Jerit

Rumahmu selalu sunyi. Kedua orang tuamu melarang segala jenis bebunyian yang lebih keras dari bisikan. Satu-satunya suara yang mereka loloskan cuma tabuh hujan deras pada atap jerami. Lalu ibumu bercerita mengenai hari di mana ia melahirkanmu, saat ayahmu mendengar tangismu pecah menjelang tengah malam.