<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Fadlan on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Fadlan on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@fadlan4521?source=rss-50d471dccc58------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*fXp9OtKVfRwMrOVG</url>
            <title>Stories by Fadlan on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@fadlan4521?source=rss-50d471dccc58------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Thu, 28 May 2026 17:01:18 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@fadlan4521/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Siapa Sangka]]></title>
            <link>https://medium.com/@fadlan4521/siapa-sangka-19b9cc90652c?source=rss-50d471dccc58------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/19b9cc90652c</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Fadlan]]></dc:creator>
            <pubDate>Mon, 25 May 2026 06:36:51 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-25T06:56:16.835Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Hai, saya terlahir di keluarga yang bisa dibilang keluarga cemara. saya anak ke-dua dari tiga bersaudara, 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan. Keluarga kami secara ekonomi cukup stabil, cukup untuk makan, cukup untuk sekolah, cukup untuk kehidupan sehari-hari.</p><p>Orang tua kami selalu mengusahakan yang terbaik untuk pendidikan kami, mereka berusaha semaksimal mungkin agar dimasa depan kami bisa menjadi ‘Orang’. Perlahan Usaha memberikan pendidikan terbaik untuk kami perlahan membuahkan hasil. Hasilnya ialah kakak kami, yang saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Universitas Pasundan berhasil membantu usaha keluarga kami melakukan ekspansi ke ranah perbelanjaan daring dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.</p><p>Namun yang ingin saya ceritakan bukanlah kisah kesuksesan ini, namun ada cerita dibelakangnya yang membuat kami berubah dan berkembang hingga salah satu dari kami sukses.</p><p>Awal mei 2024, terasa seperti bulan-bulan biasanya di tahun itu. Tanpa sebab dan sepengetahuan kami sekeluarga Ibu tiba-tiba pergi dari rumah, ia menitipkan motor di sebuah warung milik temannya di jalan kolektor solokan jeruk-Rancaekek dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum. Ibu memberi pesan melalui whatsapp menyuruh saya untuk mengambil motor itu. tanpa ada rasa curiga saya langsung saja mengambil motornya sepulang dari sekolah. 2 hari pertama di tinggalkan masih terasa seperti biasa, ibu masih berkabar, masih tidak ada kecurigaan apapun. Namun di beberapa hari kedepannya, gaya chat nya mulai berubah, seakan yang tidak akan kembali, bahkan satu ketika saya di transfer uang oleh ibu saya dengan nominal yang cukup besar pada saat itu. Di hari-hari itupun saya mulai mendengar obrolan-obrolan dari kerabat mengenai keretakan di keluarga kami yang harmoni ini. Dari situlah saya mulai menyadari ada yang janggal. Tapi ternyata setelah total kurang lebih 6 hari pergi, Tiba-tiba saja ibu pulang ke rumah. Rumah tangga orang tua kami sangat lah tertutup dari anak-anaknya, jadi tidak ada yang tahu sedang ada konflik apa. setelah kejadian itu ibu malah pergi lagi, sekarang tanpa ada kabar apapun, lost contact. Saya mencoba mencari informasi, salah satunya dari surel yang tertaut di ponsel saya, setelah saya cari tahu, ada 1 surel tiket penerbangan 1 arah ke pulau luar Jawa, dari situ saya mulai sadar bahwasanya memang ada keretakan di keluarga kami. disinilah awal perjalanan saya berubah diri, dari yang awalnya suka berdiam diri di rumah hingga sering keluar rumah bahkan menginap diluar, kegiatan yang sering dilakukan ialah mendaki gunung,bahkan dalam 1 minggu minimal 1 kali mendaki. Apalagi didukung pada saat itu ialah momen liburan akhir semester. Di libur itu yang dilakukan hanya main keluar, mendaki, main lagi, mendaki lagi. dikarenakan sering mendaki itu juga sepertinya tumbuh kepribadian mandiri. Karena di gunung kita hanya bisa bergantung pada yang kita persiapkan, bergantung pada apa yang kita bawa. Pun kakak saya yang juga suka keluar masuk gunung dengan motor trail itu juga menumbuhkan kemandirian pada di dirinya yang membuat ia berhasil pada usahanya.</p><p>Setelah kurang lebih 2 minggu ibu pergi dari rumah kami mendapat kabar ternyata ibu sudah ada di rumah kakaknya yang di garut. kami bergegas menjemput ke sana dan berhasil membawa pulang ibu, dan minggu” pertama rasanya canggung namun lama kelamaan kembali normal.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=19b9cc90652c" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>