PATLABORCAMP 2014,

kisah cinta yang tidak pernah padam di hati

Terdaftar menjadi peserta Patlaborcamp 2013 dan tertumbalkan untuk menjadi Kordinator Akhwat Patlaborcamp Angkatan 7 membuat saya “harus” memikirkan keberjalanan Patlaborcamp 2014.

Tapi tidak hanya semata saya tertodong harus jadi peserta dan tertumbal jadi Kordinator Akhwat sehingga saya memikirkan Patlaborcamp 2014. Tidak. Karena saya yakin bahwa Patlaborcamp adalah salah satu jalan Allah untuk memberikan hidayahnya pada calon-calon mahasiswa.

Namun, memperjuangkan ini tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semudah “yaudah nyari duit, cari pemateri, der weh”, tidak. Apalagi bagi saya seorang Akhwat, ini tidak mungkin diperjuangkan langsung oleh saya.

Kalut saya waktu itu tidak menemukan ketua.
Kalut saya waktu itu diminta Obe “udahlah nu kamu aja ketuanya”
Kalut saya waktu itu selalu gagal mengumpulkan orang.

Saya sempat pasrah dan tak tahu apakah Patlaborcamp 2014 akan ada atau tidak. Namun, Allah memang luar biasa, Allah masih memberikan saya kekuatan untuk terus mencari “sang ketua” yang tepat untuk Patlaborcamp 2014 ini.

Pencarian pun berhenti saat saya bertemu Subhan Alimul Haq, entah apa yang ada dalam diri beliau, tanpa pikir panjang tanpa pertimbangan blah bleh bloh, saya meminta “Qi, mau ya jadi ketua Patlaborcamp?”, sontak sajalah Haqi kaget. Siapa Haqi siapa saya. Dan juga Haqi bukanlah Peserta Patlaborcamp 2013. Hanya seorang anak FTI, SMAN 3 Bandung, yang kata Angga orangnya amanah dan memang dedikasinya untuk anak SMA, yang kata Okti beliau itu orangnya dapat mengakomodir banyak orang. Dan saya pun, baru mencari “Seperti apa itu Haqi” setelah dengan gejenya meminta beliau untuk jadi Ketua.

Gila memang.
Siapa juga yang mau maunya jadi ketua dengan cara seperti itu.

Tapi kuasa Allah yang Maha Membolak-balikan hati, Haqi mau dan mendapat restu dari tetua untuk jadi Ketua Patlaborcamp 2014.

Rasanya plong dan Alhamdulillah.
Ke-kalut-an saya hilang seketika dengan indahnya.

Allah memang punya caranya.

Akhirnya walau saya “menumbalkan” Haqi, tapi ternyata saya juga ditumbalkan beliau. (Hahaha)

Akhirnya saya, Angga, Ayunda diminta Haqi untuk menjadi tim khusus yang merencanakan Patlaborcamp 2014 di awal waktu.

Proses berlanjut dan berlangsung hingga akhirnya terpilihlah Kabid-kabid.

Terpilihlah superteam-superteam untuk mendampingi para kabid-kabid.

Tanpa pikir panjang, akhirnya, ternyata saya menjadi Kabid Kesekretariatan. Walau sejujurnya, saya merasa passion saya bukanlah di bidang ini, namun di Eksternal. Tapi saya melihat bahwa pos kesekre ini ya haruslah saya yang mengisi, tak tahu apa yang terfikir waktu itu. Akhirnya saya memilih jalan ini. Sebagai, Data Manager.

Saya sempat tidak yakin bahwa tim saya, tim Kesekretariatan keche, akan berhasil memenuhi permintaan Haqi, yaitu “Reverse Hukum Pareto”.

Karena sejujurnya, saya bukanlah orang yang mudah percaya dan sangat perfeksionis.

Namun diri ini memaksa diri ini untuk mencoba percaya dengan siapapun yang akhirnya menjadi tim saya, pokoknya harus harus percaya.

Saya membuat sebuah sistem baru kesekretariatan yaitu supply sekretaris bidang harus dari kami, sehingga semua ke administrasian dipegang oleh kami. Sistem Google Drive yang memaksa semua komponen tim saya dan panitia Patlaborcamp harus mau buka cloud system. Lalu membuat SOP dan segala macam agar saat nanti, jika kepanitiaan ini maju, ini bisa menjadi sebuah sistem data managing yang lebih rapih kedepannya.

Ah lupakan soal bahasan sistem ini.

Saya didampingi oleh Nad Dinar Ayunda Shofaa Beben Fira Nadia, lalu kami membagi tugas kami. Awalnya Nad Dinar Ayunda menjadi Sekretaris Bidang Acara, Shofaa Beben menjadi Sekretaris Bidang Operasional, Nadia Fira menjadi Sekretaris Bidang Eksternal, dan Keuangan langsung dipegang saja oleh Bendaharanya, saya percayakan saja agar tidak campur aduk antara data dan uang. Namun dengan sedikit perubahan Fira menjadi sekretaris bidang Operasional.

Jujur, saya sempat hanya percaya pada tim saya yang ITB.

Sempat galau saat harus memindahkan Fira ke Operasional.

Sempat galau apakah Nad dan Dinar bisa datang rapat atau tidak karena mereka jauh di UPI.

Sempat galau karena Shofaa hanya bisa ol sebentar
Sempat galau karena Beben lagi sakit diawal kepanitiaan
Sempat galau karena Nadia juga jadi Sekretaris P3R
Sempat galau apakah nanti hanya aku dan Ayunda yang ada di tim ini

Terlalu banyak khawatir,
Terlalu banyak tidak percaya,
Memang bodoh sekali saya ini.

