<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by inoyy on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by inoyy on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@inoyverstappen?source=rss-2b603efd016f------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*R9CSOlSysBHS-K7cG2ltJA.jpeg</url>
            <title>Stories by inoyy on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@inoyverstappen?source=rss-2b603efd016f------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 17:42:32 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@inoyverstappen/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Boyband gagal]]></title>
            <link>https://medium.com/@inoyverstappen/boyband-gagal-72771db89492?source=rss-2b603efd016f------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/72771db89492</guid>
            <category><![CDATA[humor]]></category>
            <category><![CDATA[writing]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[inoyy]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 14 May 2026 19:34:09 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-14T20:04:19.959Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ajaran baru dimulai di SMA Garuda Nusantara, pagi itu gerbang sekolah mendadak ramai. Bukan karena ada guru baru, bukan juga karena ada razia rambut. Tapi semua siswa sibuk membicarakan murid pindahan yang katanya “aneh tapi keren&quot;.</p><p>Empat siswa laki-laki berjalan masuk dengan gaya terlalu percaya diri untuk ukuran anak SMA.</p><p>Idoy memakai jaket sekolah yang sengaja tidak dikancing rapi, rambutnya di tata terlalu niat untuk hari pertama sekolah.</p><p>Di sebelahnya, oji berjalan sambil memasukan tangan ke saku celana.</p><p>“eh lu sadar gak sih..” bisik oji sambil melihat sekeliling. “kita ditontonin satu sekolah&quot; lanjutnya.</p><p>Idoy menyeringai kecil, “Biasalah, aura utama”.</p><p>Di belakang mereka ada Wajendra yang sibuk membetulkan rambut menggunakan kamera depan ponselnya.</p><p>“cahaya disekolah ini bagus buat selfie.”</p><p>Sedangkan Elio berjalan paling santai sambil membawa tas hanya di satu pundak. Walaupun pipinya masih chubby, tinggi badannya membuat banyak siswi melirik diam-diam.</p><p>“Ada yang ngeliatin gue gak?” tanya Elio</p><p>“banyak”, jawab Wajendra cepat.</p><p>selain itu dipenjuru lain, semua siswa mulai membicarakan mereka.</p><p>“bro.. “, seorang siswa.</p><p>“itu anak baru apa boyband gagal?”</p><p>“aku gak tau, tapi aura tengilnya kuat banget&quot;</p><p>Wajendra mendengar itu malah tersenyum bangga.</p><p>“thanks ya”, katanya santai.</p><p>Mereka berempat memang sedari nama sekolah dasar terkenal terlalu percaya diri. Kalau orang lain disebut PD, mereka sudah masuk level “narsis tanpa rem”.</p><p>Sesampainya di kelas, wali kelas memperkenalkan mereka.</p><p>“anak-anak, hari ini kita kedatangan empat murid pindahan.”</p><p>Wajendra langsung melangkah maju duluan sebelum dipersilahkan.</p><p>“halo semuanya, nama saya Wajendra Althair Maheswara.”</p><p>beberapa siswi langsung berbisik.</p><blockquote>“namanya mahal banget”</blockquote><p>Wajendra berhenti sejenak lalu menunjuk wajahnya sendiri.</p><p>“kalau ada yang tiba-tiba senyum sendiri liat saya, itu normal.”</p><p>satu kelas langsung ribut.</p><blockquote>“anjir pede banget!”</blockquote><blockquote>“elu artis apa gimana?!”</blockquote><p>Mendengar ucapan-ucapan teman sekelasnya, Wajendra malah makin bangga.</p><p>“belum. tapi tinggal tunggu waktu.”</p><p>Oji yang mendengar itu langsung menepuk jidat.</p><p>“mulai kumat ni anak”</p><p>setelah itu giliran idoy maju.</p><p>“Saya Aldo, hobi saya ganteng&quot;.</p><p>“HUUUUUU!” satu kelas bersorak. “dan saya tidak menerima kritik wajah”, lanjut idoy yang membuat tawa dikelasnya makin pecah.