Podcast Ingat65: Peran Aidit di Masa Perjuangan Kemerdekaan

Foto DN Aidit di salah satu pameran.

Di antara deretan wajah tokoh nasional dalam lukisan The Indonesia Idea karya Galam Zulkifli yang sempat dipajang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta minggu lalu terpampang gambar wajah DN Aidit.

Publik pun kisruh. Ada yang pro dan kontra hingga manajemen Bandara Soekarno Hatta mencopot lukisan tersebut.

Ingat65 pun tertarik untuk mengulas mengenai siapa Aidit. Apakah benar ia berkontribusi terhadap negeri ini? Bagaimana dengan pelarangan terhadap ajaran komunisme yang sering dikaitkan dengannya?

Penelitian sejarahwan John Roosa yang ia tuangkan dalam bukunya Dalih Pembunuhan Massal mengenai Gerakan 30 September, menyebutkan bahwa Aidit dan beberapa anggota Politbiro PKI kemungkinan besar terlibat dalam perencanaan penculikan jenderal-jenderal Angkatan Darat yang dilakukan ditengah ketidakpastian politik dalam suasana Perang Dingin dan melemahnya kesehatan Sukarno.

Di 1965 tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Aidit. Dokumen-dokumen yang menegaskan keterlibatan Aidit baru terungkap berpuluh-puluh tahun kemudian. Meski demikian Suharto saat itu menggunakan peristiwa G30S sebagai dalih penghancuran PKI dan pembunuhan massal dengan korban lebih dari setengah juta jiwa.

Aidit sendiri ditembak mati 22 November 1965 di Jawa Tengah.

Dua puluh tahun sebelum tragedi itu, Aidit merupakan salah satu pemuda yang mendesak dideklarasikannya kemerdekaan Republik Indonesia.

Podcast Ingat65 kali ini menampilkan Bonnie Setiawan, penulis dan pegiat pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi untuk 1965, yang berdiskusi soal peran Aidit di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Harus diketahui bahwa DN Aidit termasuk pahlawan perjuangan juga, karena dia termasuk pemuda pada 1945 yang sangat aktif khususnya dalam gerakan pemuda dan pelajar di sekitar Menteng 31,” ujar Bonnie pada Ingat65 beberapa waktu ini.

Menteng 31 adalah sebuah markas, di sana berhimpun pemuda seperti Wikana — yang juga dilupakan karena dia anggota PKI — dan Sukarni, kemudian kalangan pemuda lainnya yang bergerak menjelang proklamasi pada 1945 maupun sesudahnya.

Bonnie membenarkan bahwa peran Aidit sangat penting dalam prosesi proklamasi Indonesia tersebut. Sayangnya, peran-peran Aidit dikubur dan digelapkan oleh rezim Orde Baru, rezimnya Soeharto.

Ingin tahu selengkapnya bincang-bincang Ingat65 dengan Bonnie tentang siapa Aidit dan apa perannya untuk negara? Kamu bisa mendengarkan podcast di bawah ini. Selamat menyimak!