<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Marxismplified on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Marxismplified on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@faustathelanguagenerd?source=rss-3adc5ee02fff------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/0*xwVGBREnH999UlSw</url>
            <title>Stories by Marxismplified on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@faustathelanguagenerd?source=rss-3adc5ee02fff------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 09:15:07 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@faustathelanguagenerd/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Framing tidak Jelas, Fitnah Terjun Bebas — Andi Bintang Fausta Ghaly Kurniady XI Gallant]]></title>
            <link>https://medium.com/@faustathelanguagenerd/framing-tidak-jelas-fitnah-terjun-bebas-andi-bintang-fausta-ghaly-kurniady-xi-gallant-e9a757150c44?source=rss-3adc5ee02fff------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/e9a757150c44</guid>
            <dc:creator><![CDATA[Marxismplified]]></dc:creator>
            <pubDate>Fri, 22 May 2026 17:35:18 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-22T17:37:40.069Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Dalam konteks penggunaan media sosial, Indonesia menjadi negara peringkat ke-4 pengguna aktif terbanyak di dunia mengikuti China, India, dan Amerika Serikat menurut Global Digital Report 2025 oleh DataReportal. Sekitar 143 juta pengguna aktif menghabiskan rata-rata waktu sebanyak 3 jam 7 menit per harinya, melebihi durasi rata-rata global, yakni 2 jam 39 menit.</p><p>Dengan semakin meningkatnya kepekaan rakyat terhadap eksistensi media digital, berkembangnya varietas media sosial (medsos), serta maraknya tren yang ada, maka jelaslah betapa besar pengaruh media sosial atas rakyat Indonesia.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*EZLAl4sh7rEuRd6-fVhDRg.jpeg" /></figure><p>Berdasarkan data Indonesian Social Survey pada Juli 2025, Generasi Z menjadi pengguna paling dominan di platform seperti Instagram, TikTok, dan X, diikuti oleh generasi Milenial.</p><p>Dan walaupun keberadaan medsos menjadi sarana penunjang konektivitas antarpengguna, perlu diketahui terdapat juga <em>drawback points </em>alias sisi negatifnya. Hal ini termasuk:</p><ol><li>Potensi besar penyebaran fitnah, hoaks, dan misinformasi;</li><li>Potensi penodaan nama baik antarpengguna;</li><li>Potensi menjadi platform pemicu konflik sosial digital;</li><li>Potensi menjadi platform <em>cyberbullying.</em></li></ol><p>Tidak hanya secara teoritis, namun dampak negatif di atas sudah mengejawantah dalam berbagai kasus populer di pewarta maupun media sosial.</p><p>Salah satu contohnya adalah kasus yang menyeret nama presenter dan penyiar radio, Gofar Hilman pada 2018–2022 lalu, di mana platform media sosial X menjadi tempat penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik individu tersebut berkat tuduhan pelecehan seksual dari korban yang ternyata sedang mabuk, dikenal sebagai Syerin (@quweenjojo).</p><p>Perlu diketahui, kasus ini adalah salah satu contoh pemfitnahan dan tuduhan palsu yang disebar melalui platform digital. Hal ini pula yang menyebabkan rentetan dampak negatif terhadap korban yang dituduh (GH). Beberapa dapat dikenali sebagai bentuk <em>cancel culture, </em>seperti:</p><ol><li>Pemecatan GH dari platform Lawless Jakarta yang turut didirikannya;</li><li>Stigma negatif dari masyarakat yang akan susah dihilangkan;</li><li>Kemungkinan bermunculannya teori-teori <em>nyeleneh </em>yang semakin rumit dan merugikan atas kasus GH, dan</li><li>Nama baik dan reputasi GH hancur.</li></ol><p>Dengan adanya kasus ini, dapat dipastikan penilaian masyarakat yang negatif terhadap GH sangatlah merugikan, dan dapat mengambil berbagai bentuk, seperti <em>unfollow </em>massal akun media sosial GH; marjinalisasi GH dari masyarakat; hingga pemutusan hubungan kerja dan kesulitan dalam menjalin relasi profesional.</p><p>Secara umum, pihak yang terdampak bukanlah hanya GH sebagai perorangan, namun pihak keluarga, handai taulan, orang terdekat, dan relasi hubungan kerjanya pun ikut terkena dampak buruk dari kasus tuduhan palsu tersebut. Segala urusan personal hingga profesional pihak-pihak yang — walaupun tidak secara langsung — terhubung dengan kasus tersebut pun ikut terdampak.</p><p>Sehingga Islam sebagai agama yang selalu berpihak pada mitigasi masalah-masalah seperti berikut, juga sebagai pengajaran yang relevan sepanjang masa menawarkan penyelesaian sebagai sesuai dengan yang diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 6:</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1024/1*ORIgS8BVXi19jJpTSghakA.png" /></figure><p>Prinsip tabayyun mengajarkan kita agar tidak menerima secara mentah-mentah aliran deras informasi dan berita dari media sosial, dan mendorong kita untuk membiasakan perilaku dan <em>mindset </em>kritis dalam menganalisis, memahami, serta memverifikasi kebenaran berita-berita yang kita terima sehari-harinya melalui berbagai platform medsos yang kita gunakan.</p><p>Lebih lanjut lagi, Profesor Hamka dalam<em> Tafsir Al-Azhar</em> (2015: 417–419) menjelaskan bahwa ayat ini merupakan peringatan tegas dari Allah agar kaum beriman tidak tergesa-gesa mempercayai berita, terlebih jika datang dari orang fasik, alias mereka yang gemar berdusta atau melakukan dosa.</p><p>Sesungguhnya campuran aliran berita benar dan dusta tidaklah dapat dihentikan, sehingga kuncinya ada pada kita sebagai resipiennya — apakah kita hanya menerima mentah-mentah tanpa mencari tahu kebenarannya, ataukah memilih bijak bermedia sosial dan berusaha mengusut kebenaran dari berita-berita yang kita tangkap sehari-harinya.</p><h3>Referensi:</h3><ul><li><a href="https://mui.or.id/baca/berita/tabayun-kunci-hadapi-belantara-informasi-dan-pesan-buya-hamka">Tabayun Kunci Hadapi Belantara Informasi dan Pesan Buya Hamka</a></li><li><a href="https://www.kompas.com/hype/read/2022/02/13/094803966/kronologi-kasus-dugaan-pelecehan-seksual-gofar-hilman-yang-berujung?page=all">Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Gofar Hilman yang Berujung Permintaan Maaf Quweenjojo</a></li><li><a href="https://www.halodoc.com/artikel/cancel-culture-dampak-dan-contohnya-di-indonesia?srsltid=AfmBOopZzdAsubFKcNRAu-s03Wjr75SSW5Fp_Yw4u1zl7WZFIEEDNUrs">Cancel Culture: Dampak dan Contohnya di Indonesia</a></li></ul><iframe src="https://cdn.embedly.com/widgets/media.html?url=https%3A%2F%2Fwww.instagram.com%2Fp%2FDR9OUcHD-IZ%2F&amp;type=text%2Fhtml&amp;schema=instagram&amp;display_name=Instagram&amp;src=https%3A%2F%2Fwww.instagram.com%2Fp%2FDR9OUcHD-IZ%2Fembed%2F%3Fcr%3D1%26v%3D14" width="400" height="480" frameborder="0" scrolling="no"><a href="https://medium.com/media/71c38fd12224c7c0e139c625878cc39d/href">https://medium.com/media/71c38fd12224c7c0e139c625878cc39d/href</a></iframe><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=e9a757150c44" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>