Tapi, Allah mengirimkan saya Tim Terbaik! Saya benar-benar speechlees melihat perkembangan mereka. Saya hampir tak percaya mereka mau dipimpin oleh saya, yang seperti ini.

Nad, sungguh rajinnya luar biasa. Saya salut sama kamu nak, rajin sekali datang rapat Acara walau kampus mu jauh dan diminta datang rapat ke ITB. Sabar menghadapi danlap kita, Ridhan. Dan selalu rajin memerika GDrive dan paling sering membantu rekap.

Dinar, walau jauh dari UPI tetap rajin datang rapat. Selalu memberikan semangat saat kumpul kesekre. Memberikan banyak saran saat saya bingung. Kurang apalagi sih bantuan kamu.

Ayunda, walau FTI sebegitu sibuknya. Patlaborcamp tetap menjadi prioritasmu, terus mendampingi Fakhri bersama Nad dan Dinar. Dan kadang dianggap jadi anak bidang Acara. Huu, sedih. Dan registrasi tanpa mu yun, tidak akan ada. Eaa.

Nadia, ekspektasi ku besar sebenarnya pada Nadia. Tapi ternyata Eksternalnya sendiri seperti butuh tak butuh Sekretaris bidang, sehingga ya kemapuan Nadia tidak maksimal disini tapi di tempat lain.

Beben, perkembangan teknologi Bebenlah yang paling pesat dari gaptek banget sampai akhirnya ngerti menggunakan GDrive dan lebih hitech ketimbang Ridhan. Orang yang selalu tertodong oleh semua orang tentang Operasional. Dedikasinya luar biasa.

Fira, rela rodi menulis sertifikat dengan indahnya, rela menemani kabid geje seperti Ainun. Rela di lempar dari eksternal ke operasional dengan tanpa diskusi langsung iya mau. Sungguh nak, kau luar biasa.

Shofaa, sejurnya saya sempat khawatir bahwa Shofaa tidak akan di sini. Namun, ternyata saya salah, ternyata Shofaa lah yang sering sekali membantu saya dalam keadaan kritis baik pulsa mau tinta. Dan menjadi pusat jarkom peserta.

Merekalah orang-orang terbaik. Yang mau-maunya dipimpin saya. Yang mau dimintai tolong oleh saya. Yang mau berdedikasi memdampingi kabid-kabid lain.

Tapi, walau sudah diberikan tim terbaik ini. Lucu nya saya adalah sempat berfikir bahwa saya merasa tidak memiliki Patlaborcamp ini. Saya merasa saya bagai mesin yang tidak lebih tidak kurang hanya mengurus data data. Inilah titik terendah saya saat dikepanitiaan ini.

(sepertinya) Haqi melakukan Kuesioner dadakan tentang Bidang di Patlaborcamp. Akhirnya saya sadar bahwa masih ada yang mengapresiasi saya. Sungguh.. Terimakasih.

Menjalani hari eksekusi menjadi seorang pembimbing pun, membuat saya sadar bahwa, hey mereka penerus kita dan mereka bahagia disini.

Melihat peserta bahagia berada di acara ini,
Melihat peserta begitu antusias menjalani hari-hari bersama kami
Melihat peserta bisa tertawa dan sedih bersama
Melihat peserta yang tegar dan kuat,
Melihat peserta berhasil menjadi superteam

Sungguh itu menghilangkan segala gundah gulana yang menghampiri pundak-pundak ini.

Sungguh, saya benar-benar berterimakasih kepada Allah yang mengirimkan kalian padaku.

Hey, Superhero ku, Patlaborcamp 2014.


Sungguh, jika kisah Patlaborcamp ini harus saya tulis ulang semuanya, tidaklah cukup kuat tangan ini untuk mengisahkannya kembali, tidak cukuplah basah kerongkongan ini untuk mengucap ulang seluruh kisahnya.

Sungguh, jika saya diizinkan kembali saya ingin merasakan kebersamaan ini lagi. Melewati hari setelah acara Patlaborcamp membuat saya rindu terus menerus pada hangatnya kebersamaan dengan kalian, kawan.

Rindu akan satu asa satu hati bersama kalian, kawan.
Rindu akan segala gundah gulana bersama kalian, kawan.

Patlaborcamp, bukan hanya sekedar training
Patlaborcamp, bukan hanya sekedar hore-hore
Patlaborcamp, bukan hanya sekedar prestige di depan adik kelas
Patlaborcamp, bukan hanya sekedar melanjutkan tradisi
Patlaborcamp, bukan hanya sekedar menghabiskan uang
Patlaborcamp, bukan hanya sekedar menereriakan jargon “To Be A Real Superhero”

Patlaborcamp, ini adalah sebuah kisah yang menggabungkan cita dan rasa puluhan pemuda dan pemudi.

Patlaborcamp, tiga hari untuk selamanya.


Terimakasih untuk Ainun, Gerry, Ridhan, Fakhri, Angga yang sudah mau menjadi tonggak utama Patlaborcamp bersama-sama.

Dan terimakasih untuk Haqi telah menjawab segala gundah gulana pencarian pemimpin. Terimakasih telah bersedia untuk memangku beban sebesar itu. Terimakasih. Terimakasih. Terimakasih.

ttd.
Nurizka Fitrianingrum
Sekretaris Umum, Patlaborcamp 2014

Like what you read? Give Nurizka Fitrianingrum a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.