal ambil aja, mau butuh berapa?”</p><p>Tyo dan Mahesa saling bertatapan lalu Tyo menjawab kalau mereka butuh 10 kardus. sebenarnya per kelompok itu ada enam orang, hanya saja kardus yang tersisa itu digunakan untuk berjaga-jaga saja. jadilah si penjual itu mengambil kardus yang mereka butuhkan dan Mahesa membantu memegang kardus nya juga. setelah itu, Tyo membeli rokok sebentar di warung itu dan mereka berdua berterimakasih pada si penjual, lalu lanjut untuk jalan lagi.</p><p>kali ini mereka berdua tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ke warung kopi yang waktu itu Tyo dan Jefri datangi. keduanya turun dari motor dan kardus nya mereka taruh di depan motornya. harusnya aman ya karena tempat parkirnya dijaga oleh satpam dan satpam nya pun sudah mengenal Tyo dengan baik.</p><p>mereka berdua mencari tempat duduk dan mereka mendapati meja di bagian ujung tepatnya di outdoor. sengaja, karena Tyo ingin bebas merokok. Tyo pun menghisap rokoknya sambil menunggu pesanan cappucino nya datang begitu juga dengan Mahesa yang memesan kopi dengan jenis yang sama.</p><p>“jangan jauh-jauh dari gue ya, banyakan alpha semua disini.”</p><p>“iya lebay lu ahh.”</p><p>“Gue gak mau kalau lu sampe diculik lagi.”</p><p>“ya gak bakal lah, gue jago berantem loh.”</p><p>“gak ngaruh ah, tetap aja lu nya gue selamatin, lu juga ketaukan kan.”</p><p>Mahesa menunduk sedikit. dia tidak bisa membalas karena apa yang Tyo ucapkan itu benar. “udah ya bahas yang lain aja. maafin gue.”</p><p>“iyeeww.”</p><p>setelah pesanannya datang Mahesa langsung menyeruput es kopi nya dan Tyo tersenyum kecil melihat Mahesa minum minuman favoritnya itu. “oh iya ca, naskah drama lu keren banget tahu terus tuhh gampang dimengerti dan gak susah buat gue dubbing dan menyesuaikan ekspresi wajah nya itu. pas latihan tadi, gue kayak lagi gak akting malah jadi diri sendiri.”</p><p>“sengaja gue buat kayak gitu karena Romeo tuh persis kayak lu, impulsif dan ga berpikir panjang.”Mahesa sedikit menyindir Tyo dengan sifat sumbu pendeknya itu yang membuat terjadi nya kesalahpahaman dan berakhirnya hubungan mereka.</p><p>“ohh iya pantes yaa hahahaha, sorry ya. karena kegoblokan gue, lu sampai berniat menghabisi diri lu sendiri.”</p><p>“itu udah lama, ya mau gimana lagi kan. semua udah terjadi dan apa yang terjadi sama orangtua kita masing-masing juga yah belum tentu bisa kita ubah dan hubungan kita pun kalau mau dibawa serius juga susah,”jelas Mahesa.</p><p>“jangan gitulah, gue yakin pasti bisa dan pasti ada jalannya. kita jalanin ini sama-sama ya.”Tyo menggenggam kedua tangan Mahesa di meja dan mengembangkan senyumnya. Dia berusaha untuk meyakinkan Mahesa bahwa masih ada jalan untuk memperjuangkan cinta mereka.</p><p>“tapi kita pun belum balikan.”</p><p>“jadi kapan nih? masih gue tungguin loh, kapan aja gue siap.”</p><p>“tunggu gue siap buat buka hati gue lagi buat lu karena kayak yang lu tahu, itu tuh ga mudah.”</p><p>“oke, gue tunggu. nanti kalau kita udah balikan, gue janji gak bakal ngecewain lu lagi dan hal pertama yang mau gue lakuin pas kita balikan lagi itu, duduk berdua sama lu sambil minum kopi, gue nya ngerokok terus kita nonton g30s bareng, diskusi sampai capek terus gue cium lu dan kita berakhir ada di kamar.”</p><p>Mahesa tertawa kecil karena Tyo punya seribu satu cara untuk membuat Mahesa tertawa dengan mencetuskan ide sederhana nya itu. “yang bener aja, masa nonton g30s PKI? ga sekalian nonton si dul juga?”tambah Mahesa.</p><p>“ide bagus tuh. kita maraton nanti dari season 1 sampai season 2 sampai adegan di pantai dah.”</p><p>“bisa kali pas hari kedua kita balikan terus bangun tidur siangnya nonton tuh, eh tapi di mana dulu nihh tempatnya?”</p><p>“rumah Hayden lah, mana lagi. usir aja dia dari rumah dia sendiri.”</p><p>“itu jahat banget sih.”</p><p>“bodo amat, peduli apa gue.”</p><p>“posesif lu,”cibir Mahesa.