Kenapa Menulis?
Pertanyaan klise, tapi penting untuk dijawab.

Apa enaknya menulis? Hanya membuat lelah tangan, tidak menghasilkan uang, tidak menjamin masa depan yang cerah, dan sebagainya. Jawaban yang mencerminkan betapa bodohnya orang yang dapat menulis. Bodohnya orang yang dapat menulis? Masa sih orang yang dapat menulis itu bodoh?
Mungkin di dunia ini masih ada manusia yang berpikir seperti itu terhadap para penulis. Mereka yang berpikir seperti itu sepertinya tidak suka membaca koran, artikel di internet, majalah, ataupun novel, sungguh kasihan. Nah, agar kalian yang masih memiliki pola pikir seperti itu tidak berpikir seperti itu lagi, saya akan mencoba mengubah presepsi kalian mengenai menulis.
Bila saya boleh jujur, memang pekerjaan, hobi, ataupun kebiasaan menulis adalah suatu aktifitas yang terkesan membuang waktu. Tapi, bukankah dengan menulis waktu yang terkesan dibuang itu dapat kita gunakan untuk menuangkan pikiran kita?
Mereka yang memiliki pemikiran-pemikiran besar seperti Newton, Einstein, dan sebagainya selalu menuliskan semua pemikiran-pemikiran mereka di atas secarik kertas. Mengapa? Karena dengan menuangkan sedikit saja pikiran kita kedalam tulisan diatas kertas, tanpa sadar akan muncul rasa puas di dalam diri kita. Dan juga, setelah pemikiran itu kita tuliskan di atas kertas, kita dapat mulai mengembangkan ide itu dengan cara menulis pemikiran-pemikiran lainnya. Menarik?
Dengan menulis pula, kita dapat menyampaikan perasaan, pendapat, sajak, dan lain sebagainya kepada dunia. Mungkin bila menggunakan skala dunia terlalu besar, maka cobalah kita tunjukkan kepada orang-orang terdekat kita. Bagi mereka, perasaan kita akan terkesan lebih bersungguh-sungguh bila kita berani menuliskannya di atas secarik kertas. Mengapa? Karena kesungguhan dan waktu yang kita luangkan untuk menulis kalimat-kalimat akan memiliki dampak perasaan yang lebih besar terhadap pembacanya. Mereka mungkin akan merasa bahwa kita rela meluangkan waktu untuk menulis hanya demi mereka.
Mungkin setelah kita sering menulis, kita akan menemukan yang dinamakan kode etik dalam menulis. Memang akan terkesan merepotkan. Tapi sebelum jauh-jauh ke dalam dunia kode etik, tanpa basa-basi segeralah tuliskan ide kita di atas secarik kertas. Karena bila ide itu tidak kita tulis juga, maka tidak lama kemudian ide itu akan hilang lagi. Tidak ada yang tahun bahwa ide yang hilang itu ternyata adalah ide yang dapat mengubah hidup kita.
Menulis memang sesuatu yang terdengar ringan dan kurang bermakna. Tapi bila kita telah melakukannya, dan menjadikannya suatu kebiasaan, maka kita tidak akan lepas darinya dan akan terus menulis.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” ―Pramoedya Ananta Toer
Sekian, hatur nuhun.

