Takdir

Yang kurindui, seseorang yang entah akan merindukanku juga atau tidak.

Sudah sejak pertama kali aku menjatuhi kau cinta, aku mengetahui bahwa apa-apa yang kuberikan akan patah tanpa ampun di hadapanmu. Sampai kau menjadi hal-hal yang kulewati dengan berusaha menggenggam pengabaian.

Dimana kau letakkan setumpuk rinduku, sampai akhir kita bertemu? Jika tatapan ini tak sampai padamu, kemudian hal apa yang lebih menarik bagiku?

Aku mengerti ; jika kita begitu jauh, tapi apakah takdir tak punya kekuatan yang maha untuk menyatukan?
Ataukah aku meremehkan cara semesta mengabulkan ingin-inginku yang salah satunya tentangmu?

Aku belum mengetahui mana jalan takdir yang mampu kuterima atau tidak, tapi setidaknya aku akan tetap memiliki langkah untuk terus menujunya.

Aku hanya ingin tahu, bagaimana kau memandangku nanti setelah pertemuan kita.

Atau…

Aku masih harus berjalan jauh sampai lelah, sampai aku benar-benar menerima saja apa yang ada.

supersaiaz

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.