</p><p>Tyo tertawa kecil sambil meminum es kopi nya. “eh tapi karakter julio juga persis lu banget tuh, keras kepala, pemberani, pinter lagi. gimana si Romeo gak kecintaan coba?”</p><p>“Romeo nya atau lu nya yang kecintaan?”</p><p>“itu lebih ke gue sih.”</p><p>“taik banget anjing.”Mahesa menghabiskan es kopi nya dengan cepat. sudah lama sekali dia tidak minum minuman favoritnya itu. terakhir sih sebelum dia diculik oleh bang Rio waktu itu. “Juliet emang ada toxic nya yaa?”</p><p>“kan gue buatnya Julio bukan Juliet dan kalau dari skrip yang gue buat mahh gak ada kata-kata kasarnya. malu ah, ditonton dosen sama alumni tiba-tiba si Julio ngomong kontol gak sopan dong.”</p><p>“iyaa juga ya bayangin si jul ngomong: Romeo kontol! gitu.”</p><p>Mahesa tertawa terbahak-bahak dengan jokes receh dari Tyo. benar-benar jokes nya Tyo tidak bisa di prediksi, selalu membuat mood Mahesa bagus. Tyo tersenyum menatap Mahesa dan dia senang bisa membuat Mahesa tertawa lepas seperti ini. membuat dan melihat Mahesa tertawa adalah salah satu kesenangan tersendiri bagi Tyo karena dengan melihat Mahesa senang, Tyo juga ikut senang dan seketika Tyo bisa melupakan semua masalah yang ada.</p><p>“makasih ya Nike Ardilla.”</p><p>“kok tiba-tiba Nike Ardila?”tanya Mahesa.</p><p>“makasih udah ciptain lagu seberkas sinar dan seberkas cahaya terang itu ada di depan gue sekarang?”</p><p>“siapa? gue?”</p><p>“ya siapa lagi kalau bukan lu caa. lu tuh bagaikan seberkas cahaya terang, menyinari hidupku.”Tyo malah lanjut bernyanyi.</p><p>“sesejuk embun-embun di pagi hari dambaan insan di dunia ini.”seketika keduanya jadi sambung lagu. “eh tapi makasih juga loh, walaupun gue males ya ngakuinnya makasih karena lo, gue jadi ngerasain rasanya dicintai dengan sederhana dan hal-hal kecil dari lu bikin gue seneng dan seketika gue bisa meluapkan sejenak semua masalah dan ketakutan gue.”</p><p>“balikan yok, hahahahah.”</p><p>“nanti ya, tunggu kesiapan gue bener-bener matang.”</p><p>“jangan lama-lama dan jangan sampai gosong ya.”</p><p>Mahesa tertawa lagi, tetapi dia langsung menanggapi jokes nya Tyo. “iya gak lama-lama kok gak sampai 32 tahun dan yang pasti nunggu moment yang pas dan matangnya sampai kekuningan.”</p><p>“aman masih gue tunggu. gue bisa kok swasembada cinta, tapi kalau gue nya gak sabar lu jangan kaget ya. gue kalau gak sabar itu pasti gue akan ngelakuin segala cara biar lu bisa balik lagi dan jadi milik gue lagi. jadi, lo harus siap,”ucap Tyo dengan nada suara yang menantang.</p><p>“lo pikir gue takut sama alpha yang suka tantangan kayak lo yaa kalau lo nantangin gue bisa nantangin lo balik. lihat aja nanti,”balas Mahesa.</p><p>setelah Tyo menghabiskan kopi nya dia melihat hp sebentar, mengetik sesuatu di x begitu juga dengan Mahesa. keduanya bermain hp dulu sebentar sampai, Mahesa kembali membuka pembicaraan. “besok komdis lagi ya?”</p><p>“iya kayak biasanya.”</p><p>“entah kenapa gue takut tapi gatau apa yang gue takutin. banyak lah ketakutan gue dan gue susah jelasinnya ke lu.”</p><p>“takut kenapa? komdis? atau hal lain?”</p><p>“dibilangin gue gak tahu kayak perasaan gue tuh ya takut aja gitu. semuanya deh gue takutin.”</p><p>“caa, apapun yang lu takutin lu jangan takut caa, ada gue yang apapun yang terjadi sama lu ya gue akan selalu ada di samping lu.”</p><p>“riyal or fake?”</p><p>“riil anjir,”jawab Tyo. “eh iya ca, gue bawa motornya agak lamaan ya.”</p><p>“kenapa?”</p><p>“pengen berduaan aja sama lu buat waktu yang lama.”</p><p>“terserah lu aja.”Mahesa mengembangkan senyumnya dan malam ini menjadi satu malam yang indah, karena di sela-sela kegiatan full nya, mereka berdua masih sempat untuk menghabiskan waktu untuk bersama barang satu malam saja dan itu hanya berdua — Tyo dan Mahesa.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=152ace042cda" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>