FORGED FOR GOOD
Published in

FORGED FOR GOOD

Sederhananya, aku butuh teman menulis.

Sebenarnya aku sedang kesulitan menulis. Untuk kali ini, alasannya karena kebanyakan menulis. Pekerjaanku beberapa bulan terakhir ini menuntutku banyak berpikir sebagai penulis.

Aku rindu menulis santai, menjelajah lokus-lokus pikiran dan mengartikulasikannya agar dapat dibaca diriku sendiri. Atau mungkin aku rindu diriku sendiri. Waktu-waktu intim untuk mengurutkan pikiran, menghadapi keresahan-keresahan, yang tertimbun dan tersimpul hingga tak dikenali lagi mana awal, tengah, dan akhir.

Aku tahu hal ini tak dapat dibiarkan. Aku butuh menulis. Tapi lebih mendesak dari itu, aku butuh dorongan untuk menulis. Setelah gagal mencoba beragam solusi, aku menemukan semangat kembali dari seseorang yang belum lama hadir dalam hidupku; teman baru, inigo banyu.

Entah kenapa, aku terdorong untuk menantangnya menulis tiap hari. Dan yang lebih entah-kenapa lagi, ia pun mengiyakan tantangan tersebut.

Mungkin benar kata ahli zodiak, capricorn butuh tantangan. Atau benar kata Jung, INTJ butuh stimulasi intelektual. Atau benar kata Mama, aku butuh menikah. Atau mungkin justru benar kataku, aku butuh teman menulis. Titik.

--

--

Forge myself by spending an hour to write for a year straight, for good.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store