Apakah design yang bagus hanya fokus di fungsionalitas dan kebutuhan user?

Mari kita simak analogi pertama…

Anda sedang nongkrong di cafe, lalu tiba tiba kebelet pipis. Anda membutuhkan toilet se-segera mungkin.

Karena ini adalah cafe yang baru pertama kali Anda kunjungi, Anda tidak tahu dimana lokasi toilet nya.

Lalu Anda bertanya ke pelayan cafe dimana letak toiletnya.

Anda: “Mas, maaf.. toilet nya ada disebelah mana ya?”

Pelayan Cafe: Sambil menunjuk arah dengan wajah datar tanpa senyum… “Belok kiri, belok kanan, lurus terus”

Bagaimana perasaan Anda setelah mendapat jawaban dan respon seperti itu?

Asumsi saya… Anda akan merasa kurang nyaman, walaupun Anda telah memperoleh apa yang Anda butuhkan.


Lalu kita lanjutkan dengan analogi kedua…

Ketika Anda bertanya kepada pelayan cafe dimana letak toiletnya, sang pelayan cafe merespon seperti berikut

Pelayan Cafe: Sambil tersenyum dan menunjuk arah. “Dari sini Anda belok kiri.. lalu setelah itu akan ada tangga, Anda bisa belok ke kanan. Lurus terus saja, nanti toiletnya di sebelah kiri”

Bagaimana perasaan Anda setelah mendapat jawaban dan respon seperti itu?

Asumsi saya, Anda akan merasa senang. Karena pelayan cafe tersebut memberikan informasi secara jelas dengan penyampaian yang ramah dan menyenangkan.


Jadi, apakah design yang bagus hanya fokus di fungsionalitas dan kebutuhan user?

Jawaban nya tidak.

Kenapa? karena seorang user adalah manusia. Dan manusia memiliki sesuatu yang dinamakan “perasaan”.

Jika sebuah design hanya berfokus kepada fungsionalitas, maka yang akan terjadi adalah seperti pada analogi pertama. Design akan berjalan sesuai dengan fungsi nya, tetapi seolah olah tidak memiliki interaksi yang bersahabat dengan user. Atau dengan kata lain… tidak memiliki emosi atau perasaan.

Sebuah design yang bagus sebaiknya berfokus pada fungsionalitas, tetapi juga tidak melupakan hal hal lain nya. Seperti:

  • Penggunaan wording yang bersahabat dan mudah dimengerti
  • Penataan layout yang rapi dan tidak berantakan
  • Penggunaan warna yang menarik, tidak berlebihan dan memandu user
  • Alur atau flow yang tidak terlalu ribet

“If we want users to like our software, we should design it to behave like a likeable person.”– Alan Cooper

Semoga bermanfaat :)


Artikel terinspirasi dari obrolan pada malam takbiran dengan Arie Aulia Nugraha , Thanks Rie 🙏