Dari Web Programmer menjadi Designer, cerita dari saya — Bagian 1

Intro

Waktu kuliah saya mengambil jurusan Teknik Informatika. Tahun 2010 saya lulus dan setelah itu bekerja selama 4 tahun menjadi Web Programmer.


2010–Lulus Kuliah

Pertama kali terjun ke dunia kerja dan harus mencari pekerjaan. Rasanya deg-degan.

“Kerja itu kayak gimana sih?”

“Kira-kira disuruh ngerjain apa ya?”

“Bagaimana kalau nanti enggak bisa ngerjain? langsung dipecat enggak ya?”

“Baju kerja kayak apa sih? musti pake kemeja dan celana kain ya?”


2010 — Hari Pertama Bekerja

Waktu itu saya diterima sebagai web programmer di sebuah software house di Jogja.

Di hari pertama saya memakai kemeja rapi, menggunakan celana kain, kemeja dimasukkan ke dalam celana. Saat masuk ke ruangan kantor, ternyata teman teman lain nya menggunakan kaos dan celana jeans. Oke, saya agak salah kostum

Setelah itu berkenalan dengan orang orang yang ramah. Sangat membantu dalam proses adaptasi.

Saat mengalami kesulitan waktu mengerjakan suatu tugas, mereka membantu dalam mencari solusi nya atau memberikan waktu kepada saya untuk mempelajari nya.

Dan yang paling penting… mereka suka bercanda.

Satu ketakutan terhapus, cara pandang sedikit berubah. Dunia kerja tidak terlalu menakutkan, tidak terlalu kaku, dan memberikan waktu untuk belajar.

Notes:
Jika kamu ingin merubah atau menambah cara pandang, maka beranikan diri untuk melakukan sesuatu atau paling tidak beranikan diri untuk melawan cara pandangmu saat ini.

2010 — Mengenal Keseharian bekerja sebagai Web Programmer

Berangkat dari rumah pukul 8 pagi, naik motor sejauh 12km, tiba di kantor pukul 9 pagi. Menaruh tas, lalu menyeduh 1 sachet coffemix.

Sebelum memulai bekerja, selalu ada sesi diskusi dengan manager. Berdiskusi hari ini akan mengerjakan apa.

PHP, Javascript, HTML, CSS, PhpMyAdmin, MySQL adalah teman akrab setiap hari.

Setelah task untuk hari ini selesai dibahas, hal pertama yang dilakukan adalah membuka Notepad++, lalu membuat layout halaman dengan HTML/CSS.

Setelah itu dilanjutkan dengan membuat database di PhpMyAdmin, lalu meng-koneksikan halaman website dan database dengan PHP.

Jika mengalami kesulitan tentang hal teknis, biasanya langsung bertanya ke teman atau membuka forum diskusiweb.com

“User Research, Wireframe?” Saya belum mengenal hal hal tersebut waktu itu. Proses development benar-benar sangat cepat waktu itu. Dimulai dari diskusi mengenai kebutuhan nya, lalu diskusi skenario nya dan langsung membuat design dengan HTML/CSS.

“Jump to solution” Sebutan untuk proses diatas. Dan sedikit banyak masih terbawa hingga saat ini.

Di tengah mengerjakan tugas pasti membuka Facebook, lalu menulis status… “Semangat Pagi”. Dan setiap 30 menit sekali membuka facebook untuk melihat berapa orang yang me-like status tersebut.


Flashback — Kenapa Tertarik menjadi Web Programmer?

Kenapa Web Programmer?, jawabannya simple… karena bisa membuat tampilan terlihat bagus.

Dulu waktu kuliah, pernah membuat program untuk desktop dengan menggunakan Visual Basic, dan C++. Tapi outputnya… ya gitu gitu aja. Kotak berwarna abu abu… dengan tombol yang juga berwarna abu abu. Waktu itu belum tahu caranya membuat output nya menjadi lebih menarik.

Sampai suatu saat melihat teman yang sedang membuat sebuah website. Tampilannya sangat menarik. Mulai hari itulah memutuskan untuk mempelajari pemrograman web. Alasannya? tampilan nya bisa dibikin menarik.

Notes:
Jika Anda belum menemukan “hal” yang benar benar Anda cintai, maka lakukan lah terus apa yang biasanya Anda lakukan sehari hari. Jangan asal main meninggalkan pekerjaan Anda. Tapi luangkan waktu untuk mencoba hal lain nya.

2011–2012 — Menikmati Pekerjaan sebagai Web Programmer dan Mulai serius memperhatikan Design Website

Tahun 2011–2012 adalah masa dimana saya percaya bahwa pekerjaan saya seterusnya adalah menjadi Web Programmer. Oleh karena itu saya selalu menambah ilmu saya di bidang coding dan desain. Agar bisa membuat website yang menarik secara tampilan tapi juga powerful secara performa.

Pada sisi design, setiap hari saya selalu memperhatikan design design website yang sedang trend saat itu.

  • Tombol Glossy dan terdapat efek 3D nya (Bevel and Embos)
  • Background website yang menggunakan pattern
  • Header website yang menggunakan efek noise
  • Input form yang terdapat efek shadow ke dalam (Inner Shadow)

Pada sisi coding, saya selalu belajar beberapa framework. Seperti

  • Jquery
  • Twitter Bootstrap
  • Codeigniter

Dan waktu itu, setiap hari nya saya selalu membuka website Smashing Magazine untuk mendapatkan update tools, teknik ataupun berita.

Notes:
Biasakan untuk meluangkan waktu untuk melihat lihat referensi, membaca artikel di internet atau mencoba tools baru. Investasi ilmu adalah salah satu investasi terbaik.
Kebiasaan melihat referensi, membaca artikel dan mencoba tools baru terbawa sampai sekarang. Sampai artikel ini ditulis, saya telah menulis lebih dari 200 artikel mengenai design. Dan beberapa ilmu yang saya tulis, saya dapatkan melalui otodidak karena kebiasaan tersebut.

2013

Saya resign dari pekerjaan pertama saya. Sebelum mengambil keputusan resign, saya berpikir sekitar 1 bulan.

“Kira-kira kalau resign, apakah bisa langsung mendapatkan pekerjaan?”

“Bos saya sangat baik, enggak enak kalau resign. Tapi kalau enggak resign, enggak bisa nyobain hal yang baru di luar sana”

“Waktu mau resign bilang apa ya?”