Apakah metode “Performance Review” perlu di review juga?

Performance Review adalah metode untuk memberikan penilaian terhadap anggota team ataupun karyawan. Biasanya dilakukan secara berkala. Jika hasil performance review baik, kemungkinan ada reward yang akan diterima, tetapi jika hasil performance review nya kurang baik, maka akan ada evaluasi.

Andi adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Di perusahaan tersebut selalu dilakukan performance review selama 2 bulan sekali.

Selama 2 bulan , Sang Manager selalu melakukan pengawasan terhadap anggota team nya.

Dan, tibalah hari dimana performance review dilakukan. Andi bertemu dengan manager nya. Sang Manager bilang kepada Andi untuk meningkatkan kinerja nya.

Sang Manager merasa selama ini Andi kurang menjaga komunikasi nya, sehingga menyebabkan hasil kerja nya kurang bagus.

Di sisi lain, Andi merasa kaget. Karena ia merasa selama ini komunikasinya baik baik saja.

Sang Manager lantas memberi tahu Andi tentang detailnya. Ia memberi tahu Andi, di project apa saja Andi kurang menjaga komunikasinya. Sang Manager memiliki catatan yang lengkap.

Tetapi karena hal tersebut sudah berlalu beberapa bulan, Andi sulit untuk mengingatnya.


Apakah ada yang salah dari proses performance review diatas?

100% salah? Tidak.

Perlu dirubah? Iya.

Kita kembali ke Andi, setelah menerima hasil performance review, dia akan:

  1. Merasa down.
  2. Tidak menyangka bahwa selama ini ternyata ada yang salah dari cara kerja nya.
  3. Berusaha mengingat kembali project yang telah lewat, dan mencoba mengingat di bagian mana ia membuat kesalahan.

Kenapa sistem Performance review diatas perlu dirubah?

Sistem performance review seperti diatas, tidak memberikan anggota team atau karyawan untuk melakukan perbaikan.

Bayangkan, Andi selalu berusaha maksimal di pekerjaannya, tetapi setelah 2 bulan, dan saat hasil penilaiannya keluar, ternyata hasil kerja Andi dirasa kurang maksimal.

“I try to be perfect but nothing was worth it “— Sum 41

Bagaimana sebaiknya?

Performance review sah sah saja dilakukan, tetapi ada baiknya memberikan kesempatan kepada anggota team atau karyawan untuk mengetahui di bagian mana mereka harus meningkatkan kinerja nya, sebelum hari performance review dilakukan.

Salah satu contohnya adalah dengan melakukan evaluasi mingguan. Luangkan beberapa menit untuk memberi tahu tiap-tiap anggota team ataupun karyawan tentang kinerja nya selama seminggu.

Jika ada poin untuk melakukan perbaikan kinerja berdasarkan hasil kerja seminggu yang lalu, mereka masih bisa mengingat dengan baik bagaimana jalannya project seminggu yang lalu, sehingga mereka masih mendapatkan konteks nya.

Cara lain nya adalah, tidak perlu melakukan evaluasi berkala. Tetapi jika ada anggota team atau karyawan yang dirasa kinerja nya perlu ditingkatkan, maka di saat itu juga langsung ajak ngobrol berdua atau one on one(lebih lengkap mengenai one on one bisa dibaca disini)

Dengan cara seperti itu, anggota team atau karyawan akan langsung sadar di bagian mana mereka perlu meningkatkan kinerja nya.


Empati

Pada video diatas, Simon Sinek menyampaikan tentang penting nya empati. Ia menyebutkan, bahwa penurunan kinerja seseorang bisa saja dipengaruhi oleh kehidupan pribadi.

Untuk itulah sebagai leader (Manager, Lead, dll) perlu untuk meluangkan waktunya untuk mencoba memahami apa yang terjadi dengan anggota team nya.


Semoga bermanfaat