Inobu
Published in

Inobu

Memelihara Nilai Konservasi Tinggi di Perkebunan Kelapa Sawit

Nyoto Setiawan adalah seorang petani kelapa sawit swadaya yang tersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Desa Sukorejo, Seruyan, Kalimantan Tengah. Di dalam kelompok taninya, Nyoto merupakan anggota Internal Control System (ICS) yang bertugas memastikan semua anggota kelompok tani memelihara area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di perkebunan kelapa sawit mereka dengan baik.

Tim Internal Control System (ICS) berupaya meningkatkan kesadaran petani kelapa sawit
terhadap Nilai Konservasi Tinggi melalui sosialisasi secara langsung dan plang-plang
himbauan.

Setidaknya ada 170-an anggota petani yang Nyoto dampingi dan awasi. Petani-petani tersebut belajar mengenai kawasan yang memiliki nilai konservasi yang tinggi dan dikenalkan dengan hewan-hewan yang dilindungi, seperti macan akar, ular piton, dan burung hantu. Hewan-hewan ini tidak boleh diburu dan dibunuh.

“Jika mereka melihat binatang-binatang ini di kebun mereka, saya minta mereka untuk segera menghubungi saya agar tim kami bisa melakukan tindakan,” Nyoto menjelaskan. Tim ICS nantinya akan menghubungi petugas yang berwenang dari dinas setempat untuk mengurus masalah ini.

Sebelumnya para petani sudah berdiskusi dan berusaha mengidentifikasi bersama spesies-spesies yang dilindungi. Dalam proses identifikasi ini, ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan, di antaranya, apakah spesies ini dapat ditemukan di perkebunan kelapa sawit, apakah spesies ini akan terdampak secara negatif dari kegiatan petani, dan apakah spesies ini dikenali dengan baik oleh petani sehingga mereka bisa mengidentifikasi spesies ini dengan mudah.

Spesies fokal dapat berupa mamalia, burung dan reptil yang hidup dan melintasi perkebunan kelapa sawit. Spesies ini dapat pula berupa ikan atau fauna akuatik yang hidup terancam jika air sungai berkurang atau terpapar dengan pestisida yang bocor dari perkebunan.

Tahapan identifikasi akan berguna untuk meminimalkan atau bahkan menghindari ancaman-ancaman tersebut.

Tim ICS senantiasa berusaha meningkatkan kesadaran petani terhadap NKT melalui sosialisasi di lapangan secara langsung serta memasang plang-plang himbauan.

Petani juga dihimbau untuk tidak menggunakan bahan-bahan kimia untuk pohon-pohon yang terletak di dekat sumber air, seperti sungai, anak sungai, dan sumur. Untuk pengawasan, tim ICS terkadang datang mengunjungi perkebunan untuk inspeksi langsung. Namun, karena luas perkebunan yang sangat luas, tiap ketua dari kelompok tani ikut membantu proses pengawasan. “Karena mereka biasanya sudah hafal dengan area-area yang dekat dengan air,” kata Nyoto.

Mengawasi perlindungan area dengan NKT setiap saat merupakan tantangan yang tidak mudah. Hal ini disebabkan oleh luasnya perkebunan sawit di desa-desa terpelosok di Kalimantan. Karena itulah petani mengikuti program sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan RSPO, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya NKT. Petani belajar mengenai bagaimana melindungi keberadaan spesies hewan dan tanaman yang terancam punah serta menjaga kelestarian sumber air, seperti sungai dan sumur, dalam perkebunan minyak sawit.

Karena area NKT tidak tersebar secara merata di lahan anggota-anggota dari kelompok tani, maka sebagian anggota bisa saja menanggung beban biaya pengelolaan lebih besar dari anggota lainnya. Manajer Kelompok dan anggota kelompok tani perlu menyusun kesepakatan mengenai bagaimana membagi beban biaya pengelolaan dan pemantauan yang adil.

Dalam menentukan cakupan dan mengidentifikasi NKT yang berpotensi terkena dampak dari perkebunan kelapa sawit sawit, para petani perlu melakukan dialog bersama. Proses ini terdiri dari tiga langkah, yakni penetapan cakupan, dialog, dan verifikasi.

Pada tahap penetapan cakupan, Manajer Kelompok bersama dengan petani akan mengidentifikasi lingkungan kategori NKT melalui mengumpulkan informasi. Manajer Kelompok perlu mencari tahu apakah terdapat spesies fokal, yakni spesies yang memiliki peran fungsional dalam sistem ekologis, serta memperkiraan hal-hal yang menjadi ancaman bagi spesies tersebut, serta potensi NKT lainnya.

Lalu pada tahapan dialog, Manajer Kelompok akan berdialog dengan kelompok-kelompok tani di pertemuan lokal untuk mengumumkan hasil identifikasi NKT dan berdiskusi soal praktik-praktik apa saja yang sebaiknya diterapkan untuk memelihara NKT. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi petani untuk berbagi mengenai jasa lingkungan dan spesies fokal sudah yang mereka temukan di lapangan. Harapannya, seluruh anggota kelompok tani dapat menyetujui perangkat bersama yang dirancang untuk memelihara NKT.

Yang terakhir adalah verifikasi. Manajer Kelompok dan para anggota kelompok tani akan menjalankan suatu sistem pengawasan internal untuk memverifikasi dan memantau kepatuhan anggota terhadap perangkat yang telah disepakati bersama.

Salah satu plang himbauan mengenai hewan dan binatang yang dilindungi di area perkebunan
kelapa sawit.

Petani yang sudah mengikuti pelatihan juga sudah paham untuk mempertahankan tutupan vegetasi dengan menanam pohon di dekat sungai dan di lereng curam.

“Ini untuk mencegah erosi,” kata Nyoto. “Penanaman bibit pohon ini dilakukan pada tahun 2018. Semua petani kelapa sawit ikut menanam. Kami meminta tolong kelompok tani untuk menggerakkan anggotanya dalam kegiatan ini.”

Petani juga dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, termasuk karung dan plastik dari bungkus pupuk. Selain itu, petani harus senantiasa berhati-hati dengan limbah beracun dari penyemprotan pestisida untuk tanaman liar.

“RSPO mengharuskan kami untuk bertani secara ramah sosial dan lingkungan,” ujar Nyoto. “Kebun kelapa sawit ini tidak hanya untuk diri kami sendiri tapi juga untuk anak dan cucu kami ke depannya.”

--

--

--

Stories from the Indonesian archipelago related to the sustainable management of landscapes and seascapes.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Yayasan Inobu

Yayasan Inobu

We are an Indonesian research institute working for sustainable landscape and seascape through jurisdictional approaches, innovation and applied research.

More from Medium

Role based dual authorization in GraphQL and Mongoose models

How YKONE Helped Put Abu Dhabi On The Map ?

The Muggle Sorting Hat: An App for Teachers to help create new classes

How to use Data Cleaning Module in Odoo V15