Budi Tanrim — Multidiscplinary Designer

Arek Suroboyo yang sudah bekerja dengan sejumlah perusahaan/startup teknologi keren dunia.

Budi Tanrim

Clients: Yahoo, DBS Bank, Iconfinder, Palantir, Marvelapp, Streamup, Zerply and Refundo

Wah lihat sederetan klien yang pernah bekerja dengan Budi, luar biasa sekali yah. Seorang designer asal Surabaya ini jelas memiliki kemampuan design yang sudah tidak ragukan lagi, terutama bagi para penggiat Dribbble pasti sudah tidak asing dengan karya-karya dari Budi Tanrim.

Saya pribadi terinspirasi dari seorang Budi yang selalu semangat dalam mengembangkan kemampuan lainnya di area design.

Saat ini Budi tengah mempersiapkan sebuah lembaran baru di dalam karirnya sebagai designer. Setelah lama menjadi seorang freelancer, Budi memutuskan untuk bekerja full-time, tidak tanggung-tanggung, Budi bekerja di negara yang sangat jauh dari Indonesia yaitu, Kanada.

Yuk mari kita simak langsung saja kisah dari Budi Tanrim!


1. Hi, Budi lagi sibuk apa nih?

Halo, generally speaking — sekarang lagi sibuk preparation ke Canada, meskipun preparationnya ga dilakukan setiap hari tapi cukup menyita waktu.

Di samping itu, aku juga sibuk membuat icon di Budicon.

2. Boleh ceritakan sedikit bagaimana kamu memulai karir di dunia design Bud? (Koq bisa lulusan akuntansi sampe pindah ke design)

Jadi ceritanya dulu masuk jurusan akuntansi karena ga tau mau kerja apa setelah lulus. Yah, wajarnya anak SMA haha.

Ditengah-tengah kuliah, sekitar semester 2, aku mulai mengenal 99designs.com yang sangat menarik perhatianku karena itu memperkenalkanku kepada dunia “remote & freelance”.

Setelah beberapa kali gagal menang, untungnya aku mulai mendapatkan beberapa klien dari kontes tersebut, mungkin bisa dikatakan bukan klien yang ideal — tapi sangat membantu untuk menjadi batu pijakan awal.

Sebelum aku lulus, aku mulai fokus memperkuat portfolioku dan melakukan banyak pitch ke beberapa klien. Meskipun sering ditolak dan tidak dianggap — aku cukup beruntung, karena salah satu startup di San Francisco, Zerply memutuskan untuk memposisikan aku di tim yang cukup kecil ini aku belajar mengenai bisnis startup dan mempunyai kesempatan pergi ke US untuk interview dengan mereka.

Setelah lulus, aku cukup beruntung karena tidak perlu mencari kerja lagi.

Selanjutnya, aku mendapatkan Dribbble invitation dan mulai mendapat klien dari sana.

3. Design bisa, Gambar bisa, Coding pun juga bisa, bisa ceritain bud apa rahasia atau cara kamu menguasai banyak kemampuan?

Haha, rahasianya sih ga ada, cuma harus tekun dan tentunya semua ini tidak aku kuasai dalam waktu yang singkat.

Nah, caranya mungkin diawali dengan rasa suka dan passion. Ini kunci penting, kalau ga ada passion, bakalan susah banget untuk mau mempelajari suatu topik. Contohnya, aku pribadi sangat suka hand-lettering, editorial illustration, UI/UX, dan icon.

Caranya cukup simpel sih, setiap tahunnya aku selalu punya target untuk menguasai skillset yang baru. Contohnya gini..

Di awal karir sekitar tahun 2010, goalku cuma supaya bisa menjadi web designer. Ini mengajarkanku tentang banyak hal, seperti front-end development, komposisi, hierarki, teori warna, dan tentunya Photoshop sebagai tool.

Setelah itu, di tahun kedua — aku mulai fokus ke icon design, yang akhirnya membuatku menguasai Illustrator.

Di tahun ketiga, aku mulai serius mempelajari UI/UX design dan menangani banyak freelance untuk mobile app, khususnya lebih di iOS sampai sekarang.

Di tahun-tahun berikutnya, aku selalu bertanya kepada diriku, apa yang ingin aku kuasai lagi. I think this is the case where Greed is Good.

4. Saya mendengar kamu ingin pergi ke Kanada, bekerja di Shopify. Wah keren sekali! Koq bisa Bud?

Iya, I’m so excited about this. Ini bakalan pertama kalinya aku bekerja sebagai full-time designer di company yang cukup besar.

Shopify, Platform E-commerce yang berbasis di Kanada.

Menurutku, mereka tertarik dari apa yang aku sajikan di dribbble dan medium, aku punya study case di medium yang cukup menarik perhatian mereka.

Dugaanku bahwa mereka tertarik untuk hire aku karena aku memaparkan pola pikir dan cara kerja ku di study case. Ditambah juga dengan portfolio yang aku miliki di Dribbble.

Tapi jujur aja, aku juga ga nyangka hehe. Di doakan aja semoga disana bisa beradaptasi dan berkarya.

5. Oh ya, boleh jelaskan sedikit tentang apa sih Budicon? Rencana ke depannya bagaimana?

Basically, Budicon ini premium icon set. Berbeda dengan icon yang ada di marketplace, Budicon ini mempunyai option yang sangat banyak dengan style yang konsisten.