</p><p>“saya Alvarozi, tapi panggil aja oji biar akrab.” giliran oji yang memperkenalkan dirinya. “fyi Aldo kembaran saya”.</p><p>suara riuh semakin ramai terdengar di dalam kelas</p><blockquote>SERIUS NJIR?!!</blockquote><blockquote>tapi gak mirip cok</blockquote><blockquote>“ah elah upin Ipin kembar juga gak mirip.” jelas idoy.</blockquote><p>Elio yang maju terakhir malah melambaikan tangan seperti idol.</p><p>“halo, saya Elio. Saya sebenarnya pemalu..”</p><p>“BOHONG!” teriak ketiga temannya kompak.</p><p>Elio tertawa, “yaudah gak jadi.”</p><p>Dan ya, hari pertama mereka langsung terkenal satu sekolah.</p><p>Bukan karena pintar.</p><p>Bukan juga karena nakal.</p><p>Tapi karena tingkah mereka yang terlalu aneh untuk diabaikan.</p><p>Saat istirahat, mereka duduk di kantin paling tengah seolah sengaja ingin menjadi pusat perhatian.</p><p>“ada cewek meja kanan liatin kita.” bisik oji.</p><p>Idoy langsung membetulkan posisi duduknya. “natural gak pose gue?”</p><p>“natural kaya mau syuting parfum.” Jawab Wajendra.</p><p>“kadang capek ya jadi visual” lanjut Wajendra, Elio menganggukkan kepala sok bijak. “cobaan orang ganteng emang berat bray”.</p><p>padahal lima menit kemudian mereka malah debat serius soal siapa yang paling cocok jadi ketua geng kalau dunia zombie terjadi.</p><p>“gue leader!” kata idoy</p><p>“lah kenapa njir?!” tanya oji</p><p>“gue main resident evil.”</p><p>Wajendra yang mendengar langsung menyala. “game doang sombong anjing.”</p><p>“gue cocok jadi leader karena muka gue menenangkan” balas idoy dengan wajah sok kalem.</p><p>“muka lu bikin orang panik malah” lanjut Wajendra menyala-nyala.</p><p>Elio tertawa sampai tersedak es teh.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=72771db89492" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[Nugget dino dan telur gulung]]></title>
            <link>https://medium.com/@inoyverstappen/nugget-dino-dan-telur-gulung-8fc003522f2a?source=rss-2b603efd016f------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/8fc003522f2a</guid>
            <dc:creator><![CDATA[inoyy]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 14 May 2026 17:47:31 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-14T17:47:31.388Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Kelas bintang siang itu sangat ramai. Ada yang bermain balok, ada yang bernyanyi, dan ada juga yang sedang menggambar.</p><p>“hmm..robotnya kurang warna biru” guman idoy pelan.</p><p>salah satunya adalah idoy yang tengah duduk rapi di kursinya sambil menggambar robot besar dengan krayon warna-warni.</p><p>tok..</p><p>tok..</p><p>tok..</p><p>kursi idoy tiba-tiba bergoyang kecil, idoy menoleh kebelakang.</p><p>“ojikk.. jangan tendang-tendang kursiku!” kata idoy sambil manyun.</p><p>Di belakangnya, Alvaroji atau yang biasa di panggil Oji sedang menendang-nendangkan kakinya ke kursi idoy.</p><p>“tapi idoy… katanya mau makan di playground!” rengek oji.</p><p>“iya sebentar lagi”</p><p>mendengar jawaban idoy membuat oji mendecak kesal</p><p>“kata idoy tadi juga bentar lagi”</p><p>Aldo yang akrab di sapa idoy kembali fokus ke aktivitas menggambarnya tanpa memperdulikan rengekan oji.</p><p>dug..</p><p>dug..</p><p>dug..</p><p>“OJIII!”</p><p>“hehehe…”, oji lalu menyenderkan dagunya di atas meja.</p><p>“aku laper tau..” guman oji dengan lesu.</p><p>Namun idoy masih tetap sibuk dengan gambar robot dan krayonnya.</p><p>“nanti nilai idoy dikurangin Ms. Prim kalau gambarnya idoy gak selesai” jelas idoy namun tetap fokus mewarnai.</p><p>mendengar penjelasan idoy, oji mendesah panjang layaknya orang dewasa.</p><p>Lima menit berlalu..</p><p>dug</p><p>dug</p><p>dug</p><p>“Ojii…”</p><p>“maaf…”</p><p>Dua menit kemudian…</p><p>dug</p><p>dug</p><p>dug</p><p>oji kembali menendang-nendangkan kakinya, hingga idoy kembali merasa kesal.