Dadi Pribadi — UI/UX Designer, AMPlified

Dadi Pribadi adalah seorang UI/UX Designer. Ia telah mengerjakan beberapa produk dan diantaranya adalah aplikasi haji dan umrah, Labbaik. Aplikasi ini telah digunakan oleh banyak orang dalam melakukan ibadah haji dan umroh. Yuk… simak perbincangan dengan Dadi tentang cerita bagaimana ia menjadi UI/UX Designer.

1. Halo Dadi, lagi sibuk apa neh?

Lagi sibuk nungguin FIFA18 nih, hahaha..

Sibuk dengan kegiatan di AMPlified, ngurusin Labbaik dan temen-temennya. Sambil merintis satu startup lagi bersama temen-temen namanya marié, monggo di buka di http://marie.id sapa tau ada yg mau nikah trus pake jasa kita kan 😄


2. Bisa diceritakan bagaimana bisa terjun ke dunia UI/UX ini?

Dulu saya kuliah di Binus Jakarta, setelah sidang skripsi di tahun 2013, saya kembali ke rumah di Pekanbaru. Rencananya di Pekanbaru cuma 1 bulan. Tapi, waktu mau ijin kembali ke Jakarta, saya gak dibolehin. Kalau mau balik ke Jakarta lagi, syaratnya musti ada panggilan kerja dulu.

Akhirnya dari situ mulai browsing lowongan pekerjaan. Saat buka Facebook, saya liat ada lowongan dari teman saya. Ia membuka lowongan pekerjaan UI/UX Designer untuk startup dia di Jakarta. (Waktu itu saya belum paham apa itu startup).

Dari situ saya cari tahu apa itu UI/UX Designer. Setelah beberapa jam mencari akhirnya saya memiliki gambaran dan karena saya memang suka design , saya pun tertarik untuk melamar.

Akhirnya saya kirim pesan, dan langsung dibales “besok langsung kekantor ya, kirim juga cv sama portfolio nya”. Mendadak langsung bingung karena posisi sedang di Pekanbaru dan belum ada portfolio.

Akhirnya saya nego untuk ke Jakarta nya besok lusa. Alhamdulillah di setujui. Akhirnya mulai malam itu saya cari tau lebih tentang UI/UX.

Setelah mencari tentang UI/UX, saya mendapatkan beberapa hal yaitu:
1. Bahwa portfolio yang cocok untuk menjadi UI/UX Designer adalah membuat sebuah real case study.
2. Sketch adalah tools yang direkomendasikan untuk UI/UX Designer.

Dan… akhirnya malam itu saya belajar menggunakan sketch dari youtube dan artikel-artikel.

Sumber: https://www.instagram.com/dadipribadi/

Lalu Real case study yang saya buat adalah tentang Transjakarta. Waktu itu saya mendesain sebuah app agar para pengguna Transjakarta tahu kapan waktu tiba bus dan mana saja jalurnya. Setelah real case study itu selesai, langsung saya kirimkan.

Alhamdulillah setelah melewati tahap interview saya dinyatakan lolos. Itulah awal mula saya terjun ke dunia UI/UX.


3. Kenapa memilih bidang UI/UX Designer?

Setelah dijalanin saya merasa kesukaan saya ada di bidang ini. Karena memang dasarnya suka design.

Disamping itu saya suka update masalah teknologi, Mulai jatuh cinta sama teknologi saat Apple mengeluarkan iPhone versi pertama.

Kalau sekarang lagi senang dengan problem-problem yang ada di sekitar dan selalu mikir gimana cara mengatasinya lewat teknologi


4. Bisa diceritakan bagaimana proses belajar nya sampai seperti sekarang ini?

Saat saya menghadapi kesulitan atau memerlukan ilmu baru biasanya saya cari tau sendiri dulu. Cari bacaan yang sesuai, Belajar metode-metode yang ada. Seperti belajar dari 8 golden rulesnya Ben Shneiderman.

Setelah membaca dan melihat video saya langsung mempraktekkan. Kalau tidak berhasil… ya di iterasi terus sampe ketemu formula yang cocok. Dan menurut saya itu juga seni di startup sendiri sih. “Launch Fast, Fail Fast, Learn Fast, Re-launch Faster”

Lalu memperbanyak referensi. Seperti mencoba produk produk digital lain baik itu web atau app lalu melihat bagaimana cara yang mereka gunakan dan bagaimana impactnya.

Saat ini saya sedang tertarik belajar user research. Saya sampe menjadi uber driver di weekend untuk sekedar mencari tahu behaviour orang2 diluar sana.

Jadi, kebanyakan cara saya belajar adalah mencari tahu dan segera mempraktekkan. Dari situ saya tahu mana metode yang efektif dan membuahkan hasil.

Sumber: Facebook Page Startup Designers

Dan yang paling saya suka dalam proses belajar adalah bertemu dengan teman-teman designer lainnya. Karena menurut saya belajar dari pengalaman temen-temen yang lain jauh lebih seru.

Tidak takut untuk curhat dan bertanya dengan sesama designer jadi modal saya belajar selama ini . Tidak hanya dengan designer saja sih, tapi juga dengan orang orang dari disiplin ilmu yang lain. Terutama mereka yang menggeluti startup.


5. Salah satu produk yang pernah dikerjakan Dadi adalah Labbaik. bisa diceritakan mengenai aplikasi Labbaik ini Mas?

Waktu pertama kali saya masuk itu Labbaik sudah launch versi 1-nya. Labbaik itu sendiri muncul karena kita merasa ada beberapa masalah saat umroh dan haji.

Salah satunya adalah waktu tawaf dan sa’i (Membaca doa sambil memutari ka’bah), disitu orang orang membaca doa lewat buku panduan dan karena fokus membaca yang sering terjadi adalah orang orang malah menjauhi ka’bah.

Kalaupun mencoba ngikutin bacaan doa dari mutawif seringnya tidak terdengar karena kondisi yang crowded banget. Maka dari itu kami mencoba memberikan solusi dari masalah tersebut melalui audio.

Dan juga kami ingin membantu orang orang dalam beribadah haji dan umroh semakin nyaman. Maka dari itu kami juga membuat fitur-fitur lain. Seperti Asisten Pribadi bernama Noor dimana orang-orang bisa bertanya apa saja terkait ibadah haji dan umroh, Catatan doa untuk menyimpan permintaan doa dari kerabat dan beberapa fitur lainnya.


6. Apa hal menarik yang didapatkan dalam merancang produk ini?

Hal yang saya suka dalam mengerjakan produk ini adalah, saya membuat produk yang menjawab problem yang ada, tapi disisi lain ada nilai ibadahnya juga.

Dan perasaan saat membaca feedback bintang lima dan tau kalau mereka sangat terbantu oleh product ini waktu mereka umroh/haji itu benar-benar bikin terharu. Harapannya saya dan team bisa membawa Labbaik to the next level dan bisa membantu lebih banyak orang.


7. Last but not least…. Apa saran Dadi untuk temen temen yang akan memulai menjadi UI/UX Designer?

Cobalah untuk mencoba mengerti problem yang ada di sekitar dan coba untuk membuat solusinya. Menjadi UI/UX Designer adalah tentang membuat solusi dari sebuah masalah.

Selalu percaya pada diri sendiri dan percaya kalau kamu bisa.


Terima kasih Dadi telah berbagi ceritanya!

Dribbble: https://dribbble.com/dadipribadi
Instagram: https://www.instagram.com/dadipribadi