Ingin cepat belajar design? Beranikan ambil Project

Ibu saya adalah seorang penjahit. Pernah suatu ketika Ibu saya bilang begini… “Supaya bisa cepat menjahit, belajar bikin baju nya bisa pakai kain yang mahal”

Saat saya tanya alasannya, begini jawabannya Jika kamu belajar menggunakan kain yang murah, kamu cenderung tidak akan teliti dan menggampangkan. Kalau salah… ya tinggal beli kain lagi, toh murah”

Ia melanjutkan… “Dengan menggunakan kain yang mahal, kamu akan sangat teliti dalam membuat pola, kamu akan sangat berhati hati dalam menggunting kain nya”


Sepertinya logika ini bisa diterapkan dalam hal belajar design. Jika ingin cepat belajar design, maka setelah berlatih membuat design dan menulis case study, bisa memberanikan diri untuk mengambil project.

Kenapa?

Dengan mengambil project, kita akan merasakan beberapa hal yang tidak kita rasakan saat berlatih design atau menulis case study. Diantaranya adalah:

  • Berdiskusi dengan klien
  • Memahami kebutuhan klien
  • Menahan Idealisme kita agar project nya bisa berjalan dengan lancar
  • Menahan jiwa perfeksionisme kita dan belajar fleksibel dalam menyikapi feedback / masukan terkait design yang kita kerjakan
  • Menghadapi batasan batasan dalam mendesain.
  • Mengkomunikasikan design kita, menjelaskan ke klien kenapa kita membuat design seperti ini.

Hal hal itulah yang akan mengasah soft-skill kita. Dan membuat kita menjadi designer yang lebih baik.