Design Sprint? Minimal jogging deh! — Bagian ke-1

Thomas Budiman
Mar 7 · 3 min read
Sumber gambar

Tetapi disini saya ingin memberikan sisi lain dari Design Sprint, kalau teman-teman designer bisa hidup tanpa Design Sprint!

Baik mereka yang bekerja di perusahaan dari startup sampai ke kuda bertanduk, freelance, agensi, bagaimanapun bentuknya kamu bekerja. Dunia design tidak akan berakhir jika kamu tidak menggunakan sprant-sprint ini.

Sumber gambar

Kalau lari sprint mungkin terlalu berlebihan buat jantung kamu. Setidaknya lari santai saja. Biar tetap sehat, ya kan?

Kalau Design Sprint terlalu berlebihan untuk kamu implementasikan dalam bentuk apapun kamu bekerja. Setidaknya kamu bisa mempraktekan apa yang menjadi nilai-nilai dari Design Sprint (yang tidak berbeda dengan Design Thinking) ke dalam bagaimana cara kamu bekerja.

Bagaimana caranya? Mari kita bedah satu-persatu…


Sumber gambar

Hari Senin (pada Design Sprint)

Secara garis besar di hari senin kita akan membahas tentang goal secara jangka panjang, berbicara dengan experts, dan menentukan apa yang ingin dicapai pada akhir sprint. Metode lainnya yang bisa dilakukan di tahap ini seperti membahas permasalahan yang dihadapi dan mencoba membingkainya ulang menjadi peluang-peluang atau dikenal dengan How Might We Note Taking Method dan mengajukan pertanyaan dengan kerangka five whys.

Yang diatas versi sprintnya. Versi joggingnya begini.

Saat memulai suatu proyek baru atau pembahasan akan sebuah permasalahan baru di dalam suatu produk, kamu perlu berbicara dengan orang yang mengerti betul atau stakeholders terkait guna mengumpulkan baik data maupun informasi.


Insight

UI, UX, Bisnis Design

Thomas Budiman

Written by

Designer · thebuddyman.com

Insight

Insight

UI, UX, Bisnis Design