<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Casil on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Casil on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@casildanoviani1?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*44fst_sw4_lh2IDguH3jYw.jpeg</url>
            <title>Stories by Casil on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 19:10:21 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@casildanoviani1/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Sembarang Senin]]></title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1/sembarang-senin-7cee9a7ba0cf?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/7cee9a7ba0cf</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Casil]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 12 May 2026 13:25:30 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-12T13:26:08.655Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Kau lempar dadu dan kau tinggalkan aku pada senin yang sembarangan kau pilih begitu saja, seolah galeri sepimu bukan wajahku, seolah mataku bukan cahaya di gelap hidupmu.</blockquote><p>Barangkali sejak senin itu<br>waktu belajar berjalan pincang;<br>jam-jam gugur pelan dari dinding,<br>dan namamu menetap<br>seperti hujan yang lupa pulang dari jendela.</p><p>Aku mengunyah sepi<br>hingga lidahku pahit oleh kenangan,<br>sementara kau entah menjadi siapa<br>di kota yang tak lagi menyebutku<br>dalam doanya.</p><p>Dan aku—<br>masih menjadi lorong panjang<br>yang menyalakan lampu untuk seseorang<br>yang tak berniat kembali.</p><p>Sebab cintaku barangkali memang tercipta<br>bukan untuk dimiliki,<br>melainkan untuk patah<br>dengan cara paling sunyi</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=7cee9a7ba0cf" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Sembarang Senin]]></title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1/sembarang-senin-5e1e13ad407a?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/5e1e13ad407a</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Casil]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 12 May 2026 08:00:09 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-12T08:00:09.951Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Kau lempar dadu dan kau tinggalkan aku pada senin yang kau sembarangan pilih begitu saja, seolah galeri sepimu bukan wajahku, seolah mataku bukan cahaya di gelap hidupmu.</blockquote><p>Untuk</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=5e1e13ad407a" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Afeksi dari yang berduka]]></title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1/afeksi-dari-yang-berduka-138230609752?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/138230609752</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Casil]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 09 Dec 2025 11:44:35 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-12-09T11:46:15.337Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Terimakasih telah menunjukkan padaku cara hidup yang indah. Terimakasih atas cintamu yang telah mengahangatkan hari-hari dinginku. Cintamu akan menerangi jalanku. Pergilah dengan tenang, kita akan bertemu lagi. Sampai jumpa di taman-taman surga.</blockquote><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=138230609752" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Untuk Bahagiamu; Ku Ucapkan Selamat.]]></title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1/untuk-bahagiamu-ku-ucapkan-selamat-d130650d184b?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/d130650d184b</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Casil]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 28 Nov 2025 15:23:25 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-11-28T15:31:42.519Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Aku menulis ini tepat pada pukul satu malam. Di antara sunyi yang merayap perlahan dan lampu kamar yang tinggal separuh terang, aku merangkai kata yang sederhana namun terasa lebih berat daripada seluruh rindu yang pernah ku tanggung sendirian. “Ini adalah sebuah ucapan selamat untukmu.”</blockquote><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=d130650d184b" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[If i find love again]]></title>
            <link>https://medium.com/@casildanoviani1/if-i-find-love-again-c7c5d9d49949?source=rss-8b7bc29dd6e6------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/c7c5d9d49949</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Casil]]></dc:creator>
            <pubDate>Sun, 23 Nov 2025 05:23:27 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2025-11-23T06:40:31.863Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>If i find love again</p><p><em>Bahkan, diriku yang sudah hancur lebur ini masih mengharapkan cinta yang penuh kasih.</em></p><p>Cinta adalah sebuah hadiah dari semesta untuk semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Perasaan yang begitu penuh kasih nan lembut yang merasuk ke relung jiwa setiap makhluk hidup, di kemas dengan begitu elok penuh romantik.</p><p>Konon, bagian cinta itu sederhana. Tapi kepalaku seringkali memperumit segala hal sampai bagian di dalamnya menjadi seperti benang kusut. Cinta dalam kepalaku berwarna keruh; dan aku terus gagal bertaruh. Maka setiap kali cinta menampakkan diri, yang kulakukan adalah memperkirakan kapan pertemuan itu akan berakhir dan aku kembali mati sendirian.</p><p>Barangkali, cinta akan menghampiriku lagi dengan menunjukkan bagian dirinya yang berbeda dari sebelumnya, yaitu cinta yang di dambakan setiap jiwa, sebuah hadiah dari semesta. Barangkali, cinta akan memperkenalkan sisi baiknya, sehingga yang menghampiriku bukan lagi bagian keruhnya.</p><p>Sil.j</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=c7c5d9d49949" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>