Dari Web Programmer menjadi Designer, cerita dari saya — Bagian 3

Di artikel sebelumnya, saya bercerita mengenai masa masa di tahun 2013–2014, dimana saat itu adalah masa dimana saya bekerja sebagai fulltime freelancer programmer untuk pertama kalinya, dan di akhir tahun 2013 saya pertama kali membuat design dengan photoshop, dan di awal tahun 2014 mendapatkan tawaran project freelance design

2014 (Awal) — Bergabung dengan Agency sebagai UI Designer

Berawal dari sering nya saya mengupload design di Facebook, Khusnun Irawan merekomendasikan saya kepada Kharisma Cendhika Putra untuk bergabung menjadi designer di Agency tempat mereka bekerja.

Singkat cerita, saya menjalani proses interview dan diterima menjadi UI Designer. Agency tersebut berasal dari US. dan Kami bekerja secara remote di Indonesia.

Saya cukup kaget dengan apresiasi yang diberikan oleh agency tersebut kepada karyawan nya. Bagi saya, nominal nya sangat besar, dan membuka pandangan saya mengenai pekerjaan UI Designer.


2014 (Awal) — Bekerja Remote

Bekerja secara remote cukup menyenangkan, setiap hari bekerja dari rumah, tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Bangun tidur, sarapan, mandi, menyalakan komputer, dan siap bekerja. Walau ada kala nya merasa bosan karena hanya sendirian di kamar.


2014 (Awal) — Belajar UI Design

Saya belajar banyak hal saat bekerja di Agency bersama Khusnun Irawan dan Kharisma Cendhika Putra . Salah satunya mengenai “clean design” , suatu hari saat berdiskusi, saya mendapat masukan bahwa kunci dari clean design adalah dengan memberi ruang / jarak / whitespace yang cukup lega antara elemen satu dengan elemen yang lain.

Prinsip itulah yang sampai saat ini saya pegang dalam membuat design. Anda bisa melihat profil dribbble saya, semua design nya menganut hal tersebut. Memberi ruang yang cukup lega antara elemen satu dengan elemen yang lain.


2014 (Awal) — Work Inquiry from Dribbble

“Hi Dwinawan,

Happy new year. Not sure if you are looking for opportunities currently but I am really impressed with your dribbble profile.

I am looking to make an android application and wanted to check with your interest and rates.

Thanks”

Di tahun 2013, saya mendapatkan invitation dribbble dan dalam 1 bulan saya beberapa kali mengupload eksplorasi desain saya ke dribbble.

Suatu hari saya mendapatkan email tawaran pekerjaan. Saya tidak menyangka, ternyata platform dribbble bisa mendatangkan kesempatan seperti ini.

Pandangan saya mengenai pekerjaan UI Designer bertambah.


2014 (Pertengahan) — Jakarta

Bulan Agustus, saya mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah satu startup di Jakarta. Mereka menghubungi saya setelah melihat portfolio saya di dribbble.

Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kesempatan ini dan mengajukan resign dari Kantor Agency tempat saya bekerja.

Berat rasanya meninggalkan Agency tempat saya bekerja bareng temen temen. Tapi karena saya juga berkeinginan untuk bekerja di startup, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan startup tersebut.

Akhirnya… untuk pertama kali nya dalam 26 tahun hidup saya, saya tinggal jauh dari orang tua. untuk pertama kali nya dalam hidup saya, saya mencari kos-kosan. Dan tinggal di Jakarta, kota yang dulu tidak mau saya tinggali.


2014 (Pertengahan) — Perubahan Mindset

Tugas pertama saya adalah mendesain fitur Subscribe Email Newsletter (Fitur untuk berlangganan newsletter yang akan dikirim ke email).

5 menit setelah diberi tugas tersebut saya langsung memberikan laporan bahwa desain nya sudah selesai. Apa susahnya mendesain fitur subscribe email?. Cukup membuat sebuah kotak untuk tempat menuliskan email, dan membuat kotak satu lagi sebagai tombol.

Setelah Product Manager melihat desain nya, dia bertanya:

  • Kalau tombol ini dipencet apa yang terjadi?
  • Kalau user salah memasukkan alamat email apa yang terjadi?
  • Setelah user berhasil memasukkan alamat email apa yang terjadi?
  • Bagaimana tampilan email yang akan diterima oleh user?
  • Kalau user ingin berhenti berlangganan atau unsubscribe bagaimana caranya?
  • Kalau user ingin mengatur konten newsletter yang akan dikirim ke email, bagaimana caranya?

Hari itulah saya mengalami perubahan mindset.

Dulu, karena seringnya saya menerima pekerjaan freelance dimana klien nya mengirim brief, membentuk mindset saya… bahwa seorang designer cukup membuat design halaman awalnya saja.

Setelah design diberikan kepada developer, maka developer lah yang akan memikirkan tentang berbagai interaksi dan kelanjutan halaman halaman yang lain. Dan jika membutuhkan sesuatu tinggal menghubungi designer.

Setelah kejadian tugas pertama di tempat kerja saya yang baru, saya memiliki pemahaman yang baru mengenai tugas seorang designer.

Bahwa tugas seorang UI Designer adalah memastikan design yang dibuatnya itu bisa digunakan dengan nyaman oleh user dan membantu user dalam mencapai/memenuhi kebutuhannya.

Maka dari itu Seorang Designer tidak hanya mendesain sebuah halaman, tapi juga memikirkan alur, dan bagaimana user berinteraksi di setiap halaman yang dilalui.

Banyak cara pandang baru yang saya dapatkan saat bekerja di startup

2014 (Pertengahan) — Pertemuan

Saat bekerja di startup tersebut, saya bertemu dengan Iswanto dan Ghani Pradita , Saya banyak belajar dari mereka tentang mendesain produk digital. Dan di tahun 2016, kami menjalankan bisnis bersama dengan nama Paperpillar.


Terima kasih, semoga bermanfaat :)


Terima kasih kepada Khusnun Irawan , Kharisma Cendhika Putra , Iswanto , Ghani Pradita yang telah memberikan kesempatan dan mengajarkan banyak hal kepada saya 🙏