Bereksperimen Melakukan Sintesis Data User Research Secara Online Menggunakan Trello

Salah satu alternatif media untuk melakukan sintesis data

Intro

Sebagai seorang UX researcher terdapat hal yang wajib saya lakuin setelah berhari-hari ngambil data dari partisipan untuk sebuah project research. Yap, ngelakuin sintesis data. Bagian ini merupakan bagian yang cukup memakan tenaga dan menguras pikiran karena kita harus ngumpulin pattern dan cari insight yang bisa kita manfaatin buat ngembangin produk yang lagi diriset.

Disclaimer: Di artikel ini saya ga akan cerita soal gimana cara sintesis tapi lebih pengen cerita pakai apa kalo mau ngesintesis datanya. Ehehe

Ngomong-ngomong soal sintesis data pasti ga jauh-jauh dari nempelin sebegitu banyak sticky notes di tembok atau papan tulis kan. Saya dan Anggi Nur Dhamayanty di Giza selalu melakukan ini setelah dapetin data dari partisipan.

Ketika melakukan sintesis dari 5 partisipan jumlah sticky notes yang muncul tentu tidak terlalu jadi masalah bagi kami. Saya tidak terlalu mendapat kendala, tapi Anggi yang mendapat kendala karena tulisan saya tidak terbaca (funfact sedikit ya, saya sekarang udh susah baca tulisan sendiri. Kabarin kalo ada online course buat handwriting ya. thx!).

“Ini kamu nulis apaan sih ?” ucap anggi setiap melihat tulisan saya :(

Ya, saya memang punya tulisan yang begitu ̶B̶a̶g̶u̶s̶ dan cuma saya dan tuhan yang tahu.

Namun, Ketika melakukan sintesis dari 15 partisipan masalah baru muncul karena begitu banyak sticky notes yang harus ditempel di dinding. Hal ini membuat kami kesulitan ketika mencoba mengrouping karena terlalu banyak sticky notes dan kita bingung dimana menyimpan group itu sebelumnya.

Mulai consider menggunakan cara lain

Dari beberapa kesulitan yang kita hadapi dari melakukan sintesis dengan cara seperti ini, kami memutuskan untuk mencari alternatif lain.

“Gimana kalo pake trello?”

Kami pun mulai consider buat pake Trello. Sebenernya masih ada alternatif lain sih bisa aja pake Figma, atau juga bisa pake sticky notes nya Whimsical. Tapi, ini beberapa hal yang bikin kita ngeberaniin diri buat pake Trello:

  1. Sangat familiar bagi kami, Trello sering dipake oleh tim Giza buat task management jadi udah hapal banget gimana cara pakenya.
  2. Bisa nambahin detail-detail di setiap card yang kita buat. Misal kita masukin screenshot, deskripsi tambahan, atau link url juga.
  3. Bisa di-search!
  4. Kolaboratif.
  5. Bisa dikerjakan di mana saja.
  6. Hasil sintesis terdokumentasi dengan baik.
  7. Tulisan saya jadi keliatan lebih bagus hehe.
Trello board yang digunakan untuk sintesis.

Kendala atau challenge yang dihadapi ketika pakai Trello

Tapi ketika ngelakuin online synthesize ini ada aja sih kendala atau challenge yang kita dapetin, misal:

  1. Kalo list yg kita buat sangat banyak, maka kita harus banyak scrolling ke samping. Hal ini terjadi karena ketika kita membuat list baru di Trello, Trello akan langsung membuat list baru disebelah kanan dan begitu seterusnya.
  2. Distraksi, ketika kita mengerjakan sintesis di depan laptop konsekuensinya adalah kita akan selalu tergoda untuk membuka app/website lain misalkan buka email, buka twitter, bales chat di whatsapp/telegram atau nonton video kucing di youtube dan instagram. Maka pastikan untuk berkomitmen untuk tidak membuka yang lain-lain selain Trello ini ya.

Penutup

Proses sintesis bagi saya merupakan bagian paling menantang dalam proses research, maka dari itu diperlukan fokus yang tinggi dan juga situasi yang tenang dan nyaman. Cara alternatif bisa saja digunakan agar proses sintesis jadi lebih nyaman. Tapi yang harus diinget ini cuma media ya, jadi bebas pakai media apapun yang kamu nyaman pakenya. Yang penting insight yang didapat dari proses sintesisnya bisa kasih impact yang besar buat projek yang lagi kita kerjain! Ya gak?

GizaLab

Behind the scenes, journal and stories about a UX Agency based on Bandung, Indonesia

Evan Gilang Ramadhan

Written by

Currently work as UX Researcher @ GizaLab, I love observing people!

GizaLab

GizaLab

Behind the scenes, journal and stories about a UX Agency based on Bandung, Indonesia

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade