Insight Design Challenge — The Winner

Intro

Pada bulan Januari 2019, Tim Insight mengadakan sebuah design challenge. Pada challenge tersebut siapa saja bisa berpartisipasi dengan membuat sebuah case study mengenai masalah di bidang pendidikan dan kesehatan.

Untuk lebih lengkapnya mengenai challenge tersebut, bisa mengklik link berikut: http://insight.design/forum/d/559-insight-design-challenge-1



Kriteria Penilaian

Berikut adalah beberapa poin yang kami nilai:

  • Bagaimana proses empati yang dilakukan oleh peserta dalam memahami masalah yang dipilihnya
  • Apa saja pertimbangan yang diambil oleh peserta saat proses pembuatan solusi
  • Hasil akhir dari solusi yang dibuat oleh peserta

1. Review Case Study — Aplikasi mengenai bullying

Topik yang dipilih mas kungfu adalah tentang seringnya terjadi bullying di sekolah. Dimana hal itu bisa menyebabkan siswa yang menjadi korban bullying merasa terancam dan takut untuk berangkat ke sekolah.

Proses memahami masalah

Dalam memahami masalah, mas kungfu tidak menjelaskan cara apa yang dilakukannya. Ia menyebutkan hal berikut…

Untuk membantu menciptakan lingkungan yang kondusif, perlu adanya layanan konseling…..

……Namun, masih ada masalah tentang pemberian konseling, salah satunya tidak sebandingnya jumlah siswa dengan Guru BK. Selain itu, ada juga siswa yang terlalu takut untuk berkonsultasi dengan Guru BK

Akan lebih baik jika mas kungfu menuliskan tentang proses validasi dari hipotesis diatas. Entah itu dengan menyebar kuisioner ataupun melakukan interview dengan pihak sekolah ataupun siswa yang mengalami bullying.

Dengan melakukan interview, Mas kungfu bisa mendapatkan fakta pendukung kenapa siswa yang mengalami bullying takut berkonsultasi ke guru BK. Mengetahui alasan siswa tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk membuat solusi.

Pertimbangan yang diambil saat proses pembuatan solusi

Saat proses membuat solusi mas kungfu menuliskan….

“Bagaimana jika ada suatu aplikasi sebagai teman siswa untuk berkonsultasi. Aplikasi yang memberikan tips mengenai sikap saat menjadi korban bullying, selain itu memberikan pengertian akan buruknya bullying bagi pelaku bullying. Atau mungkin aplikasi yang ditambah dengan fitur diskusi dengan konselor yaitu Guru BK.”

Proses pembuatan solusi hendaknya tidak dilakukan secara langsung. Tapi melalui beberapa pertimbangan, seperti:

  • Kenapa solusinya harus seperti itu?
  • Kenapa platform nya harus menggunakan aplikasi?

Hasil akhir solusi

Mas kungfu membuat beberapa desain yang menggambarkan fitur dari aplikasi mengenai bullying. Mulai dari pendaftaran user, Tips Harian, Group Diskusi dan juga berita. Saya salut dengan effort yang dilakukan oleh mas kungfu dalam membuat design tersebut.

Tetapi, hasil akhir dari sebuah solusi sangat bergantung dari bagaimana kita memahami masalah dan juga memahami kebutuhan user.

Saya tidak mengatakan bahwa solusi yang dibuat mas kungfu kurang tepat. Tetapi analisa dibalik pembuatan solusi nya yang belum saya dapatkan.


2. Review Case Study — Aplikasi pencari nomor antrian puskesmas atau rumah sakit

Mas Meydi memilih masalah mengenai antrian yang panjang di Puskesmas atau Rumah sakit. Dimana antrian yang panjang ini cukup melelahkan dan cukup memakan waktu untuk menunggu.

Proses memahami masalah

Setelah saya membaca case study tersebut, ada hal yang bisa ditingkatkan saat proses memahami masalah. Yaitu mempelajari bagaimana proses pendaftaran antrian di tiap puskesmas ataupun rumah sakit.

Apakah se simple hanya mengambil nomor antrian? atau masih ada beberapa hal yang musti di informasikan, seperti apa keluhan nya sehingga bisa diarahkan ke antrian khusus.

Pertimbangan yang diambil saat proses pembuatan solusi

Saat mengambil pertimbangan untuk proses pembuatan solusi, Mas Meydi masih menggunakan asumsi. Ia menuliskan…

“…..Asumsi saya, orang yang hendak pergi ke puskesmas atau rumah sakit selalu bertanya tanya hal berikut:
1. Apakah antriannya panjang
2. Jika antriannya panjang, berapa lama perkiraan waktu hingga giliran saya tiba?
3. Jika antriannya panjang, maka dimana saya bisa menemukan puskesmas atau rumah sakit yang antriannya tidak panjang?”

