<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:cc="http://cyber.law.harvard.edu/rss/creativeCommonsRssModule.html">
    <channel>
        <title><![CDATA[Stories by kukid0ugh on Medium]]></title>
        <description><![CDATA[Stories by kukid0ugh on Medium]]></description>
        <link>https://medium.com/@taniakirana06?source=rss-bd0df7887f78------2</link>
        <image>
            <url>https://cdn-images-1.medium.com/fit/c/150/150/1*1QvMKFJDii2P_X7E28-xRg.jpeg</url>
            <title>Stories by kukid0ugh on Medium</title>
            <link>https://medium.com/@taniakirana06?source=rss-bd0df7887f78------2</link>
        </image>
        <generator>Medium</generator>
        <lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 08:26:33 GMT</lastBuildDate>
        <atom:link href="https://medium.com/@taniakirana06/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
        <webMaster><![CDATA[yourfriends@medium.com]]></webMaster>
        <atom:link href="http://medium.superfeedr.com" rel="hub"/>
        <item>
            <title><![CDATA[Untuk segala hal yang tak dapat diutarakan, dipaksa mengerti tanpa pernah dipahami.]]></title>
            <link>https://medium.com/@taniakirana06/untuk-segala-hal-yang-tak-dapat-diutarakan-dipaksa-mengerti-tanpa-pernah-dipahami-3b90c9601090?source=rss-bd0df7887f78------2</link>
            <guid isPermaLink="false">https://medium.com/p/3b90c9601090</guid>
            <dc:creator><![CDATA[kukid0ugh]]></dc:creator>
            <pubDate>Sat, 23 May 2026 12:46:03 GMT</pubDate>
            <atom:updated>2026-05-23T12:46:03.134Z</atom:updated>
            <content:encoded><![CDATA[<figure><img alt="" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/736/1*WO2b98SyUqdmp9Wqmx5EIQ.jpeg" /></figure><blockquote>“Tidak adil”</blockquote><p>Katanya setiap suara akan diberikan ruang untuk dapat mengutarakan suaranya dengan rasa aman dan tenang. Namun, terdapat beberapa jiwa yang ruang bersuaranya tidak dipenuhi oleh rasa aman dan tenang, justru terisi dengan penolakan yang membuatnya bertanya apakah Ia pantas untuk bersuara.</p><p>Semakin banyak yang ingin diutarakan, semakin dibungkam pula untuk selalu mengerti dengan keadaan atau hal — hal yang sedang terjadi. Sehingga Ia terdiam dan memendam semuanya sendirian. Hingga terbesit dibenaknya sebuah pertanyaan ‘mengapa ruang yang dimilikinya sangat berbeda dengan jiwa — jiwa lain?’.</p><p>‘Tidak adil’ adalah hal yang selalu terucap olehnya, karna Ia selalu dipaksa untuk terus berjalan tanpa dipahami Ia memiliki rasa lelah akan semuanya. Hingga, Ia menyadari bahwa hanya dirinya lah yang merupakan ruang yang aman untuknya, serta tidak akan mendapat penolakan dari siapapun.</p><img src="https://medium.com/_/stat?event=post.clientViewed&referrerSource=full_rss&postId=3b90c9601090" width="1" height="1" alt="">]]></content:encoded>
        </item>
    </channel>
</rss>