Konspirasi Mentor

Dakwah Kampus merupakan salah satu elemen penting dalam perekrutan kader-kader dakwah baru. Sebuah arena penting sebagai tahap persiapan awal kader-kader dakwah untuk menyongsong permasalahan umat di tengah masyarakat kelak. Mahasiswa-mahasiswa muslim harus dapat dikondisikan selama ia menjalani dunia kemahasiswaan, sebelum mereka keluar dari kampus dan berhadapan dengan permasalahan umat. Atas adanya latar belakang inilah Dakwah Kampus muncul sebagai sebuah fenomena aktual sejak tahun 80-an yang bertujuan untuk menyuplai alumni-alumni kampus yang berafiliasi kepada Islam. Bahkan, tujuan Dakwah Kampus tidak hanya itu saja. Lebih dari itu. Keberadaan Dakwah Kampus di tengah kehidupan mahasiswa diharapkan dapat menjadi akselerator proses optimalisasi peran kampus dalam upaya transformasi masyarakat madani.

Sampai saat ini telah banyak terlahir alumni-alumni kampus yang notabene merupakan para sarjana hasil didikan dakwah kampus. Para sarjana ini dihasilkan dari didikan lingkaran-lingkaran kecil yang biasa disebut mentoring. Mereka telah berkomitmen penuh atas afiliasi mereka kepada Islam. Baik yang menjadi penggerak, penyokong maupun yang hanya sekadar tidak antipati terhadap dakwah Islam. Hal ini dikarenakan suplai Dakwah Kampus tidak seluruhnya menciptakan kader-kader dakwah yang sejati dan berkomitmen penuh. Didikan Dakwah Kampus sejatinya adalah menciptakan alumni-alumni kampus yang berafiliasi kepada Islam. Terminologi afiliasi di sini bermakna bertingkat-tingkat bahwa afiliasi setiap muslim kepada Islam tentulah berbeda-beda. Ada yang berkomitmen penuh menjadi seorang kader dakwah. Ada juga yang sekadar tidak antipati terhadap pergerakan dakwah. Inilah peran fundamental Dakwah Kampus kepada para mahasiswa.

Oleh sebab itulah diperlukan pejuang-pejuang mentor yang dapat dipercaya untuk mengeksekusi tujuan Dakwah Kampus ini. Para mentor dalam lingkaran-lingkaran mentoring harus memiliki pengetahuan dan keterampilan konspirasi dalam melaksanakan tugas mulia ini. Konspirasi merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang mentor agar ia dapat menjadi seorang yang berpengaruh terhadap binaan-binaannya. Karena hal ini tidaklah mengherankan bahwa mentoring merupakan sarana paling penting dalam mempersiapkan kader-kader dakwah yang berafiliasi terhadap Islam. Tugas seorang mentor tidaklah hanya menciptakan binaan-binaannya agar memiliki kepribadian seorang muslim. Namun, juga memiliki tugas untuk menjadikan para binaannya memiliki kepribadian da’i. Maka, sudah jelaslah bahwa konspirasi mentor merupakan syarat paling utama yang harus dimiliki seseorang sehingga ia pantas disebut sebagai mentor yang ideal. Konspirasinya dapat memberikan pengaruh nyata kepada para binaannya sehingga mereka dapat menjadi seorang kader dakwah yang memiliki afiliasi yang tinggi kepada Islam.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.