Akan lebih baik jika, asumsi tersebut di validasi. Dengan langsung mendatangi puskesmas terdekat lalu mengobrol dengan orang orang yang sedang menunggu antrian.

Selain memvalidasi asumsi, bisa juga mendapatkan fakta baru dan menarik yang bisa dijadikan tambahan data saat proses pembuatan solusi

Hasil akhir solusi

Untuk hasil akhir solusi nya, beberapa hal masih menjadi pertanyaan saya, diantaranya:

  • Kenapa harus ada proses registrasi?
  • Apa maksud proses registrasi ini? apakah melakukan registrasi di satu puskesmas atau bagaimana?
  • Jika saya sudah ter-registrasi dengan nama saya, bagaimana jika saya ingin mengantrikan teman saya? bagaimana saya bisa menuliskan nama teman saya di antrian tersebut?

Hal yang bisa ditingkatkan dari solusi ini adalah:

  • Menggambarkan alur solusi secara utuh, sehingga pembaca bisa memahami bagaimana cara kerja solusi ini
  • Setelah menggambarkan alur secara utuh, bisa dilanjutkan dengan apa yang harus user lakukan di setiap langkahnya, dan kenapa ia harus melakukan hal itu.

3. Review Case Study — Aplikasi untuk Membantu Melestarikan Bahasa Tradisional

Jujur, saya tidak menyangka akan ada peserta yang mengambil tema melestarikan bahasa tradisional. Masalah yang dipilih oleh Mas Wina sangat menarik.

Proses memahami masalah

Mas Wina menuliskan bahwa Indonesia memiliki 652 bahasa daerah yang mana 11 dinyatakan punah, 4 dinyatakan kritis dan 2 mengalami kemunduran.

Data itu Ia dapatkan dari Kepala Perlindungan, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Bahasa Jakarta Ganjar Harimansyah.

Jika proses memahami masalah diambil dari sebuah berita, kutipan ataupun artikel, akan lebih baik jika disertakan link atau sumber nya.

Atau jika data tersebut didapatkan dari proses interview, maka bisa dituliskan juga bahwa data tersebut didapatkan setelah melakukan proses interview yang dilakukan pada tanggal sekian.

Pertimbangan yang diambil saat proses pembuatan solusi

Setelah itu Mas Wina menuliskan bahwa solusi untuk melestarikan bahasa tradisional adalah sebagai berikut:

  • Pembelajaran bahasa secara visual yang mudah.
  • Tantangan yang ringan untuk memicu semangat terus belajar.
  • Sumber pembelajaran yang menarik.

Solusinya cukup menarik, tetapi terkesan terburu buru untuk langsung membuat sebuah solusi.

Yang saya harapkan adalah, Mas Wina menjelaskan bagaimana proses yang dilalui nya agar sampai ke tahap pembuatan solusi.

Apakah melakukan interview dengan guru guru yang mengajar pelajaran muatan lokal

Atau, melakukan interview dengan orang orang mengenai bahasa tradisional ini.

Karena jika solusinya adalah “Pembelajaran bahasa secara visual yang mudah” , apakah sudah divalidasi, bahwa selama ini proses pembelajaran bahasa tradisional sangat sulit dipahami atau kurang menarik?

Hasil akhir solusi

Untuk solusi berupa scan benda lalu menampilkan nama nya dalam bahasa tradisional saya akui adalah solusi yang menarik.

Tetapi saya kurang yakin apakah itu adalah solusi yang tepat untuk proses pembelajaran bahasa tradisional.

Saran saya, untuk proses pembuatan solusi bisa melakukan competitive analysis. Yaitu mencari produk atau aplikasi yang sejenis atau memecahkan masalah yang sama, lalu mempelajari bagaimana produk tersebut menawarkan solusi nya.

Pada case study tentang mempelajari bahasa tradisional ini, saya bisa menyarankan mas Wina untuk melakukan competitive analysis terhadap aplikasi bernama Duolingo. Yaitu aplikasi untuk belajar bahasa asing.


4. Review Case Study — Pengangkut Sampah

Masalah yang dipilih oleh Mas Abdul adalah tentang kesehatan. Dimana ia memilih topik sampah. Karena Ia menyaksikan bagaimana tumpukan sampah bisa menjadikan sumber penyakit dan menjadikan lingkungan menjadi kurang nyaman karena terkena bau.

Proses memahami masalah

Dalam memahami masalah, mas Wina melakukan flashback terhadap kehidupannya waktu di Jayapura dulu. Dimana waktu itu, di lingkungannya terdapat Tempat Penampungan Sampah Sementara yang sering sekali terjadi penumpukan sampah dan menjadi tempat bermain babi.

Dan juga mas Abdul menuliskan….

