Dear Designer, sebelum membuat solusi ketahuilah masalah yang sebenarnya

Sebagai designer, dalam membuat solusi kita harus memikirkan beberapa hal yaitu….

hmmm… mungkin artikel kali ini sebaiknya saya ceritakan dengan cara yang lain. saya ada cerita menarik untuk Anda :)


Andi suka bermain sepakbola

Di suatu sore yang cerah…….

Mr X: “Hai, siapa namamu?”
Andi: “Namaku Andi”

Mr X: “Halo Andi, tampaknya kau suka bermain sepakbola”
Andi: “Iya. Setiap pulang sekolah aku selalu bermain sepakbola :D”

Mr X: “Kalau di hari libur?”
Andi: “Di hari libur aku bermain sepakbola, di pagi dan sore hari :D”

Mr X: “Wow! , apa klub favoritmu?”
Andi: “Manchester United!!!, dadah om..., aku pergi ke lapangan dulu :D”
Mr X: “Oke!, jangan lupa mencetak gol Andi! :D”


Andi bersedih

Suatu sore di dekat pelabuhan….

Mr X: “Hai Andi, tumben kamu tidak bermain sepakbola?”
Andi: ……….

Mr X: “Kenapa kamu masih memakai seragam sekolah?, kamu belum pulang? Kenapa mukamu tampak sedih?”
Andi: “Aku baru saja menerima hasil ulangan harian matematika ku om…”

Mr X: “Lalu?”
Andi: “Nilaiku turun om, padahal matematika pelajaran yang menentukan kelulusan. Sepertinya aku harus berhenti bermain sepakbola, dan memakai waktuku untuk belajar terus supaya nilai matematika ku naik lagi” :(

Mr X: “yakin dengan begitu nilai matematika mu akan naik?”
Andi: ……….

Mr X: “Jika masalahnya bukan di berapa lama kamu belajar, tapi seberapa efektif kamu belajar. Maka berhenti bermain sepakbola hanya akan sia-sia. Buat apa mengorbankan hal yang kamu suka untuk sesuatu yang sia-sia”
Andi: ……….

Mr X: “Boleh lihat kertas ulanganmu?”
Andi: “Boleh om”

Matahari perlahan tenggelam di pelabuhan

Andi pun memberikan kertas ulangannya….

Mr X: “Oke, jadi om tidak tahu bagaimana cara kamu belajar. yang om tahu adalah nilai matematika mu turun, dan di ulangan ini kamu banyak sekali jawaban yang salah”
Andi: “Iya om”
Mr X: “Coba kita kelompokkan soal yang bisa kamu jawab dan yang tidak bisa kamu jawab”

Mr X: “Setelah om kelompokkan, soal yang tidak bisa kamu jawab adalah soal mengenai Bilangan Pecahan, Volume Bangun Ruang, dan Koordinat Cartesius”
Andi: “Iya om aku kurang paham tentang itu”

Mr X: “Jadi permasalahan yang sebenarnya adalah… Nilai ulangan harian matematika mu turun karena kamu tidak bisa mengerjakan soal tentang Bilangan Pecahan, Volume Bangun Ruang, dan Koordinat Cartesius”
Andi: “Iya betul om”

Mr X: “Nah… Jadi kamu tidak perlu berhenti bermain sepakbola. Tapi coba tambah waktu belajarmu setiap hari sekitar 30 menit untuk mempelajari Bilangan Pecahan, Volume Bangun Ruang, dan Koordinat Cartesius”
Andi: “Makasih om” :D


Dalam cerita diatas, Pada awalnya Andi sedih karena nilai matematika nya turun, dan solusi yang ia tahu hanyalah belajar, belajar dan belajar.

Tapi setelah dianalisa lebih jauh ternyata nilai matematika nya turun karena Andi lemah dalam hal Bilangan Pecahan, Volume Bangun Ruang, dan Koordinat Cartesius. Setelah mengetahui permasalahan secara detail, solusi yang akan ditempuh pun akan jauh lebih efektif.


Dalam kasus menurunnya nilai matematika, setiap anak bisa jadi memiliki penyebab yang berbeda. Sehingga solusi untuk setiap anak bisa jadi berbeda.

Sama hal nya dengan kita para designer, saat klien/stakeholder meminta dibuatkan sebuah halaman website yang mirip dengan amazon.com , kita jangan buru-buru membuatnya.

Tapi pahami dulu kebutuhannya dan pahami masalah sebenarnya. Karena belum tentu semua yang ada di halaman Amazon.com dibutuhkan oleh user.

Keep Designing but Investigate First ;)


Thanks Meiga Tutiarta atas inspirasi cara penulisan artikelnya :D

Like what you read? Give Dwinawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.