<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by najwaahnm on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by najwaahnm on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@najwahanum?source=rss-25108fe06205------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*18FwFlzU_kr1PDYmyoLaNg@2x.jpeg</url>
            <title>Stories by najwaahnm on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@najwahanum?source=rss-25108fe06205------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 19:36:29 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@najwahanum/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[fate drew a line. i crossed it anyway.]]></title>
            <link>https://medium.com/@najwahanum/fate-drew-a-line-i-crossed-it-anyway-e11acf98dbc6?source=rss-25108fe06205------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/e11acf98dbc6</guid>
            <dc:creator><![CDATA[najwaahnm]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 14 May 2026 22:18:08 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-14T22:18:08.765Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<blockquote>Can i kiss you?</blockquote><blockquote>In the glimpse of your love, can i kiss you?</blockquote><p>Mendekatlah, aku tidak sedang terluka.</p><p>Saat orang lain melangkah satu demi satu, kamu melangkah dengan ragu. Satu demi satupun tidak, kamu melangkah hanya saat tepuk tangan sampai ke telingamu.</p><p>Aku menunggu di ujung jalan, di bawah lampu harapan. Pipiku sempat protes aku tak kunjung memberinya waktu rehat. Tapi tak apa, jiwaku berbisik <em>“Ini menyenangkan”</em>.</p><p>Mendekatlah, jemariku terlalu banyak hanya untuk memberimu satu tarikan. Aku bahkan menyuruh diam untuk terus ada, meyakinkanmu bahwa gemuruh di luar sana tidak akan menerkammu. Aku berdiri, lalu tertidur, lalu berdiri lagi, hanya untuk melihatmu akhirnya menapak satu tangga.</p><p>Di sampingmu, telah kubangun portal untuk sampai ke tempatku. Di belakangmu, sudah kusiapkan permadani jikalau kamu lelah melangkah.</p><p>Mendekatlah, aku tak hanya ingin menunggumu, tapi aku ingin menarikmu dalam pelukku.</p><p>Tenang saja, disini hangat, dan kau tidak perlu malu untuk tertawa karena tidak ada yang lain selain aku. Kau pun tidak perlu takut untuk menangis, karena sudah kusiapkan air mata untuk menemanimu.</p><p>Mendekatlah, Sayang. Tinggalkan semua cemasmu, tertawakan kerutan dahi-dahi itu. Biar mereka terperosok dalam keindahan kisah kita. Biarkan mereka menyesal karena luka berdarah menahunmu tidak bisa membuatku berpaling dan mencari yang lain.</p><figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/600/1*gFlQWGfw6RYSqeZILPVerg@2x.jpeg" /></figure><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=e11acf98dbc6" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
        <item>
            <title><![CDATA[10 Things I Hate About You]]></title>
            <link>https://medium.com/@najwahanum/10-things-i-hate-about-you-2ed1cd85f5e0?source=rss-25108fe06205------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/2ed1cd85f5e0</guid>
            <dc:creator><![CDATA[najwaahnm]]></dc:creator>
            <pubDate>Thu, 14 May 2026 21:47:32 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-14T21:47:32.749Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/590/1*8ziTNm_Mtab8DE4yycLSNw@2x.jpeg" /></figure><blockquote>Jadi, apakah mencintaiku terasa seperti membunuh dirimu sendiri, wahai lelaki yang merasa tak pernah hidup?</blockquote><p>Di hutan itu, saat kelanamu tak kunjung ingin kau akhiri, apakah akhirnya aku yang kau temukan?</p><p>Di jurang itu, di ujung perjuanganmu, apakah akhirnya tanganku yang kau pegang?</p><p>Dan di gelapnya langit nalarmu, apakah parasku yang tergambar?</p><p>Apakah langkahmu kau gerakkan sendiri, menyusuri tapak bumi, mengais angin, berharap aku tak pergi?</p><p>Atau,</p><p>Di saat kelanamu tak kunjung ingin kau akhiri, hanya aku yang tersisa?</p><p>Atau,</p><p>Di saat ragamu menghantam bumi, hanya aku yang mendengar dentumannya?</p><p>Atau,</p><p>Di saat tangismu menggema dalam berisiknya dunia, hanya aku yang tidak suka keramaian?</p><p>Apakah kamu menaruhku, bertaruh jiwa, terucap sumpah serapah, hanya demi aku ada?</p><p>Atau, di jalananmu yang membosankan, hanya ada aku yang memakai riasan?</p><p>Aku benci karena aku tidak bisa membenci.</p><p>Bahkan saat kepalaku terpenggal, aku menyesal karena tak membuatmu membakarku.</p><p>Bahkan saat luka ini dibuatmu, aku menyesal darahku menodai kemejamu.</p><p>Aku benci karena aku tidak bisa berhenti.</p><p>Aku telah sampai pada ujung sumur, namun aku menangis saat kau lebih suka derita.</p><p>Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku tidak bisa membencimu, sebagaimana kamu membenciku.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=2ed1cd85f5e0" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>