Budicon adalah sideproject yang cukup sukses, dalam artian — meraih profit yang oke dan juga digunakan oleh designer dan agency worldwide.

Rencana kedepan pastinya terus mengolah icon set dengan style yang berbeda-beda.

Setelah itu, aku berencana memberikan free tutorial di blog dalam bentuk video untuk designer lainnya yang mau belajar icon design.

Jika mendapat banyak audience, aku juga berencana mempersiapkan materi untuk premium tutorial dimana aku bakalan membahas semua trick dan teknik untuk icon lebih mendalam dibandingkan dengan free tutorial.

6. Pernah merasa jenuh dengan pekerjaan yang kamu lakukan saat ini? Biasanya kalau jenuh ngapain? Bagaimana kamu mengatasinya?

Pernah sih pastinya, jenuh karena mungkin terlalu statis dan kurang challenging.

Kalau memang terlalu lelah dengan pekerjaan, biasanya aku take a break sebulan untuk traveling atau kadang juga cuma nyantai di rumah aja.

Nah, ini salah satu keuntungan menjadi multidisciplinary designer, aku bisa switch bidang sewaktu-waktu kalau lagi jenuh.

Contohnya tahun ini, aku cukup jenuh dengan dunia product design, jadi aku memutuskan beralih ke Illustration dan Icon.

Selain itu, dengan menjadi multidisciplinary designer, aku selalu mempelajari hal baru dan menjadi pemula lagi.

“Becoming a beginner is always fun for me, because I can see things from different perspective.”

7. Boleh ceritakan proses kreatif kamu? Dari mana kamu mendapatkan inspirasi?

Mungkin aku jelaskan proses kreatifku secara general, ini bisa diterapkan di bidang apa saja, kalau dibuat step by step:

  1. Mengenal bisnis klien, mengerti goal bisnis, dan memahami tujuan dari projek yang dikerjakan.
  2. Setelah itu mencari masalahnya dan alasan kenapa sih kita menjalankan projek ini
  3. Sketch kalau di illustration/icon | Wireframe kalau untuk UI design
  4. Lalu komunikasi yang transparan dengan klien
  5. Lalu aku buat moodboard (biasanya untuk warna, style, dan visual mood)
  6. Vectoring illustration/icon | kalau UI design, aku bakalan mulai dengan Visual design
  7. Animation untuk icon | Sedangkan di UI design, Interaction design jika diperlukan.

Kalau inspirasi dari designer lain, aku sangat suka explore pinterest, karena mengenalkan aku pada designer/artist yang benar-benar random.

Kadang-kadang, aku pakai dribbble, tapi dribbble lebih terbatas karena pemainnya kurang lebih itu-itu saja, which is 5 tahun uda hafal kerjaannya mereka :) Sedangkan di Pinterest aku bisa menemukan inspirasi yang baru.

8. Apakah ada sebuah influence atau advice yang membuat seorang Budi sampai sekarang ini?

Aku rasa aku selalu mau untuk menguasai skill yang baru, aku tidak pernah puas dengan yang aku kuasai.

9. Dari sepanjang karir kamu, situasi tersulit apa yang pernah kamu lalui?

Aku rasa beberapa tahun yang lalu, ketika aku memutuskan untuk menjadi multidisciplinary-designer, nah ini adalah titik yang sangat sulit buat aku.

Karena aku mulai mempertanyakan identitas diriku sebagai designer, aku ini apa? Product designer? Icon Designer?

Aku mulai bertanya lagi, apa lebih baik aku menjadi expert di satu bidang saja daripada beberapa bidang?

Apalagi banyak orang yang mengatakan lebih baik be great at one thing rather than be good at multiple things.

Disisi lain, aku juga ingin menguasai beberapa bidang seperti icon, illustration, dan animation.

Mungkin kurang lebih empat bulan aku merasa bimbang dan akhirnya memberanikan diri untuk menjadi multidisciplinary-designer.

Cukup menakutkan, karena contohnya untuk membangun portfolio icon design, aku harus fokus di icon dan menolak banyak projek UI design.

Kalau aku terima projek UI design, aku ga punya waktu untuk membangun portfolio dan berlatih.

Untungnya keputusanku ini membuahkan hasil, sampai dipercaya oleh Yahoo untuk redesign icon mereka, dan juga dipercaya Marvel app untuk membuat icon.

10. Boleh berbagi tipsnya untuk teman-teman yang ingin bekerja di luar negeri seperti kamu?

Tipsku, buat study case dan portfolio yang kuat supaya company bisa benar-benar yakin untuk hire kalian.

Portfolio di Dribbble itu boleh dan sah-sah saja, tapi company ga bakalan yakin untuk hire kalian kalau hanya based on that.

Gimana sih study case yang kuat? Intinya, tunjukkin kalau kalian bisa mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah dengan solusi yang smart.

Apakah membuat design yang keren itu salah? Gak, ga salah sama sekali — asalkan kalian harus mempertimbangkan usability nya juga.

Di dunia bisnis, company menginginkan designer yang dapat menyelesaikan masalah dengan solusi yang pintar. Jadi kalian harus menunjukkan sisi itu di setiap portfolio atau study case kalian.

Hal penting lainnya jangan overtools dirimu dengan tools baru.

Kan banyak banget nih tools baru yang bermunculan. Ingat tools hanya alat, yang terpenting adalah cara pikir dan fundamental skill.

Latih terus fundamental skillmu.