<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by Quinsha Naura Azalea on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by Quinsha Naura Azalea on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@quinshanaura09?source=rss-f0a23864a9a7------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*B9MNZTsdZRa2cOBFWIdAlQ.jpeg</url>
            <title>Stories by Quinsha Naura Azalea on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@quinshanaura09?source=rss-f0a23864a9a7------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 13:32:54 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@quinshanaura09/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Puisi Tema lingkungan dan Diantara dua doa]]></title>
            <link>https://medium.com/@quinshanaura09/puisi-tema-lingkungan-dan-diantara-dua-doa-4969d31b1772?source=rss-f0a23864a9a7------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/4969d31b1772</guid>
            <category><![CDATA[deep-learning]]></category>
            <category><![CDATA[lingkungan]]></category>
            <dc:creator><![CDATA[Quinsha Naura Azalea]]></dc:creator>
            <pubDate>Tue, 19 May 2026 04:36:29 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-19T04:36:29.759Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Puisi Tema lingkungan</p><p>Bait 1</p><p>&quot;Tangis bumi&quot;</p><p>Langit biru kini mulai kelabu. Asap hitam menutup hariku. Sungai jernih tak Sebening dulu, Bumi menangis memanggil Pilu.<br>Bait 2</p><p>Sungai jernih berubah Penuh Sampah, Ikan Mati tanpa arah. Asap hitam memenuhi udara, Membuat bumi makin Sengsara.</p><p>Bait 3</p><p>Pohon-Pohon tumbang tak bersisa, Barung kecil kehilangan Suara. Manusia Sibuk mengejar dunia,Namun lupa menjaga alam semesta.</p><p>Bait 4</p><p>Mari rawat bumi dengan Cinta, Menanam harapan di setiap rasa. Agar hijau kembali menyapa, Dan alam tersenyum bahagia.</p><p>Puisi bebas 2</p><p>&quot;Di antara dua Doa&quot;</p><p>Bait 1</p><p>kita bertemu dimusim yang indah, Saat tawa tumbuh tanpa arah. Namun Semesta diam memberi tanda, Bahwa Cinta tak Selalu bersama.</p><p>Bait 2</p><p>Aku menyebut nama tuhan dengan caraku, Dankau menengadah dengan doamu. kita Saling mencinta tanpa Salah, Namun dunia membuat langkah terpisah.</p><p>Bait 3</p><p>Mungkin kita bukan akhir Cerita, Hanya dua hati yang Pernah Saling menjaga. walau tak berjalan di jalan yang sama, Namamu tetap tinggal di dalam doa.</p><p>Bait 4<br>Jika waktu menghapus jejak kita, Biarlah kenangan tetap bernya wa Sebabcinta tak Selalu Memiliki , Kadang hanya hadir untuk dikenangi</p><p>karya Quinsha</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=4969d31b1772" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>