</p><p>“OJII!”. pekikan idoy membuat Ms. Prim yang tadinya sedang menggantung hiasan di jendela seketika menghentikan aktivitasnya.</p><p>“oji tidak ganggu idoy dulu yaa” tegur Ms. Prim halus</p><p>Akhirnya setelah sekitar sepuluh menit, idoy berdiri sambil mengangkat gambarnya tinggi-tinggi.</p><p>“selesaii…”</p><p>“YEYYYYY AKHIRNYA MAKAN SIANG!!!” oji langsung melompat senang.</p><p>Mereka pun berlari kecil menuju playground sekolah sambil membawa kotak bekal masing-masing.</p><p>Di bawah perosotan warna merah, idoy dan oji membuka bekal mereka.</p><p>“Wahhh… nugget dinooo!” seru oji</p><p>“aku nugget dino sama telur gulung” jawab idoy merasa bangga karena bekalnya lebih banyak dari oji.</p><p>“curaaang! kita kan kembar, kenapa kamu ada telur gulungnya” seru oji mayun, merasa sang mama pilih kasih.</p><p>ya, mereka adalah saudara kembar dimana oji lebih tua 10 menit dari idoy.</p><p>Baru saja mereka mau makan, tiba-tiba datang dua anak laki-laki. Yang satu badannya pendek dan sedikit kurus, rambutnya agak berdiri berantakan. Sedangkan satu lagi lebih tinggi, pipinya bulat chubby dan jalannya pelan sambil memegangi perut.</p><p>“oyy..” kata anak pendek itu.</p><p>“kenapa?” jawab oji dan idoy bersamaan.</p><p>anak bertubuh pendek itu menunjuk bekal mereka.</p><p>“kalian… bekalnya banyak ya…”</p><p>idoy yang mendengar ucapan anak tersebut, langsung memeluk kotak bekalnya.</p><p>“heh.. mau ngapain?”.</p><p>Anak pendek itu tersenyum tengil.</p><p>“boleh bagi gak? aku sama dia lupa bawa bekal” . ucap anak pendek itu dibarengi anggukan kepala temannya.</p><p>oji menatap mereka curiga. “kalian siapa dulu?”</p><p>Anak pendek itu langsung berdiri tegak sambil membusungkan dada kecilnya.</p><p>“aku Wajendra Althair Maheswara, panggil aja weje atau wajen”. lalu ia menunjuk teman tingginya bermaksud memperkenalkan teman pemalunya itu.</p><p>“kalau dia Elio Zafran Mahendra, panggil aja lio”.</p><p>“halo..” elio melambaikan tangan kecilnya sambil tersipu malu.</p><p>kemudian idoy berbisik ke oji.</p><p>“namanya panjang banget..” bisik idoy sambil menatap oji dengan mata bulatnya. oji menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan idoy.</p><p>merasa tidak ada respon dari kedua anak kembar itu, Wajendra dan Lio langsung duduk bergabung tanpa izin.</p><p>“aku mau nugget dino satu” ucapnya sambil mencomot satu nugget dino yang menggiurkan sejak tadi.</p><p>“Heh.. belum boleh!” kata oji cepat namun nugget tersebut sudah secepat kilat masuk ke mulut Wajendra.</p><p>Elio menatap bekal idoy dengan mata berbinar.</p><p>“telur gulungnya enak, aku boleh minta nggak?” pintanya dengan suara kecil dan malu-malu.</p><p>idoy tertawa kecil. “ya udah sini, kita makan bareng aja”.</p><p>“kenalin aku Aldo panggil aja idoy, kalau dia Alparoji panggil aja ojik” lanjut idoy memperkenalkan dirinya dan oji.</p><p>Mereka pun makan bersama di playground. Wajendra terus bercerita lucu sampai semua tertawa, bahkan oji sampai terpentok perosotan karena terlalu banyak tertawa.</p><p>“aku kemarin jatuh di kamar mandi terus embernya ikut jatuh”. Oji dan idoy tertawa keras, Elio yang masih malu-malu juga ikut tertawa sampai pipinya semakin bulat.</p><p>Hari itu menjadi awal pertemanan mereka. Sejak di Taman kanak-kanak hingga SMA idoy, oji, Lio, dan Wajendra masih tidak terpisahkan. Bahkan saat Lio terpaksa harus pindah SMA, ketiga lainnya ikut pindah juga.</p><p>Empat anak kecil yang dulu bertemu karena bekal makan siang itu akhirnya tumbuh bersama, membawa banyak cerita sejak kecil hingga remaja.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=8fc003522f2a" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>