Dari Web Programmer menjadi Designer, cerita dari saya — Bagian 2

Di artikel sebelumnya, saya bercerita mengenai masa masa di tahun 2010–2012, dimana saat itu adalah masa dimana saya bekerja untuk pertama kalinya, mengenal keseharian sebagai web programmer , kenapa saya memilih sebagai web programmer dan bagaimana saya mengupdate ilmu setiap hari nya.

2013 — Full Time Freelancer

Akhirnya saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan pertama saya. Alasan saya resign adalah ingin mencoba hal baru dan merasakan bagaimana dunia kerja di luar sana.

Setelah resign, saya tetap bekerja sebagai web programmer, tetapi secara freelance.


2013 — Terobsesi dengan design

Project pertama setelah resign adalah membuat sistem informasi sebuah yayasan pendidikan bernama Hoshizora. Goalnya adalah mempermudah pengelolaan informasi dana, donatur dan juga data adik adik yang menerima bantuan.

Di project Hoshizora, saya cukup serius dalam memikirkan tampilan web nya. Sebelum membuat layout halamannya, saya selalu meluangkan waktu untuk melihat lihat website yang sedang trend saat itu.

Terinspirasi oleh design homepage medium yang waktu itu menggunakan layout kiri dan kanan…

Sumber: http://web.archive.org/web/20130329160756/https://medium.com/

Lalu saya mencoba untuk melakukan proses ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) untuk pembuatan halaman pendaftaran donatur.

Halaman Pendaftaran Donatur

Saking terobsesi nya dengan design atau tampilan yang bagus, saya sampai pada titik, tidak akan memulai membuat database atau logika pemrograman nya sebelum bisa membuat tampilan design yang benar benar bagus dan rapi.

Waktu itu, saya bisa meluangkan 2–3 hari untuk mengutak-atik kode html/css agar mendapatkan tampilan yang bagus dan rapi.

Pembuatan Layout Dashboard yang memakan waktu cukup lama

2013 — Side Project

Saking terobsesi nya dengan tampilan web yang bagus, saya membuat sebuah side project, agar saya bisa memiliki sebuah website sendiri, yang tampilan nya bisa di utak atik semau saya.

Side project tersebut bernama Cerita Kota, website yang menginformasikan tentang acara atau tempat yang sedang populer di berbagai kota, dengan sumber dari twitter.

Tampilan cerita kota sendiri terinspirasi dari layout facebook waktu itu yang menggunakan card untuk menaruh konten konten nya.

Sumber: https://www.pcmag.com/feature/320360/10-years-later-facebook-s-design-evolution/11

2013 — Kopi Darat sesama Web Programmer

Saya mulai aktif untuk melakukan kopi darat dengan sesama web programmer. Ngobrol santai sambil ngopi. Bertukar cerita tentang project yang pernah dikerjakan. Mendapatkan informasi mengenai tools pemrograman terbaru. Sampai pernah terlibat project bersama.

Bisa dikatakan bahwa melakukan kopi darat dan ngobrol adalah salah satu metode belajar yang cukup efektif.


2013 — Design atau Coding?

Selama tahun 2013, cukup banyak mengerjakan project. Semua project saya kerjakan design nya menggunakan HTML/CSS langsung, lalu mengerjakan Backend nya sendiri menggunakan PHP dan MySQL ataupun berkolaborasi dengan teman untuk Back End nya.

Tetapi proyek yang saya kerjakan atau porsi pekerjaan saya (saat berkolaborasi dengan teman) hanya mentok di level “Oke”.

Dari sisi coding bisa dibilang saya mengerjakannya cukup berantakan. Dari sisi design, juga tidak bagus bagus amat.

Project tentang Properti
Project tentang Inventory Management

Fokus di kedua hal, saya merasa kurang fokus, dan tidak ada yang maksimal baik dari segi coding maupun design.

Akhirnya pada tahap ini mulai bertanya pada diri sendiri “Mau lanjut dua dua nya atau fokus ke salah satunya?”


2013 (Akhir )— Design pertama kali dengan Photoshop

Waktu itu belum memutuskan untuk fokus ke coding atau design. Tapi saat itu mencoba untuk mendesain tampilan menggunakan Photoshop untuk pertama kalinya.

Tidak tanggung tanggung, saya langsung mendesain tampilan aplikasi. Padahal tidak ada pengalaman meng-coding sebuah aplikasi sebelumnya, tapi nekat membuat tampilan aplikasi.

Setelah design nya jadi, saya upload ke Facebook. Dan mendapat banyak tanggapan

“Paragraf teksnya kekecilan mas”

“Title nya kegedean mas”

“Tombol nya kekecilan mas, jempolnya agak susah buat nge-tap tombolnya”

Senang sekali mendapat tanggapan seperti itu, akhirnya saya lanjutkan untuk membuat design dan mengupload di facebook.

Sampai suatu hari ada teman di facebook melihat design yang pernah saya upload dan menawari project untuk pembuatan design sebuah aplikasi.

Tanpa pikir panjang, langsung saya jawab “Oke!”.


2014 (Awal) — Project Pertama sebagai UI Designer

Beginilah design saya saat awal awal belajar menjadi UI Designer. Lihat ukuran title nya. Luar biasa bukan? 😅


Berlanjut ke artikel selanjutnya :)