Apakah icon pada aplikasi / website memerlukan label (teks)?

Hampir setiap hari kita selalu membuka aplikasi. Di aplikasi tersebut ada elemen bernama icon yang selalu kita pencet atau tap. Icon biasanya terletak pada menu sebelah bawah atau sebelah samping.

Pertanyaannya adalah… Apakah icon icon tersebut membutuhkan label atau teks untuk memperjelas?.

Sebelumnya, saya ucapkan banyak banyak terima kasih kepada temen temen yang telah berbagi opini mengenai pertanyaan ini di instagram 😄🙏

Berikut adalah beberapa opini dari temen temen


“Perlu, jika icon itu belum umum digunakan dan belum cukup familiar untuk user”

“Perlu, Karena kadang ada icon nya bisa di representasikan jadi 2 makna, Contoh: note, bisa berarti pemesanan, atau bisa berarti menulis catatan.”

“Karena icon pengganti text, jadi seharusnya icon sudah informatif meskipun tanpa label”

“Tergantung use casenya kapan dan dimana”

“Fleksibel, Kadang perlu, kadang tidak. Untuk bentuk visual yang bukan termasuk generik, ada baiknya ditambah label untuk menghindari salah pemahaman dari user”

“Tidak semua orang memahami arti icon. Kecuali untuk icon yang sudah general seperti search, delete dan beberapa lainnya.
Bahkan di google material sendiri pun kadang kadang masih ada icon yang tidak saya pahami dan ada yang masih memakai asumsi saya sendiri dalam mengartikan icon nya. Jadi teks dapat membantu mengartikan maksud icon sesuai kebutuhan”

“Di cultural, icon harus dikenalkan dengan tulisan, nanti versioning berikutnya bisa coba dihilangkan”

Mari kita lanjutkan pembahasan ini dengan melihat beberapa aplikasi yang sering kita gunakan

1. Youtube

Pada aplikasi Youtube, beberapa icon memiliki label. Namun ada juga beberapa icon yang terletak diatas tidak menggunakan label.


2. Instagram

Pada menu bar yang terletak di bawah, tidak menggunakan label. Tetapi pada menu samping nya menggunakan label.


3. Spotify

Kebanyakan menggunakan label. Tetapi ada beberapa icon yang tidak menggunakan label.


Takeaways

Jika icon mewakili menu yang cukup panjang ataupun menu yang terlalu kompleks dari segi bahasa, maka sebaiknya menggunakan label.

Menu yang panjang itu seperti “Add to watch later” , “Add to Playlist” , “Discover People” , “Your Activity


Pada Menu Bar sebuah aplikasi, pada awal nya sebaiknya menggunakan label, setelah beberapa lama dan dirasa user sudah terbiasa menggunakan aplikasi tersebut maka bisa dicoba untuk menghilangkan label tersebut.

Tetapi sebelum menghilangkan label tersebut, ada baiknya melakukan usability testing dengan user yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi tersebut. Dan melihat bagaimana reaksinya ketika menggunakan aplikasi yang tidak memiliki label pada menu bar nya.


Pada menu utama yang benar benar sering diakses oleh user setiap hari nya, label pada icon bisa perlahan dihilangkan. Tetapi pada menu menu yang jarang diakses user, sebaiknya tetap menggunakan label, karena user tidak terlalu mengingat.


Untuk icon yang bentuknya sudah umum atau sudah sangat familiar, bisa tidak menggunakan label.

Contohnya adalah icon anak panah ke kiri yang menandakan back atau kembali, atau icon tanda silang yang menandakan close atau menutup sesuatu.

Sebaliknya, untuk icon yang bentuknya tidak terlalu familiar, pada saat pertama kali kemunculannya bisa menggunakan label.


Untuk icon yang fungsi utama nya tidak untuk diklik, tetapi untuk memperjelas informasi, bisa tidak menggunakan label, karena labelnya sudah digantikan dengan teks informasi di dekatnya.

Berikut contoh icon yang digunakan untuk memperjelas informasi atau membuat user mudah menemukan informasi tersebut.


Kesimpulan

Penggunaan label pada icon adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan. Jangan langsung memutuskan tidak menggunakan label karena berasumsi bahwa user sudah mengenali bentuk icon yang kita gunakan.

Jangan sampai keputusan kita untuk tidak menggunakan label, berakibat membuat user ketakutan untuk memencet icon tersebut karena tidak tahu konteksnya dan apa yang terjadi setelahnya

Saat mendesain, jika kita ragu untuk menggunakan label atau tidak, maka bisa kita lakukan usability testing dan melihat bagaimana reaksi user.

Selalu mendesainlah dari sudut pandang user

Semoga bermanfaat :)