“….ada faktor yang membuat pengangkutan sampah tidak maksimal. Masalah itu adalah penjadwalan yang tidak efektif dan berbelit.

Pengangkut sampah harus ke kantor terlebih dahulu untuk mengetahui TPS mana yang penuh…”

Informasi yang cukup penting saat proses memahami masalah.


Satu hal yang saya acungi jempol adalah Mas Abdul melakukan interview langsung dengan salah satu petugas pengangkut sampah. Sehingga bisa mendapatkan fakta baru bahwa mereka sebagai petugas pengangkut sampah sering tidak disenangi beberapa orang, tidak di sapa dan dilihat sebelah mata.


Pertimbangan yang diambil saat proses pembuatan solusi

Dari proses memahami masalah… Mas Abdul melihat bahwa salah satu masalah pengangkutan sampah ini ada pada mekanisme penjadwalannya.

Sehingga Mas Abdul membuat sebuah solusi yang bisa mengefisiensikan proses penjadwalan pengangkutan sampah dengan menggunakan aplikasi yang bisa membantu para petugas untuk mengidentifikasi lokasi lokasi tempat penampungan yang telah penuh.

Hal lain yang menarik perhatian adalah poin berikut yang ditulis Mas Abdul…

“….Pengangkut sampah yang terdaftar di aplikasi ini diberikan seragam untuk mengangkut sampah. Hal ini saya asumsikan membuat citra pengangkut sampah menjadi lebih baik. Seperti GO-JEK yang berhasil mengangkat citra ojek di mata masyarakat”

Asumsi saya, Mas Abdul memikirkan hal ini setelah melakukan interview dengan salah satu petugas pengangkut sampah yang mengatakan bahwa mereka kerap dipandang sebelah mata.

Hasil akhir solusi

Hasil akhir solusi yang dibuat oleh Mas Abdul cukup lengkap. Mas Abdul menggambarkan alur solusi atau user flow dalam mengangkut sampah, Sehingga pembaca bisa memahami bagaimana sang petugas sampah menggunakan aplikasi tersebut.

Setelah itu Mas Abdul juga membuat high fidelity dan menjelaskan setiap langkah atau tahapan yang dilalui oleh user.

Dan poin plusnya adalah, Mas Abdul menambahkan prototype pada solusinya untuk menggambarkan proses penggunaan aplikasinya.


5. Review Case Study — Membantu penderita penyakit jantung dalam meminta bantuan darutat

Topik yang dipilih Mas Budhi sangat menarik. Tentang bagaimana jika ada seseorang yang memiliki penyakit jantung dan suatu waktu mengalami keadaan darurat. Bagaimana ia bisa mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat.

Proses memahami masalah

Dalam memahami masalah cara yang dilakukan oleh Mas Budhi sudah cukup bagus dengan menggunakan kuisioner.

Dengan menggunakan Google Forms Ia membuat beberapa pertanyaan untuk memahami hal hal apa saja yang dihadapi oleh penderita penyakit jantung. Lalu kemudian kuisioner itu disebar untuk mendapatkan jawaban jawaban.

Pertimbangan yang diambil saat proses pembuatan solusi

Pada tahap ini apa yang dilakukan oleh Mas Budhi cukup bagus, Ia membuat daftar kebutuhan user berdasarkan data yang di dapat dari kuisioner.

Lalu untuk pemilihan platform nya, ia juga mempertimbangkan kemudahan penggunaannya. Ia memilih menggunakan smartwatch yang dirasa lebih simple dan praktis dibandingkan dengan aplikasi ataupun website.

Hasil akhir solusi

Setelah melalui rangkaian proses yang cukup bagus, solusi yang ditawarkan masih berupa cerita. Dan cerita tersebut kurang detail untuk menggambarkan alur solusi nya.

Akan lebih bagus jika solusi yang ditawarkan bisa dituangkan dalam bentuk gambar sketsa ataupun wireframe, sehingga pembaca bisa mendapatkan gambaran mengenai alur solusinya.


Pemenang

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami dari Tim Insight memutuskan untuk memenangkan Mas Abdul dengan Case Study Pengangkut Sampah.

Riset yang dilakukan Mas Abdul cukup detail. Salah satunya dengan melakukan interview langsung dengan petugas pengangkut sampahnya.

Lalu solusi yang dibuat juga berdasarkan masalah dan kebutuhan yang ada. Ditambah dengan hasil akhir solusi yang sangat lengkap mulai dari User Flow, High Fidelity hingga prototype.

Selamat kepada Mas Abdul, Tim Insight akan secara langsung menghubungi Anda.


Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman teman yang telah berpartisipasi dalam Design Challenge kali ini. Tetap semangat untuk membuat case study dan tetap semangat untuk selalu memperhatikan kondisi di sekitar kita.